Sinopsis IRIS 2 Episode 7 Part 1


Narasi
Setelah gagal menjaga keamanan di Hungaria, Yoo Gun diskors dan mengunjungi Letnan Ha. Namun dia terlambat, Letnan Ha sudah tewas ketika ia tiba. Yoo Gun menemukan buku catatan tua di rumah Letnan Ha. Di sana ia menemukan bukti bahwa Baek San mungkin terlibat atas kematian ayahnya. Dia mulai menyelidiki latar belakang Baek San. Setelah Yoo Gun kembali ke NSS bersama  Wakil Direktur Choi Min, ia merencanakan misi pemindahan unutk menemukan penyusup di NSS. Yoo Gun dan timnya berhasil menjebak IRIS. Namun selama misi, Yoo Gun tertembak di kepala dan diculik oleh IRIS. Di tengah penyelidikan penculikan Yoo Gun. Soo Jin yang berselingkuh dengan Kang Chul Won diketahui sebagai penyusup IRIS.
Soo Yun mengancam Soo Jin mencoba untuk menemukan Yoo Gun. Tapi informasi yang dia katakan kalau Yoo Gun sudah mati. Sementara itu, Yoo Gun pulih dari luka tembak itu. Namun dia hilang ingatan karena trauma di kepala dan menjadi pembunuh dari IRIS dengan nama Ken.

Episode 7


Ibu Yoo Gun pulang. Ia menemukan catatan kecil yang ditinggalkan Soo Yeon. Rupanya Soo Yeon pulang tanpa menunggunya. Ia menelpon Soo Yeon. Kau membawa barang terlalu banyak katanya pada Soo Yeon. Soo Yeon melakukan itu karena Ibu Yoo Gun harus makan banyak agar semangat lagi. Kemudian Ia tanya apakah Soo Yeon apakah Soo Yeon sudah mendengar kabar mengenai Yoo Gun. Belum, jawab Soo Yeon. Tapi ia pasti akan menemukannya.

Di Akita, Yoo Gun dan Rie jalan-jalan ke mini market (?) Salah seorang pedagang menebak apakah mereka sepasang pengantin baru yang langsung buru-buru ditepis Rie. Bukan.


“Kalian sangat cocok bersama...” tambah si ahjumma. (kalo di Jepang, apa ya nama panggilan untuk bibi?)
Sebelum pulang Rie mengajak Yoo Gun menemui pengrajin petasan kenalannya. Pengrajin petasan juga menyangka Yoo Gun adalah pacar Rie setibanya mereka di rumahnya.


Yoo Gun dan Rie melihat festival kembang api. Rie mengajak Yoo Gun membuat permohonan.


Mereka pulang ke Rumah. Rie memberikan Yoo Gun segelas minuman sebelum Yoo Gun tidur. (Curiga nih minumannya dicampur obat tidur). Saat Yoo Gun tertidur pulas, beberaa orang berseragam putih seperti dokter masuk ke kamar Yoo Gun membawa peralatan lengkap. Orang-orang ini memeriksa kesehatan Yoo Gun. Aku sih berpikirnya mereka mengecek apakah ingatan Yoo Gun belum pulih atau sudah karena mereka memasang sesuatu di kepala Yoo Gun. Ternyata yang menyuruh mereka melakukan itu adalah bapaknya Rie. Usai menerima hasil pemeriksaan otak Yoo Gun., menelepon seseorang yang menanyakan bagaimana hasilnya.


“Berdasarkan hasil EEG, selain mengalami mimpi buruk tidak ada yang berubah,” katanya.

Soo Yeon membuka-buka buku catatan Letnan Ha. Di halaman pertama ia menemukan foto Ibu Yoo Gun. Ada catatan di bawah foto tersebut. Ada juga kilasan saa Yoo Gun membaca halaman yang sama dengan yang dibaca Soo Yeon.


