Someday, Ilhoon-ah...

 


This is (not) my goodbye letter....

I’m missing my complete boys. My happy virus since 2015 and still counting....

My hands are trembling, my heart is aching, and I’m crying really hard while typying this post right now.

... and BTOB song still playing on repeat.

I’m breaking down.

No. This is (not) my goodbye letter to my boys...


♥♥♥♥♥♥♥


“If I could meet the us from that time,
I want to tell them about this warm future*
It’s supposed to be sad, but right now all that fills me up is
the beauty of the nostalgic scenery that I saw with you.” –Because We Can Meet Again, BTOB

Sudah lama sekali sejak terakhir saya menulis tentang BTOB di blog ini. Dan sekalinya mau mosting malah yang kayak begini .

Setelah berita nggak enak itu keluar, saya nggak banyak berkomentar di Twitter. Bukan karena saya nggak peduli, saya nggak tau mesti komentar seperti apa. Masih shock, mungkin. Saya tidak tahu beritanya karena saat itu saya sedang berada dalam kondisi yang tidak menyenangkan—saya menghindari medsos. Mbak Lili yang ngabarin. Setelahnya Saya enggak berniat nyari informasi tentang itu. Pun di timeline saya terkesan sepi. Saya bersyukur mem-follow orang-orang yang nggak suka bertingkah polah bak drama queen. Saya sangat berterima kasih. Pada saat-saat seperti ini, saya menyadari betapa pentingnya berhati-hati saat memutuskan mem-­follow  siapa di medsos. Sedikit banyaknya itu akan memberi pengaruh pada kita.

“We searched for the same star,
we shed the same tears,
we found the same feelings in each other
I only have this place to return to.” –Because We Can Meet Again, BTOB

Tentang Ilhoon, alih-alih marah atau kecewa, saya justru sedih. Saya takut. Aneka skenario terburuk wara-wiri di benak saya. Sejak mengikuti BTOB di tahun 2015, dan mengaku fans di tahun 2016, belum pernah sekali pun Ilhoon mengecewakan saya dengan tingkah dan kelakuannya. Yang selalu terjadi, Ilhoon dan tingkah polahnya sangat menghibur dan menginspirasi saya. Aih, Ilhoon dan celetukan-celetukannya yang cerdas... I’m gonna miss it so badly. My intelectual boy.

“I’m walking this way, where we first met

There are memories of all the days that we had

And I can see the shadows of trees and

They’re still big or even bigger
its hard to endure this pain

It feels like I’m losing my vigor.” –Beyond The Time, BTOB

Saya nggak bisa marah atau kecewa, saya juga nggak ngerti kenapa saya bereaksi demikian. Saya pernah bilang nggak akan menolerir jika bias saya melakukan hal-hal yang melawan hukum, but look at me now... I’m not angry, I couldn’t help myself. I’m crying so hard. Ilhoon ah eottokhe.... .

Apakah saya ngebela dia?

TIDAK. Sesayang-sayangnya saya sama bias, kalau dia salah, saya nggak akan ngebela. Saya masih cukup sadar untuk tidak membelakangi logika dan prinsip saya sendiri. Investigasi masih berlangsung, bagaimana hasilnya nanti, terbukti benar atau tidak, sikap saya ke Ilhoon (sepertinya) tidak akan berubah, tetap sama seperti sebelum berita itu pecah. Saya tidak bisa mencoret atau melenyapkan namanya seenak hati saya. Biar bagaimana pun memori baik yang Ilhoon berikan ke saya kelewat banyak, banyak sekali. Dan semua nyampenya ke saya tulus. Di mata saya hal-hal baik, ucapan-ucapan baik yang dilontarkan Ilhoon selama ini, itulah yang mendefinisikan sosoknya seperti apa di ingatan saya. Untuk hal-hal yang tidak saya ketahui, untuk hal-hal yang tidak seperti yang tampak, saya tidak ingin meraba-raba, atau mengira-ngira, atau mencoba mengeluarkan jurus menilai saya. Tidak ada hipotesis ini itu. Saya tidak ingin menyakiti diri sendiri dengan hal-hal yang tidak jelas juntrungannya. Saya berusaha sebaik-baiknya untuk tidak berspekulasi.



Selalu ada resiko dan konsekuensi yang mesti ditanggung pada apa-apa yang kita lakukan. Saya tidak akan membela yang salah, tapi saya tidak akan meninggalkan. Mungkin nanti, seiring waktu saya (bisa) menemukan alasan untuk meninggalkan, tapi sekarang? Saya tidak punya alasan itu. Dan saya berharap (semoga) saya tidak (akan) pernah menemukan alasan untuk minggat. Saya bukan fans yang berada di garis awal, saya hanya fans yang datang di pertengahan jalan. Menyoal kontribusi, nyaris nihil. Kontribusi terbesar saya (jika bisa disebut kontribusi), satu-satunya (mungkin) hanya ini: rasa suka dan sayang yang sangat besar terhadap mereka. Saya menyukai BTOB untuk alasan yang cukup dimengerti oleh saya sendiri.

