=BTOB Yook Sungjae & Red Velvet Joy=
*bgm : Young Love-Bbyu Couple
네가 아니었으면, 큰일 날뻔했어
I’ll be in trouble if it’s not you. I’ll be in trouble if you’re someone that doesn’t have the same personality as you. – Yook Sungjae
느키지? 어주는 매우 좋은 여자! 나만큼 어주는여자가 어딨엉
Now you know how nice I am? There’s no one else like me who laughs at all your jokes. –Park Soo Yeong (Joy)
*draft tulisan ini sudah lama mengendap di folder Majimak Sarang lepi*
Ini aneh, sudah berbulan-bulan We Got Married Bbyu Couple berakhir, tetapi saya masih sering me-rerun video-video mereka. Bahkan belakangan ini saya sering kepikiran, kangen sama dua cuties ini. Ditambah MBC yang meng-upload full video last concert-nya Bbyu, juga ada salah satu staf yang beberapa kali mengunggah foto Sungjae-Joy di IG padahal mereka udah lama ninggalin WGM. Kan kalau seperti ini Hayati semakin susah ngelupain momen-momennya Bbyu .
Kendati saya mengikuti Bbyu Couple sejak episode pertama hingga terakhir, saya tidak sampai menjadi diehard shipper mereka. Ketimbang mikirin yang mereka tampakkan real atau tidak—toh ini cuman rvariety show—saya enjoy sekali dengan chemistry Sungjae dan Joy. Mereka membuat saya tertawa, gemes, mesem-mesem, gigit-gigit ujung guling, pengen nampol... aih—
Interaksi  keduanya pure, apa adanya. Ditambah tim produksi WGM yang seperti sengaja memberi keleluasan bagi mereka, tidak ada niat untuk mengarahkan pasangan muda ini ke step yang lebih jauh layaknya pasangan setelah menikah. Pokoknya di mata saya Sungjae dan Joy itu natural awkward-nya /lah/. Uniknya, apa saja yang dilakukan Bbyu Couple di WGM sepenuhnya bersumber dari wish-list yang ditulis Joy, sebagian lainnya dari bucket list duet-nya Sungjae-Joy. Jadi sama aja kayak, mereka membantu mewujudkan mimpinya Sungjae dan Joy ㅋㅋㅋ
Kembali ke kali pertama saya menonton Bbyu Couple, waktu itu saya belum lama menyelesaikan School 2015. Di drama itu Sungjae berhasil mencuri perhatian saya dengan aktingnya—tapi saya gak sampe nge-ship Taekwang sama Eun Byul loooh apalagi sampe perang urat sarat dengan fansnya Yi Ahn-Eun Byul. *Inget Taekwang bikin saya kangen Dicta Eonni. Its been a while Eon.. I miss you so much .* Saya sedikit terlambat menonton WGM Bbyu Couple lantaran sibuk. Dua episode perdana Bbyu Couple sukses bikin saya ketagihan pengen nonton kelanjutannya. Fresh, cute, awkward. Itulah  kesan pertama yang saya dapat. Di mata saya, couple ini menampilkan apa yang belum pernah saya lihat selama menonton banyak couple di WGM. Sungjae dan Joy tidak mencoba memamerkan kemesraan—mengingat usia keduanya yang terbilang masih muda—seperti yang banyak dikhawatirkan netizen dan fans ketika news mengenai kemunculan mereka di WGM diumumkan. Mereka tampil apa adanya, sesuai usia. Sungjae 21 dan Joy 20 (tahun Korea). Sungjae yang tidak bisa berlaku romantis secara terang-terangan, sulit mengekspresikan perasaan, dan cenderung pemalu.... Lalu Joy yang kayaknya kebanyakan nonton drama romantis makanya di kepalanya penuh adegan-adegan khas romcom yang dicomotnya dari drama dan ingin melakukan reka ulang adengan tersebut bersama Sungjae di real life. Koplak gak? Iya. Alih-alih romantis, jadinya malah lawak. Tapi gemeshhhhhhhhh ihhh.