[Wanita yang mengganti namanyan dan memberikan nama belakangnya pada putranya.]
Jung Ji Young, tidak. Jung Soo Min mencurigakan bagaimanapun caramu memandangnya. Ibu dan putranya telah hidup dengan tenang di tempat yang bukan kampung halamannya. Aku menjadi penasaran mengapa ibu dan putranya hidup bersembunyi dengan identitas palsu. Ui Jin Chul, seorang mata-mata Korea Utara, bersembunyi di toko penjahit Ji Young. Dia dibunuh di depan Ji Young oleh agen Badan Intelijen pusat, Yoo Sang Joon. Dengan kesempatan  itu, Joo Sang Joon dan Ji Young menjadi sepasang kekasih. Tapi tahun 1979, Yoo Sang Joon dibunuh atas alasan yang tidak diketahui. Di tahun yang sama, 27 Oktober, terjadi sebuah inside yang menewaskan semua agen Badan Intelijen Pusat. Termasuk bos Yoo Sang Joon, Kim Jung Young. Tidak ada catatan Baek San telah membunuh Yoo Sang Joon.
Jung Yoo Gun, dia direkrut oleh NSS. Apakah ini takdir?

Soo Yeon mencatat di buku catatannya apa yang diketahuinya saat itu
Byung Jin dan Ji Yun melakukan latihan judo bersama Shi Hyuk. Dua orang anggota TF-A Team lainnya mengamati dari garis luar.


“Apa yang mereka lakukan?”
“Byung Jin dan Ji Yun akan bekerja sebagai agen lapangan juga. Kurasa mereka butuh pelatihan dari Yoon Shi Hyuk.”
Shi Hyuk menatap dingin Byung Jin dan Ji Yun (ekspresinya Shi Hyuk... Omayaaaaaaa, mau bawa pulang yang ini ajaaaah! :D)
“Hei, bukankah menurutmu sudah sedikit meremehkan kami?” kata Byung Jin sambil melakukan pemanasan.
“Benar juga,” sela Ji Yun.


Shi Hyuk memasang senyum, “ Jika kalian ingin belajar dengan benar kalian harus tahu berapa tingkat guru kalian dan aku harus tahu seberapa buruk kalian.” Omo, senyum Shi Hyuk.
“Kurasa dia hanya omong besar,” kata Byung Jin seraya melihat Ji Yun.
“Jangan anggap remeh dia,” Ji Yun mengingatkan.
Judo battle dimulai....
Ji Yun menyerang Shi Hyuk tapi dengan mudah serangannya dipatahkan Shi Hyuk. Hal yang sama dialami Byung Jin.
“Wow, ini bukan gurauan!” celetuk Byung Jin.
“Kalian di sini untuk belajar. Jadi, jangan bercanda.”
Byung Jin dan Ji Yun berkali-kali menyerang Shi Hyuk. Sepertinya Shi Hyuk bukan lawan yang tepat bagi pemula macam mereka. Byung Jin terkapar. Ia mengaku kalah dan menyerah.


“Meskipun kau tak sehebat Ketua Jung tapi kau cukup hebat.”
“Apa yang kau bicarakan? Aku setingkat di atasnya,” Shi Hyuk tidak suka dibandingkan dengan Yoo Gun. Bwahahahaha, ini nih tipikal orang yang tingkat percaya dirinya setinggi langit sedalam lautan.
“Kita lihat saja nanti, ketika Ketua Tim Jung kembali,” tantang Ji Yun.

Soo Yeon mendapati Hyun Woo sudah menunggu dengan mobilnya di depan apartemennya saat ia berjalan keluar. Begitu melihat Soo Yeon, Hyun Woo bergegas menghampirinya. Soo Yeon  kaget Hyun Woo menarik tangannya dan memandunya masuk ke mobil. Ia bertanya mau ke mana mereka?


“Nanti kau akan tahu saat kita tiba di sana.” Hyun Woo berahasia.
Ke mana Hyun Woo membawa Soo Yeon? Yea! Amusement  Park! Hyun Woo menyebut itu sebagai misi untuk melepas stres Ji Soo Yun. Ia tidak mau melihat Soo Yeon bersikap murung lagi. ^o^


Hyun Woo dan Soo Yeon berbagai macam wahana yang ada di sana. Senang deh liat kebersamaan mereka. Soo Yeon bisa tertawa lepas lagi...
Usai puas bermain di amusement park, mereka makan malam bersama. Soo Yeon berterimakasi pada Hyun Woo karena berkat dia merasa lebih baik hari itu. Hyun Woo lega ia bisa melihat Soo Yeon tertawa bahagia, ia tidak terbiasa melihatnya murung.


