Sinopsis IRIS 2 Episode 2 Part 1


Episode 2


Saat penyerangan oleh kelompok IRIS yang dipimpin Rey berlangsung, Kapten Park sedang menginterogasi Baek San.


“Sejujurnya, aku tidak mengerti kenapa anda masih hidup.  Anda mengkhianati negara dan organisasi Anda.  Anda adalah monster yang membunuh rekan-rekan agen Anda,“  kata Kapten menunjukkan determinasinya.
“Aku memasuki Badan Intelijen Pusat pada tahun 1972. Jadi aku hidup di medan peperangan bayangan selama lebih 40 tahun.  Semua yang dilakukan NSS adalah ilegal. Jangan katakan kau tidak mengetahui itu.  Sejak awal, tujuan dari dinas rahasia adalah untuk melenyapkan setiap elemen yang mengancam keamanan nasional. “ Baek San menimpalinya dengan tenang. Sangat tenang malah.

“Anda menipu diri sendiri dengan berpikir bahwa Anda masih hidup di era perang dingin. Apakah anda tidak tahu? Saat ini kita hidup di era komunikasi dan keharmonisan,” sela Kapten Park.
“Kau sungguh percaya dengan hal itu?”
Wajah Kapten Park sedikit berubah mendengar pertanyaan Baek San. (Aku pribadi sependapat dengan Baek San. Tidak ada yang pernah benar-benar tenang. Ada  saja yang terjadi di balik ketenangan yang kita lalui sekarang. Hanya saja kita tidak akan pernag tahu apa yang sesungguhnya terjadi di balik layar. Konspirasi dan lain-lain, aku adalah orang yang percaya ada yang semacam itu.)


Kelompok Rey sudah bergerak.
Kembali ke ruang interogasi Baek San.


“Perhatianmu telah begitu terpaku pada rudal Unha-3 yang tersamar sebagai hulu roket hingga kau tak mengenali hubungan antara  Korea Utara dan Iran yang mendesak perkembangan nuklir mereka.” kata Baek San. (Korea Utara dan Iran merupakan negara yang dengan terang-terangan menunjukkan pengembangan nuklir, hal ini tentu saja meresahkan pihak Amerika dan negara-negara lainnya termasuk tetangga sedarah Korut, Korea Selatan).

Baek San menambahkan, di mana bimbingan tidak ada, suatu bangsa terjatuh. Sedangkan dimana berlimpahan pembimbing maka ada kemanan. Di antara dinas-dinas rahasia di seluruh dunia, satu-satunya yang berfungsi dengan efektif adalah Mossad dari Israel. Dalam dua atau tiga tahun, mereka membunuh empat ilmuwan nuklir Iran. Mereka juga (Mossad) menemukan bukti bahwa Korea Utara menjual teknologi nuklir mereka pada Suriah. Itu seharusnya menjadi peranan NSS. Demi kemanan negara dan rakyatnya, mereka menjalankan perang bayangan.  Berselancar di internet dan menindak penyelundupan. Ini bukanlah sebuah badan untuk hal-hal biasa seperti itu.
(Kelihatannya Baek San menampung kekecewaan atas kinerja NSS selama ini.)

Kapten Park berkata ia tidak ingin manusia sampah seperti Baek San berbicara tentang NSS. Jadi alasan kenapa Baek San menyerah pada NSS adalah karena Baek San takut IRIS akan melenyapkannya. Bukankah benar begitu?
“Perjalananmu masih jauh, Kapten Park. IRIS tidak akan pernah bisa membunuhku.” Ada nada optimisme dan kepercayaan diri yang tinggi dalam ucapan Baek San.
(Akhir episode 1 telah diceritakan bahwa Rey Cs menyerang petugas yang berjaga-jaga di sekeliling Camp KC).
Interogasi Kapten Park masih berlanjut.
Ia bertanya mengapa IRIS tidak bisa membunuh Baek San?  Apa yang diinginkan IRIS pada Baek San? Dan Baek San tahu betul mengapa NSS merepotkan diri meneliti surat kabar yang dibaca Baek San. Mereka ingin mecari sesuatu. 


“Itulah masalah yang perlu kau pecahkan sendiri.” Tandas Baek San penuh rahasia.
Tepat saat itulah alarm berbunyi menandakan situasi darurat. Yoo Gun yang sedari tadi cermat mendengarkan percakapan Kapten Park dan Baek San sontak tersadar akan sesuatu. Ia mencoba mengutak-atik komputer untuk mencari tahu apa yang terjadi, tapi kan kamera pengawasnya sudah di-hacker.  Seluruh jaringan komunikasi di sekitar Camp KC turut dilumpuhkan.