Saya tidak ada urusan dengan pilihan atau keputusan yang diambil orang lain terkait kejadian ini, juga bagaimana orang-orang bereaksi setelahnya. Yang kecewa, yang marah, yang pergi, yang memutuskan berhenti—kita semua berhak memutuskan memilih yang mana. Saya hanya berharap, dari semua itu, tidak ada benci yang mengakar diam-diam. .

“In the blue of the sky, in the aroma of the wind,
any time, anywhere, I’ll be there
(I’m confident that everything will be okay
Even though, right now, I feel lost without you here
I don’t think I have a single thing in the world to fear
‘Cause I believe in fate and there’s never a “too late”
So, I got this feeling that I’ll see you once again
I’m confident that everything will be okay).” –Because We Can Meet Again, BTOB

Tentang Ilhoon yang keluar dari BTOB, sekali lagi, saya tidak ingin menyalahkan siapapun, CUBE, member yang lain... saya tidak mau melalukan itu. Saya tidak tahu dari mana datangnya rasa percaya yang luar biasa ini kepada BTOB. Selama ini, selama saya ngefans sama mereka, mereka selalu menemukan cara untuk memenuhi janji, atau kalimat yang pernah mereka ucapkan. Mereka selalu berusaha melakukan yang terbaik. Jadi, keputusan-keputusan yang mereka ambil dalam situasi yang mengerikan ini, saya percaya itu tidak diputuskan secara serampangan. Melody menyanyangi BTOB, tapi tidak ada yang bisa mengalahkan rasa sayang BTOB ke BTOB sendiri. Kita tahu ini dengan sangat baik. Tidak ada yang ditinggalkan di belakang. Kita bisa memilih untuk tidak meninggalkan siapa pun di belakang.

“Let’s start again from this place
See, because we will meet again
(I won’t say good-bye, I can’t let go
I can’t face a tomorrow without you
but I’ll believe in our united hands until that day)” –Because We Can Meet Agaib, BTOB

Barangkali saya akan terdengar terlalu muluk saat mengatakan ini, jika nanti Ilhoon diputuskan bersalah, saya hanya ingin dia menyadari, sebenar-benarnya menyadari kesalahannya dan merefleksikan diri dengan total. Jika ada hukuman, itu sudah aturannya. Tapi refleksi itu sebuah keharusan. Saya tidak berharap satu kejadian ini akan menghancurkan Ilhoon. Menjadi atau tidak lagi menjadi bagian dari BTOB, Ilhoon tetap Ilhoon di mata saya. Jung Ilhoon dengan semua memori baik yang pernah diberikan kepada saya sebagai fans. Saya tidak mungkin lupa. Saya tidak bisa.

Ilhoon ah... Ilhoon ah... Jung Ilhoon.... .

I know things may be haard right now

But you gotta keep going girl, you can’t slow down

Just look around and turn thaat frown upside down

Get off the ground and keep your chin up you can’t stop now

For the both of us you gotta be strong

You know it’s time to start adjusting and we both gotta move on I know

It might feel like the end but its actually just the start

I know yoy that you know that

Its true deep down in your heart.” –Further Rise, BTOB

Bakal kangen banget ketawanya Ilhoon di tengah-tengah BTOB. Celetukan-celetukannya yang memancing tawa, yang ngajakin mikir, Ilhoon dan lirik-lirik rap dan lagunya yang bagus sekali... Ilhoon yang rap-nya selalu bisa bikin jatuh cinta... Jung Ilhoon, maknae kesayangan saya.

Ilhoon ah.. semoga masih akan ada moment ketika kamu dengan lepasnya teriak BTOB back again!

Now, please teach me how to not cry when I’m listening BTOB’s song. I can’t help myself. The tears won’t stop coming out  .



“Why was is that when I feel like I’m alone?

The man in the mirror appears shabby?

Without any confidence, just muttering to myself all day

Lights full of stars, No... there’s life full of stars

So many good people gonna wake you up when you’re down

So don’t be afraid of it, I’m tryna smile too

Can I keep going my way, if you want to.” –Further Rise, Ilhoon’s part



Tentang Ilhoon, ada satu yang paling saya ingat, dari The Beat (promosi It’s Okay). Dia dan Eunkwang duduk berdua. Pada saat itu Eunkwang mengaku bahwa itu kali pertama ia menunjukkan sisi seriusnya. Ilhoon sempet-sempetnya ngejulitin hyungnya. Tapi apa yang diucapkannya pada Eunkwang tidak hanya mengejutkan Eunkwang, tapi juga saya. Akurat sekali penggambarannya mengenai sosok Eunkwang di mata BTOB.