Saya seperti menonton cerita remaja yang baru mengenal apa yang namanya pacaran, bukan pasangan yang baru saja menikah. Ketika Joy berusaha mendekati Sungjae, Sungjae-nya yang malu. Tetapi ketika Sungjae mulai terang-terangan menunjukkan perasaannya, justru Joy yang tidak bisa membaca situasi. Tsk, tarik ulurnya bikin mesem-mesem. Dasar young couple! Aih, bikin kangen tauuuk .
Pertemuan pertama Sungjae dan Joy terjadi di sebuah taman. Malu-malu, kikuk satu sama lain. Saling berusaha memendekkan jarak. Saya bukan fans BTOB dan Red Velvet,)1 sebab itu saya sama sekali tidak punya gambaran apa-apa tentang bagaimana karakter Sungjae-Joy. Setelah menonton episode-episode awal, saya menyimpulkan kalau Joy itu orangnya straightforward, pengertian, dewasa, dan memiliki kepribadian yang cerah-ceria membuat siapa saja yang melihat senyumannya ikut tersenyum. Pantas saja Lee So Man memberika nama panggung Joy padanya. Sedangkan Sungjae tampak easy going, komikal, doyan becanda, punya aegyo yang segunung daaaan enggak bisa romantis sama sekali. Tetapi dibalik sifat kekanakkannya, Sungjae bisa diandalkan dan penuh tanggung jawab. Ada satu hal yang bikin saya takjub pada maknae BTOB ini, manner–nya itu loooh. Saya percaya, ada banyak dari kebiasaan manusia yang tidak bisa direkayasa, manner inilah salah satunya.  Mungkin bakal ada yang ngetwist Sungjae gak suka sama Joy-lah, inilah, itulah, makanya doi bisa dibilang sangat jarang sok mesra pada Joy. Saya pribadi menilai Sungjae—dengan sifat pemalu dan childish itu, ia berusaha menjaga serta menghargai Joy dengan tidak memanfaatkan kesempatan. Inget, WGM hanya program pernikahan virtual. Usia mereka masih muda. Mereka adalah idol. Dan lagi, kelihatannya Sungjae aware dengan fakta bahwa baik orangtuanya dan orangtua Joy menonton program tersebut.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat dan penghargaan saya kepada couple-couple lain dan fansnya, no offense, saya sejujurnya sudah merasa bosan dan tidak bisa ditipu lagi dengan keromantisan ala WGM, yang ketika couple-nya bercerai tak berapa lama kemudian entah si artis pria atau wanitanya ketahuan nge-date atau menikah dengan orang lain. Saya tahu dengan sangat jelas, tak semua viewers bisa menolong hatinya agar tidak jatuh cinta dan menjadi shipper couple tertentu dari WGM. Di antara sekian banyak couple di season 4 ini, hanya Bbyu couple yang betah saya tonton hingga episode terakhir bahkan sering saya rerun. Ketidakromantisan Sungjae dan tingkah polah Joy yang begitu klop dan bisa sejalan dengan childish-nya Sungjae lah yang membuat saya menyukai pasasangan ini. Saya malah geli sendiri kalau tiba-tiba Bbyu Couple berusaha mengeluarkan sisi romantis—yang ending-nya pasti bikin ngakak /nah loh/. Dengan seluruh pengalaman saya di dunia shipper yang sedikit tapi punya efek yang warbiassssah itu, saya tetap bisa mengendalikan diri dan selalu ingat WGM hanya acara virtual. Tidak pernah lebih. Hampir mustahil ada couple yang berlanjut ke real life.
Itulah mengapa ketika WGM Bbyu Couple berakhir, saya merasa sedih. Bukan sebagai shipper, tetapi sebagai salah satu viewer yang selalu menyukai kemunculan mereka di WGM. Gak bermaksud lebay, Sungjae-Joy tuh udah kayak healer untuk saya. Nonton mereka bikin mood saya cerah.