“Sekarang setelah dipikirkan, ini pertama kalinya kita pergi ke taman hiburan bersama.”
“Ya, kau benar. Aku bahkan belum pernah ke taman bermain dengan Yoo Gun.”
Hyun Woo tersenyum tipis. “Ji Soo Yun,” panggilnya.
“Seperti dalam pepatah lama, “Jika kau tak mendapatkan burung Pegar, dapatkan ayam sebagai penggantinya.” Aku akan menjadi ayam.”
“Apa yang kau bicarakan?” Soo Yeon tidak paham apa yang dibicarakan Hyun Woo.
“Jika kau merasa butuh seseorang di sampingmu atau kau merasa begitu kesepian yang tak tertahankan. Kau bisa datang padaku kapan saja. Aku akan menyisakan kursi untukmu. Hei, kau tahu berapa banyak wanita yang ingin duduk di kursi itu? Kau harusnya berterimakasih bukannya membuat tampang canggung seperti itu.” Eciiiiieee, Hyun Woo mengajukan diri sebagai namja-nya Soo Yeon nih yeeee. Proposal!
“Terimakasih, Seo Hyun Woo telah memikirkanku... hei, dan kau bukanlah ayam melainkan burung Pegar. Apakah ada ayam sekeren dirimu?”
Hyun Woo tertawa, “Aku, Ji Soo Yeon tahu betul cara menilai seseorang. Ya, terlalu disayangkan bagiku menjadi ayam, kan?”
Soo Yeon ikut tertawa. Ia menyendokan makannya ke piring Hyun Woo. “Ini, makanlah...”
“Aku menunggu dari tadi kapan kau akan memberikannya padaku,” celetuk Hyun Woo bercanda. Paham gak maksud percakapan mereka? Soo Yeon menolak Hyun Woo secara tersirat dari kata-katanya. Hyun Woo tidak perlu menjadi ayam bagi Soo Yeon karena bisa menjadi Burung Pager bagi wanita lain. Hyun Woo berhak untuk itu. Heih, apa nggak ada perumpaan lain? Kenapa harus ayam dan burung? Yang lebih elegan gitu? Pinguin, kelinci? Atau kucing? Hahahaha *cekek nih

Di kantor TF-A Team NSS. Byung Jin mengutak-atik komputernya. Ia dikejutkan dengan file di tampilkan layar komputernya. Ia lalu menelepon Hyun Woo. Yang lainnya mendekat melihat apa yang membuat Byung Jin begitu bersemangat.


“Apa yang terjadi?” Hae Young bertanya.
“Pembunuh dari insiden di Hungaria telah tertangkap oleh sistem kita.”
Hyun masuk.
“Bisakah kau mengkonfirmasi identitas mereka? Kau pernah melihat mereka secara langsung,” sambut Byung Jin.
Hyun Woo mengamati layar komputer yang menampilkan foto-foto. Ia mengenalinya.
“Park Chul Young dari Komando Kemanan Korea Utara.”
“Lalu bagaimana dengan ini?” Byung Jin mengetikkan sesuatu. Taraaa, foto Joong Won dan Yeon Hwa!
“Itu Yoo Joong Won yang masuk dalam daftar buron interpol.” Hae Young menyela.
“Bagaimana dengan wanita itu?”
“Di Hungaria, dia diserahkan ke agen Korea Utara. Dia yang telah membunuh Kwon Young Chan.” Ji Yun ikut bersuara.
Byung Jin bangkit dari kursinya. “Melalui pelabuhan Skhalin Korsakov, mereka baru saja tiba di kota Wakkanai di Hokkaido, Jepang.”
“Min Jin, segera lacak mereka.” Perintah Hyun Woo.
Hyun Woo melaporkan hal tersebut pada Choi Min. Choi Min mengamati foto di tangannya.