“Hyung is a painter, and hyung is drawing a scenery of plaza. There are so many people in the plaza. Hyung is the person who draws the people. And we are the people inside the drawing. Each of us has a role inside hyung’s drawing. Hyung has to think like that.

‘I’m the one who draws this drawing.’ Look the drawing as a whole. If Hyung does as Hyung thinks, then its finished.”

Di saat yang sama, Ilhoon semacam pengen ngasih support ke Eunkwang, bahwa Eunkwang harus lebih percaya diri sebagai leader. Ilhoon, yang meskipun hobi banget ngejahilin hyungnya, tapi memiliki sisi kedewasaan yang luar biasa.

Our Angel. .

Azz

4 comments:

  1. Makasih kak udah buat postingan ini. Aku baru baca dan benar-benar bisa buat aku makin lebih "tenang" sekarang. Terkait masalah Ilhoon, aku juga dipihak yang tidak ingin berkomentar banyak. Walau sempat agak nge-tweet nangis2(?) drama di twitter hehehe.

    Masalah Ilhoon ini menurutku abu-abu. Di beberapa negara itu legal, biasa aja. Tapi di negara-negara asia seperti, Indonesia, Korea Selatan, dsb, ya itu ilegal dan merupakan tindakan yang menyalahi aturan hukum. Semua orang punya masa di mana ia berada pada titik terendahnya, ini masanya Ilhoon berada di titik itu. Aku akan selalu dukung dia agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Amel. Aku pun, sebenarnya menulis ini demi menenangkan diri sendiri. Sejak kasusnya keluar, aku udah tau aku harus nulis sesuatu di blog untuk meng-clear kan isi kepalaku. Pilihan yang tepat untuk kita enggak banyak omong soal ini. Takutnya malah berimbas jelek ke BTOB sendiri.

      I trust them. Lagi-lagi aku ga bisa ngejelasin kenapa aku bisa se yakin dan se-percaya ini ke mereka. BTOB belum pernah ngecewain saya sih :')

      Semoga kejadian ini bisa dijadikan Ilhoon pintu untuk berubah dan introspeksi diri. Mengubah dan meninggalkan apa yang salah, menyesal dan tidak mengulangnya lagi. Terlalu banyak hal-hal yang harus dikorbankan kalau dia enggak berjuang untuk lepas. :(

      Delete
  2. Aku pertama kali kenal dan mencoba lagu2 BTOB dr Blog Mbak Azz.. sampek akhirnya memutuskan nge-stan, grup kpop pertama yg kuakui sbg bias. Jatuh cinta platonik sama sungjae tapi sayang sama semua hyungnya. Makin baca kekompakan BTOB makin terharu.

    Sampek akhirnya aku nikah di tanggal 4 oktober. Ultahnya Ilhoon. Dan sekarang ilhoon memutuskan berjalan tanpa hyungnya. Aku menghormati keputusannya. Tapi gak bisa nggak hati ini porak poranda. Setiap liat btob7, hati rasanya seperti diremuk.

    Padahal udh janjian sama temen mau nnton konser BTOB di jakarta.

    Ternyata blm berjodoh dg ketujuhnya. Tapi akan selalu menyayangi btob, ilhoon dan semuanya. Mereka, BTOB dan sungjoy menyelamatkan aku 2019 saat aku desperate parah. Blog kak Azz jg.

    Makasih ya kak.. aku yg kapan hari bela2in buka twitter karena blog kakak lama gak post.

    Semoga kak Azz sehat selalu. Bahagia dimanapun kakak berada..

    Love, Ratih :)

    ReplyDelete
  3. Kita semua bersedih karena Ilhoon, sedih karena kita sayang banget sama BTOB. Enggak ada yang lebih mencintai BTOB selain BTOB sendiri, ya kan? :')

    Meskipun terlambat, aku mau ngucapin selamat menempuh hidup baru, Ratih. Semoga kehidupan pernikahannya berkah. Tanggal nikahannya memorable banget huhuhu

    Aku terharu baca ceritanya Ratih. Mengetahui kalo blog ini ada manfaatnya untuk Ratih. It means a lot for me. Karena aku sering punya pikiran untuk menghapus Majimak Sarang. Sering banget ㅠ.ㅠ

    Ratih juga, di mana pun berada semoga selalu dilimpahkan kebahagiaan dan kelapangan menjalani hari-hari yang semakin keras dan serba tidak menentu ini. :')

    Love you too, Ratih. ^^

    ReplyDelete

Haiii, salam kenal ya. 😊