Bbyu Moments...
Di antara sekian banyak momen kebersamaan Sungjae-Joy, lumayan banyak juga yang masuk list favorit saya. Antara lain :
1N2D di desa kecil yang jauh dari Seoul. Bbyu Couple nginap di rumah Halmeoni. Di sana, mereka menghabiskan waktu dengan membantu memanen jagung, tomat, cabe dan lain-lain, makan ayam berdua, trus ke pasar desa belanja bahan masakan dan masak bareng untuk Halmeoni, Sungjae juga sempat berbicara via telepon dengan ayah Joy. Suer, scene di kebun jagungnya indah banget, mirip drama . Saya tidak menyangka, Joy bisa berani memperlihatkan wajah bangun tidurnya pada Sungjae di pagi pertama kebersamaan mereka. Padahal sebelumnya, ia sedikit berat hati wajah tanpa make upnya pada Sungjae dan viewers. Gak ada awkwardnya sama sekali. Malah terlihat nyaman satu sama lain. Saya saja sampe kaget. Kok bisa secepat itu? Saya menduga, syuting jauh dari Seoul rupanya bisa membantu mendekatkan keduanya.
Honeymoon di Jeju! Bahagia banget liat Bbyu pemotretan untuk kalender 2016. Tanpa sadar saya ikut tertawa melihat betapa adorable dan cute-nya couple ini. Ada scene ketika Sungjae dan Joy saling melumuri wajah dengan kue tart.
Park Misun’s comment is me!
Bbyu couple tuh jago banget jadi happy virus untuk penonton. Trus pemotretan di kolam renang, pas Joy belajar nge­-flip di dalam air. Sungjae gak bisa nahan diri untuk tidak ngakak. Untuk kesekian kalianya saya mendengar Sungjae menyebut Joy seperti Gaeguri alias kodok—tanpa maksud menghina ya. Panelis dan saya juga gak bisa berhenti ngakak. Mana Joy-nya pantang menyerah supaya bisa nge-flip kayak Sungjae.
Liburan ke Hainan, China. Waktu Sungjae dan Joy menyeberangi jembatan yang tingiiiiiii banget. Wah, ini favorit saya banget. Joy yang biasanya keliatan tangguh jadi tampak lebih menonjol sisi perempuannya. Sungjae tampil sebagai pelindung. Ecieeee. Joy takut banget dan memegang tangan Sungjae, tapi tiba giliran selfie doi semangat anet tsk tsk. Suer, cute!
Trus scene di cable car, Joy sengaja ngegoda Sungjae. Bikin Sungjae salting dan gak bisa ngebales ㅋㅋㅋㅋ
Berlanjut ke malam setelahnya, menjelang tidur, Joy dan Sungjae saling menata rambut masing-masing. Joy mengikat rambut Sungjae mirip antena, mana musiknya pake bgm-nya You Who Came From The Star gitu, lucunya gak tanggung-tanggung. Sungjae-nya pasrah aja di-apain rambutnya sama Joy.
Aaaaacccckkkk! Penampilan Bbyu Couple di MBC Ent Award! Sukses besar. Sungjae dan Joy bersinar di acara tersebut—hati Hayati juga ikut bersinar wkwk.
Mungkin saya satu dari sekian viewers langka yang malah mem-favoritkan episode terakhir Bbyu Couple. Di episode terakhir mereka, Sungjae dan Joy saling menyanyikan lagu. Joy membawakan lagu My Switie-nya BoA, sedangkan Sungjae mempersembahkan lagu Hug dari Jung Joon Il. Joy menangis hingga matanya bengkak. Sebaliknya, Sungjae lebih banyak tertawa dari sebelumnya. Inilah mengapa saya tidak bisa melupakan moment terakhir mereka sebagai pasangan virtual. Sungjae dan Joy tampil menjadi diri mereka sendiri. Di detik-detik terakhir menjelang menyanyikan Young Love—lagu duet mereka, Joy berusaha agar tidak menangis lagi. Tidak hanya sekali Sungjae bertanya apakah setelah last concert itu berakhir, maka mereka juga telah benar-benar berakhir? Ada beberapa kali Sungjae tertangkap kamera hampir menangis—matanya berkilat. Semacam ada air tergenang.