“Ini pasti Park Chul Young, tapi bagaimana dengan dua lainnya?”
“Mereka pasti wanita dari Hungaria dan Yoo Joong Won dari Kamboja.”
“Park Chul Young merupakan Kepala Keamanan kapal yang membawa pembunuh bayaran. Apa pendapatmu tentang ini?” tanya Choi Min.
Hyun Woo teringat ucapan Yoo Gun pada Park Chul Young saat mereka di Hungaria. Usai Yoo Gun menyerahkan Yeon Hwa padanya. Yoo Gun meminta agar Park Chul Young mencari dalang dari insiden itu karena jika tidak maka Park Chul Young-lah yang akan dijadikan tersangka sebagai dalang dari semua itu.
“Ketua Tim Jung mencurigai park Chul Young sebagai dalang pembunuhan itu.”
“Ketua Tim Jung?” Choi Min bertanya.
“Orang yang harus menyelidiki pembunuhan itu, meninggalkan Korea Utara dengan paspor palsu bersama tersangka memberitahu kita kalau dia pasti merencanakan sesuatu. Setelah kita menemukan lokasi mereka, aku akan segera berangkat ke Jepang.”
Choi Min mengela napas. “Tapi kau tahu, kenapa di Jepang?”


Yoo Gun dicegat Jamie (anak buahnya Rey) entah apa tujuannya, katanya karena Rey belum datang, ia mengajak Yoo Gun berkelahi. Yoo Gun menolak. Wohooo, Jamie melirik ke deretan pohon besar, Rey mengamati mereka di kejauhan. Menurutku sih, Rey yang menyuruh Jamie melakukan itu. Mungkin saja mengetes kemampuan berkelahi Yoo Gun sebelum dan setelah hilang ingatan apakah masih sama atau tidak lagi. Jamie nekat menyerang Yoo Gun dari belakang. Walaupun lambat tapi Yoo Gun bisa menangkis sesekali serangan Jamie. Gerakan terjangan dan hantaman Jamie sekilas memunculkan ingatan Yoo Gun pada perkelahiannya dengan Joong Won ketika di Hungaria, itulah yang membuat gerakannya lambat. Jamie menendang dada Yoo Gun membuatnya terjajar menabrak pohon besar. Rey muncul. Ia memprovokasi Yoo Gun.
“Panaskan suasana. Serang balik.”


Yoo Gun bangkit. Diserangnya Jamie dengan bertubu-tubi. Kali ini ia bisa menjatuhkan Jamie. Ia menghantam Jamie, kalau saja Rey tidak menyuruhnya berhenti, jamin deh si Jamie udah babak belur!


Rey dan Jamie membawa Yoo Gun ke hotel. Nampaknya ia dipersiapkan untuk melakukan misi IRIS. Hmmm... Sebel dengar Rey bilang senang melihat Rey yang dulu sudah kembali? Maksud loooo? Rey sukses banget membangun identitas baru untuk Yoo Gun memanfaatkan ingatannya yang hilang.

TF-A Team sibuk. Hyun Woo memperlihatkan Soo Yeon foto-foto Park Chul Young, Joong Won dan Yeon Hwa di Jepang.


“Kapan ini diambil?”
“Apa kau tertarik sekarang?”
“Katakan kapan?” Soo Yeon antusias.
“Ini difoto di Jepang sembilan jam lalu. Kami sedang melacaknya sekarang.”
“Prediksi Ketua Tim Jung benar. Aku yakin Park Chul Young dalang kedua orang ini,” kata Soo Yeon masih sambil melihat-lihat foto-foto tersebut. Aigoooo, Park Chul Young nggak jahaaat ><
“Aku sudah melaporkannya ke Wakil Ketua Direktur. Setelah kita menemukan lokasi mereka aku akan ke sana. Apa yang akan kau lakukan?”


Park Chul Young beserta seorang anak buahnya, Joong Won dan Yeon Hwa tiba di hotel yang sama dengan hotel tempat Rey menurunkan Yoo Gun. Kedatangan mereka tidak luput dari pengintaian agen-agen yang sepertinya bekerja sama dengan NSS. usai memfoto-foto ia melaporkan lewat telepon kalau Park Chul Young dan kedua tersangka (Joong Won dan Yeon Hwa) baru saja tiba di hotel.
“Aku sudah mengirimkannya lewat email jadi kirimkan ke NSS di Korea.