Di kantor pusat NSS, Choi Min terburu-buru memasuki ruangan dimana Team TF-A bekerja. Ia melarang agar tidak usah memberikan penghormatan. Choi Min bertanya di mana Kapten Park Joon Ha? Kenapa dia tidak menjawab teleponnya? 


Hyun Woo menjawab, Kapten Park ada di Camp KC.
“Bagaimana kabar di sana? Apakah mereka mendapatkan sesuatu dari Baek San?” tanya Choi Min.
“Belum ada.”
Tidak ada yang tahu telah terjadi penyerangan di Kamp KC.
Yoo Gun menurunkan saklar lampu hingga membuat gelap seluruh Camp KC. Yoo Gun terlibat baku tembak dengan Rey dan Yeon Hwa. Yoo Gun menyelinap masuk ke ruang penahanan Bek San, di sana masih ada Kapten Park. Kapten Park bertanya apa yang terjadi? Keberadaan Camp KC telah diketahui dan mereka sedang diserang. Kapten Park melirik Baek San lalu mengeluarkan pistolnya.
 
“IRIS nampaknya meninggalkan bayangannya di NSS,” kata Baek San sambil membuka kacamatanya. Mungkin mata-mata maksudnya. Salut sama ketenangan bapak satu ini.


Rey Cs mulai mendekati ruangan Baek San.  Mereka menembaki pintu tapi masih belum bisa membuka pintu. C4, kata Rey memerintahkan. C4 adalah bom dengan daya ledak tinggi. Saat Yeon Hwa akan maju, Rey menahan tangannya dan menyuruh salah satu anak buahnya untuk mengerjakannya, bahaya kali ya?
Dhuuuaaaar!


C4 meledak, pintu sukses dirusak. Tapi ruangan sudah kosong. Baek San beserta Yoo Gun dan Kapten Park melarikan diri menggunakan pintu darurat.
Rey kesal, diperintahkannya anak buahnya agar target segera ditemukan. 

Di kantor pusat NSS, Kang Byung Jin kaget melihat layar monitornya. Nggak tau dia ngeliat apa tapi nampaknya berita penyerangan Camp KC sudah mereka terima. Hyun Woo bergegas. Cari semua kendaraan yang mendekati rumah tersebut dalam satu jam terakhir dan lacak mereka. Mi Jin, hubungi Wakil Direktur! Suruhnya. 
“Seseorang menuju ke server!” kata Byung Ji melihat layar monitornya.
Choi Min meminta agar Baek San diamankan. Kirim tim SWAT dan juga telepon kantor polisis terdekat untuk meminta bantuan.
Yoo Gun, Baek San dan Kapten Park berlari menerobos hutan pinus yang dilapisi salju. Pasti dingin banget ya? 


Rey Cs juga bergerak dengan sangat cepat. Mereka melakukan pengejaran.
Yoo Gun, Kapten Park dan Baek San bersembunyi di balik gundukan salju. Kapten park menyuruh Yoo Gun pergi membawa Baek San. Jadilah kapten Park menjadi tameng, ia menembaki Rey Cs sendirian.  Kakinya tertembak. Hiks. Ia belum menyerah. Ia berhasil menembak seorang anak buah Rey. Dan tembakan beruntun Rey mengenai Kapten Park menyebabkan ia jatuh tersungkur. Telponnya berbunyi. 

 
Sebelum ia sempat mengangkatnya Rey yang datang mengambil hape itu dan menggeser tombol hijau (Sammsung Galaxy). Rupanya itu telepon dari Hyun Woo. Hyun Woo mendengar teriakan terakhir Kapten Park yang menyuruh Yoo Gun yang tak juga pergi. Yoo Gun melihat Kapten Park meregang nyawa setelah Rey menembakinya berkali-kali.  Ia secepatnya masuk ke mobil (Ini mobil datangnya dari mana ya? Bukannya mereka lari bukan lewat pintu depan ya? Hmmm... abaikan :D).
Hyun Woo sadar telah terjadi sesuatu. Ia lekas memacu mobilnya.