Sungjae ini tipe tsundere level atas. Artinya makin banyak ia tertawa pada momen-momen sedih, itu menyiratkan betapa keras usahanya agar sisi emosional yang real tidak tampak ke permukaan. Saya semakin menyadari ini ketika BTOB menerima kemenangan di salah satu Music Show. Biasanya kan nangis tuh idolnya. Sungjae-nya cengengesan wae.
Sementara ini WGM Bbyu Couple satu-satunya favorit saya di WGM. Video mereka lengkap di folder lepi. Misalnya nanti ada berita dating Sungjae dan Joy pacaran dengan orang lain, saya gak akan marah. Itu hak mereka kok. Saya tidak punya hak untuk tidak setuju. Aduuuh, udah rempong gini ngurusin diri sendiri, masa mau nambah ngurusin urusan orang. Kurang kerjaan _
***
Niat membuat postingan Bbyu Couple sudah lama ada setelah pernikahan virtual mereka berakhir, tapi saya kadang dilanda ragu mau posting apa gak usah sekalian. Tulisan ini pun sudah berkali-kali mengalami pengeditan di sana-sini. Btw adik bungsu saya yang fans-nya Apink gak suka Bbyu Couple. Dia bakalan nyinyirin saya dengan damai setelah membaca postingan ini. Bagusnya, meskipun selera berbeda, saya dan dia gak pernah perang-perangan. Kalau saling ngeledek  sih sering ㅋㅋㅋ Deng Dong, annyeeoooong! Eonni isseoyeo!
Inilah yang disebut nikmatnya saling menghargai, iya gak? Menjadi berbeda adalah pilihan, jangan sampai kita semena-mena menghakimi pilihan orang lain. Memaksakan kehendak agar orang menyukai apa yang kita sukai bukanlah tindakan beradab. Untuk bisa stay lama di sebuah komunitas atau pun lingkungan dengan orang-orang yang memiliki preferensi yang tidak seragam, kita harus pandai membawa diri agar tidak menimbulkan gelombang panas atau parahnya berujung saling tengkar hingga saling menjauhi satu sama lain—gak sehat itu. Inilah yang sedang saya coba tumbuhkan di hati saya yang kerap mengerdil tanpa sadar ini.
Oya, meski tak menjadi shipper Bbyu Couple, saya sering membuka IG Sungjoy Family sekadar nyari tahu kegiatan-kegiatan Sungjae dan Joy. Gitu aja, gak lebih ☺
Jangan lupa bahagia, kamu ^^
Azz
#TeamLowExpectation
Haaaaiiiiiii,
Ehm ehm... setelah hore-horean gara-gara baca di twitter Sungjae dan Joy dipertemukan kembali di CF, lalu membaca pro-kontra yang kayaknya gak akan ada habisnya dari para fans, saya ngerasa in timing yang tepat untuk memposting draft Sungjoy ini. Perlu diketahui, saya menulis draft ini pertama kali di bulan Oktober 2016 lalu, waktu itu saya yang lagi syedih dan kangen sama Bbyu merasa perlu memosting sesuatu tentang WGM mereka. Tapiiii, karena beberapa hal saya nggak jadi-jadi juga memosting tulisan ini.