Sambil menunggu kunci kamar hotel, Joong Won mencoba mengajak Yeon Hwa bicara.


“Yeon Hwa, mari kita bicara.”
“Apa lagi? Jika kau membicarakan hal tidak penting, hentikan sekarang.”
“Aku sering bercanda jadi aku mengatakann ni agar kau tak salah paham. Aku bukan seperti orang yang kau kira. Selama sembilan bulan terakhir kau tahu betapa menyakitkan bagiku untuk berdua denganmu? Aku juga pria!” Joong Won mengangkat tangannya.
Yeon Hwa meringis jijay, “Aku bahkan tak mau memikirkannya. Menjijikan!”
“Menjijikan apa? Aku tahu sikapmu sekarang bukanlah perasaanmu sesungguhnya. Pokoknya, jika ini berjalan lancar, cari tempat yang tidak diketahui orang. Kita berdua pergi dan bersembunyi di sana.” Asli, tampangnya Joong Won waktu ngomong ini mupeng banget sama Yeon Hwa. Ckckck
“Lalu, apa yang akan kita lakukan di sana?”
“Apa maksudmu? Banyak yang dapat dilakukan antara wanita dan pria bersama.”
“Tidak mau!”
“Kau selalu berkata begitu. Ah, seriuslah, aku tahu kau punya perasaan pada kepala kuning itu.”
Yeon Hwa terkejut. “Bagaimana kau tahu Rey? Kau pernah bertemu dengannya?”
“Jangan meremehkanku. Dan rambut kuning itu, kau tahu kalau dia mewarnainya? Setelah rambutnya tumbuh, rambutnya sama saja sepertiku. Selain itu, rambut itu sudah ketinggalan jaman sekarang. Baik, jika kau suka seperti tiu, aku juga akan mewarnai kuning rambutku! Aku akan mewarnainya!”
Yeon Hwa melengos mendengar cerocosan Joong Won yang dengan semangatnya menjelek-jelekkan Rey. Emang Rey jelek kok -_- saat itu, ajudannya Park Chul Young datang menyela adu argumen keduanya. Ia memberikan kunci kamar seraya mengatakan Park Chul Young dan dirinya ada di kamar 807. Joong Won masih saja menyinggung warna rambut. Penting ya, Om ._.


Yeon Hwa menelpon Rey disaksikan Joong Won, Park Chul Young dan ajudannya. Yeon Hwa bilang Rey memintanya bertemu di pembangkit tenaga listrik di belakang dermaga esok hari jam sembilan malam. Yeon Hwa menambahkan, “Jika kau anggap bisa menangkap mereka dengan mudah, kau akan menyesalinya.”
Joong Won juga mencoba mengingatkan Park Chul Young, “Kapten, masih belum terlambat. Kau masih bisa kembali besok pagi.”
“Jika aku menginginkan sesuatu, aku harus mengambil resiko,” balas Park Chul Young.
Joon Won tak habis pikir, “Ini bukan resiko biasa. Dan aku juga tak mendapat banyak keuntungan dari ini. Tak bisakah kita pergi?”
Park Chul Young memberikan tatapan ‘galak’ pada Joong Won.
“Tentu saja tidak. Tentu saja kita tidak bisa pergi.” Hahahaha, dia yang mengajukan tanya dia pula yang menjawabnya sendiri.
“Meskipun kau meninggalkan negaramu, tapi negaramu telah memberimu kesempatan lagi. Apa kau akan membuang kesempatan itu?” tandas Park Chul Young.
“Baik, baik aku akan pergi! Kau tak perlu begitu dramatis menyebutkan negaraku dan semuanya.”
Yoo Gun menyiapakan peralatannya untuk menunaikan misi.