Yoo Gun melarikan mobilnya di bawah pengejaran Rey Cs. Liat wajahnya Baek San, ya ampuuun nih bapak makannya apa sih kok tenang-tenang saja...  Mobi Yoo Gun dikejar dua mobil lainnya.
Hyun Woo melakukan komunikasi dengan Byung Jin,  ia menanyakan apakah Byung Jin sudah menemukan kendaraan yang ia maksud. Dua kendaraan berjalan keluar, kata Byung Jin.
“Kirimkan sinyal untuk mobil yang pergi pertama kali.”
Dengan ponselnya Hyun Woo mencoba melacak mobil Yoo Gun.
Dua mobil yang mengejar nyaris mencapai mobil Yoo Gun. Mereka terus menerus menembaki mobil Yoo Gun. Rey berhasil menembak kaca mobil Yoo Gun di bagian tempat Baek San duduk. Yoo Gun membawa mobilnya ke pangkalan militer yang banyak tentaranya.  Menunjukkan tanda pengenalnya. Meminta petunjuk keadaan darurat 76, katanya.


Rey Cs kehilangan kesempatan menculik Baek San. Coba aja berani masuk ke sana kalau pengen ditembak mati para tentara. Mereka memutar balik, kembali ke markas.



Keesokan harinya, di rumah sakit tempat Soo Yeon dirawat. Ia sudah sadarkan diri. Tidak ada siapapun.  Ia berjalan keluar kamar perawatannya. Namun seorang perawat mencegatnya menyuruhnya kembali dan ia yang akan memanggil dokter jaga. Soo Yeon ingin keluar dari rumah sakit hari itu juga. Lalu suster meminta agar Soo Yeon duduk dulu, ia akan memanggil dokter yang bertanggung jawab atas Soo Yoen. Soo Yeon menurut.  Saat itu, Choi Min datang. Ia duduk di samping Soo Yeon.
“Apa kau ingin bergegas pergi ke suatu tempat? Seandainy aku tahu kau sudah sadar, aku akan membawakanmu segelas,” katanya menunjukkan kopinya. “Mereka mengeluarkan peluru di dekat tulang dengan selamat. Syukurlah tulangmu tidak mengalami kerusakan.  Tapi akan lebih baik jika kau tidak memegang senjata untuk sementara waktu. Aku mendengar kau dipanggi Top Gun,” ucap Choi Min.

 
“Anda siapa?”  Oh, waktu Choi Min datang ke NSS pertama kali, Soo Yeon tidak ada.
“Aku rasa kau bisa bilang aku atasan baik hati yang datang mengunjungi salah satu agennya yang terluka. Aku Wakil Direktur baru, Choi Min.”
Soo Yoen akan memberikan penghormatan tapi Choi Min menyuruhnya duduk.
Soo Yoen bertanya selain dia adakah orang lain yang terluka karena Baek San?
“Telah terjadi suatu kecelakaan,” Choi Min menjawab.


Di sebuah pemakaman. Ada foto Kapten Park. Hiks. Ahjussi ini Cuma jadi Cameo sampai episode 2 aja. Yoo Gun dan Hyun Woo turut menghadiri pemakaman Kapten park.
Sepeninggal para pelayat. Yoo Gun berdua dengan Hyun Woo. Hyun Woo menanyakan keberadaan Baek San. Yoo Gun tak menjawab.
“Kau tak mempercayaiku?” tanya Hyun Woo.  “Kenapa dia menyerah kepada NSS? Apa yang dia cari di surat kabar Rusia? Kita harus membuatnya mengakuinya. Jika tidak... Kapten Park... kematian Kapten Park akan jadi sia-sia.”


Yoo Gun tak berkomentar apa-apa. Hyun Woo melihat ke arah lain. Raut wajahnya berubah. Ada yang datang. Yoo Gun mengikuti tatapan Hyun Woo. Ternyata Soo Yoen yang datang. Ia memakai pakaian hitam.


Waktu berjalan cepat....



Yoo Gun menemui Oh Hyun Kyu. Mereka mencoba membuat sketsa pelaku yang melakukan penyerangan di Kamp KC. Itu adalah sketsa menyerupai wajah Rey.  Hyun Woo datang. Ia menanyakan apakah hasilnya sudah keluar. Yoo Gun menunjukkan sketsa yang dibuat Oh Hyun Kyu. 


Yoo Gun menyinggung kejadian yang terjadi di tahun 2009 (IRIS season 1), mungkin saja terjadi teror nuklir di Seoul.
Mereka berpindah ke ruangan TF-A.
“Itu sebelum aku bergabung dengan NSS jadi aku tidak mengalaminya.  Tapi aku mengetahuinya setelah membaca laporan untuk insiden baru-baru ini, “ terang Yoo Gun. “Para teroris melatih keras personil keamanan Korea Utara dan dalangnya menerima dukungan dari IRIS dan orang itu adalah Letnan Jenderal Yum Gi Hoon.”


“Kalau begitu, obyeknya adalah memulai perang dan selagi berurusan dengan itu dia berniat untuk mengambil alih kekuasaan.”
Yoo Gun menambahkan. “IRIS tak pernah menunjukkan dirinya  sejak peristiwa tersebut.  Tapi kini IRIS menunjukkan dirinya lagi.”
Pasti ada alasan, kata Hyun Woo.
“Aku penasaran... apa alasannya...” Yoo Gun menatap Hyun Woo.

Ruangan TF-A ramai. Soo Yoen datang. Ia disambut dengan hangat. Semuanya senanh Soo Yoen sudah pulih. Soo Yoen berkelakar, ia minta sementara waktu tolong bebaskan dia dari tugas lapangan bersama Seo Hyun Woo.


Yoo Gun dan yain lain tertawa. Soo Yoen menarik Hyun Woo ke tempat lain.
----
Baek San dipertemukan dengan Kang Chul Hwan, Direktur NSS.


“Aku terkejut bahwa anda memimpin NSS saat ini,” ucap Baek San.
“Kenapa?” tanya Direktur Kang.
“Saat Anda di Badan Intelijen Nasional, Anda ingin menutup NSS.”
“Bagaimana seandainya aku belum mengubah pikiranku? Pertama, IRIS terus melanjutkan mencari anda. Kedua anda ingin melarikan  diri dari IRIS bahkan meski itu berati pemenjaraan.  Karena itu Anda memiliki kunci sesuatu yang diinginkan oleh IRIS. Bagaimana?”


“Anda terlalu gampang memasukkan jaring Anda. Bisa saja yang tertangkap di jaring adalah ubur-ubur dan bintang laut. Bila Anda menginginkan tangkapan besar, Anda membutuhkan lebih banyak kesabaran.” Baek San berteka-teki.
Direktur Kang tertawa, “Tentu. Kenapa tidak? Lagipula Anda-lah umpannya.

 
“Umpan mati tidak akan ada gunanya bagi anda. Jadi Anda harus benar-benar melindungiku.”
Direktur Kang hendak berdiri dan meninggalkan ruangan itu, Baek San menyebut nama Jung Yoo Gun. Ia ingin berbicara dengannya. Siapa yang tahu? Dia mungkin adalah umpan untuk membuatku bicara... begitu kata Baek San. 

 
Bersambung ke Part 2
Komentar :
Kok aku kasian ngeliat Baek San ya? Sedih liat dia udah tenang di penjara tapi IRIS masih aja nguber-nguber dia... Yang berperan jadi Baek San ini sering banget berperab jahat... Kira-kira apa ya yang dicari IRIS sama Baek San? Sejak Choi Min datang dan memulai membuka kembali kasus Baek San, sejak itulah IRIS mulai beraksi. Benar kata Baek San, ada mata-mata di NSS. Buktinya, kenapa coba IRIS tahu tempat persembunyian Baek San kalau nggak ada yang ngasih tahu? Dan mata-matanya adalah orang penting di NSS yang berurusan langsung dengan kerja-kerja agen NSS. Who is she/he?

Oya, reader... komenin dong sinopsisnya, biar aku tau ada yang baca atau nggak. Hehe...

5 comments:

  1. Wahhh, bagus sekali ceritanya...
    Ayo semangat menulis sinopnya,,, :D

    ReplyDelete
  2. Makasih udah mampir dan baca. Agak amburadul ya sinopnya? Mian, maklum sinop pertama. Rada sussyah nulis sinop IRIS 2 tapi insya allah teteup ngelarin ampe tamat. :D

    ReplyDelete
  3. bagus banget kok alurnya.. bahkan rapi menurut aku.. keren!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah... Makasih, Dera ^^

      Delete
    2. Bner banget tu,,,
      selain ceritanya yang rapi
      komentarnya juga bagus n bikin ketawa
      kekekekeekek

      Delete

Haiii, salam kenal ya. 😊