Usai memeriksa beberapa berkas bersama ajudannya, Park Chul Young meninggalkan kamar Yeon Hwa dan Joong Won. Sebelumnya ia menyuruh ajudannya istirahat sebelum pagi datang. Sepeninggal Park Chul young ke kamarnya, ajudannya menarik sebuah kursi dan meletakkannya di depan pintu kamar, maksudnya berjaga-jaga kali ya sampai-sampai dia tidurnya depan pintu gitu? Joong Won yang bersiap tidur, memprotes ia tidak akan lari lagipula di luar dingin. Aku pikir Yeon Hwa sudah tidur ternyata belum. Ia hanya pura-pura.
Park Chul Young tiba di kamarnya. Saat ia hendak melepas dasinya, matanya menangkap bayangan yang terpantul di koper silvernya. Jung Yoo Gun.


Trio NSS, Soo Yeon, Hyun Woo dan Shi Hyuk tiba di Jepang. (Young Min kok gak diajak? Kan partnernya Shi Hyuk). Seorang agen Jepang menyambut mereka.


“Aku Kimura dari Kabinet Intelijen dan Kantor Investigasi. Senang bertemu denganmu.”
Mereka bersalaman dan saling mengenalkan diri. Shi Hyuk bertanya berapa jauh mereka dari hotel? Kimura menjawab sekitar 20 menit dari situ. ia lalu menyerahkan kunci mobil dan kunci kamar hotel.
“Seperti permintaanmu, aku telah memesan kamar di lantai yang sama dengan tempat mereka menginap.”
“Terimakasih,” ucap Hyun Woo.
“Dan, kuharap tak akan ada keributan besar terjadi...” harap Kimura.
Mereka bertiga berangkat menuju hotel.

Park Chul Young digiring Yoo Gun ke dermaga. Aaaaah, nampaknya Yeon Hwa berbohong mengenai pembicaraan dengan Rey di telpon tadi ><


Park Chul Young membalikkan badannya dan terkejut melihat siapa adanya yang sudah menodongkan senjata dan menggiringnya ke tempat tersebut.
“Kudengar kau menghilang. Jadi, kau di sini? Aku tak percaya kau juga bagian dari IRIS. Tapi... Kenapa kau menyerahkan Kim Yeon Hwa di Hungaria?”
“Apa kita pernah bertemu?” tanya Yoo Gun. Tatapan matanya mengerikan, but i don’t like. Lebay... hahaha.
Park Chul Young mengernyitkan keningnya. “Kau sungguh tidak ingat aku?” Park Chul Young hendak maju namun Yoo Gun mendekatkan moncong senjatanya di kening Park Chul Young. Rey muncul.
“Kalian berdua bersenang-senang? Dia sedang bermain pikiran denganmu. Mencoba untuk membingungkanmu.”
“Bagaimana dengan Kim Yeon Hwa?” tanya Park Chul Young pada Rey.
“Bagaimana dengannya?” Rey malah membalikkan tanya. “Kill him!” suruhnya.
Park Chul Young diam-diam meraba kantung jas-nya, ia menekan sesuatu seperti ponsel (?)
“Jung Yoo Gun, coba ingat aku.”
Yoo Gun mulai ragu-ragu, terlihat dari matanya.
“Apa yang kau tunggu?” desak Rey.
“Jung Yoo Gun!”
Senang ketemu denganmu, Ketua Tim Jung Yoo Gun...
Siapapun yang mencari masalah dengan Yoo Gun... Yoo Gun samar-samar mengingat suara-suara itu.
“Tembaklah!” bentak Rey tidak sabaran.
Park Chul Young menggunakan kelengahan Yoo Gun dan melompat terjun ke laut. Rey sempat menembakan senjatanya secara membabi-buta ke arah Park Chul Young.
Yoo Gun masih tertegun. “Rey, siapa dia? Jung Yoo Gun.”
“Dia bukan siapa-siapa. Musuhmu akan menggunakan segala cara untuk mengelabuimu. Kau harus fokus!” dalih Rey kesal dan berlalu meninggalkan Yoo Gun. Dari wajahnya, kelihatan Yoo Gun terpengaruh dengan uacapan Park Chul Young. Akankah? 


Bersambung Ke Part 2 Yaaaa ^o^
Komen : 
Yoo Gun dibikin seperti Zoombie sama Rey >< *Bejek-bejek Rey biar jadi perkedel sekalian!

No comments:

Post a Comment

Haiii, salam kenal ya. 😊