Saya sadar sekarang ini suara fans banyak yang terbagi-bagi. Ada yang setuju lagi ngotot, ada yang nggak setuju sama kali bahkan cenderung anti, dan ada pula yang setuju tapi nyantai—saya masuk kategori yang terakhir. Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya bukan diehard fans nya Bbyu. Tapi saya sayaaaang banget sama nih anak berdua. Saya mendukung Sungjae dan Joy, mendukung karir mereka, mendukung pilihan-pilihan mereka, sepanjang itu bagus untuk karir mereka, saya dukung. Mereka mau pacaran sama siapa, jelas sekali itu bukan wilayah saya. Saya ini tipikal fans yang sepenuhnya sadar, saya nggak punya hak ngurusin atau sok ngatur kehidupan artis yang saya suka. Mereka udah ngasih saya kebahagian, dan mereka juga berhak bahagia—masa iya sih lo tega ngatur-ngatur, siapa elo? Emak-bapaknya juga bukaaaan. Iya sih di Koriya emang masih idol oriented banget, idol terikat dengan para fans, fans punya hak ngatur artisnya. Kasarnya gitu. Berhubung saya bukan orang Koriya, dan saya udah sibuk dengan hidup saya sendiri, seterah deh artes kesayangan saya mau ngapain asal jangan ngelakuin yang merembet ke kriminal aja, kayaknya masih bisa saya tolerir.
Saya mencoba berpikir logis, kalau Sungjae bisa bikin CF sama ciwi-ciwi lain, kenapa sama Joy enggak boleh? Salahnya di mana sih? Salahnya Joy kah? Saya mikir lama dan akhirnya nyimpulin; bukan Joy yang membuat sebagian fans Sungjae nggak setuju—nggak suka—tapi Bbyu shipper garis keraslah pemicunya. Jangan marah, tapi ini fakta yang mau nggak mau harus diakui. Saya beberapa kali menemukan komentar-komentar—paling banyak di Youtube—yang ditinggalkan para Bbyu shipper, terkesan maksa banget seolah-olah semua yang Sungjae lakukan ada kaitannya sama Sungjae. Plis deh. Saya kadang-kadang kesel juga sih—mikirnya, aduh apaan siiiiih. Gitu. Ini bukan soal siapa salah siapa benar, lahirnya shipper garis keras dari WGM emang udah bisa diprediksi. Itu tuh efek yang sampe sekarang enggak tau gimana cara menanganinya, soal hati ini *halah*. Trus kondisinya makin diperparah setelah Joy di-pairing dengan namjah-namjah ketje di drama, fans Sungjae yang di-pairing dengan ciwi lain di project lain pun buanyak bertebaran.... pusing nggak lo? ㅋㅋㅋㅋ
Aku mah anaknya cinta damai.... hihi.
Nun di dalam hati, sebagai orang yang menyukai WGM Bbyu couple, sejak mereka bubaran 2016 lalu, setiap kali ada moment Bbyu entah itu di acara mana, saya hepi sekali. Sepenuhnya bahagia. Suka aja. Saya tuh nggak minta macem-macem, nggak nuntut mereka harus pacaran—cukup tahu mereka masih berhubungan baik aja udah bikin hati semriwing huhuhu. Masih kebayang last episode nya Bbyu ㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠ
Siapa sangka mereka dipertemukan kembali di CF... saya sempet asal nebak pas ada foto misterius Sungjae dengan cewe—muka mereka nggak keliatan, ngeliat model ceweknya saya sempat mbatin, jangan-jangan cweknya Joy? Ehh beneran Joy HAHAHAHA. Menang banyak dong sayaaah. 
Di tengah-tengah gonjang-ganjing saya hanya bisa berharap, semoga ga ada yang semena-mena merusak reputasi Joy dan Sungjae dengan mengatasnamakan fans. Ada yang bilang mencintai itu sakit, tapi percayalah—ada juga cerita tentang jatuh cinta yang tidak sakit.
Kuncinya satu, jangan berlebihan. Jangan lebay.
Bahagia nggak harus nyakitin orang lain. Dan jangan memilih bahagia dengan nyakitin orang lain.
Tabik,
Azz


 What’s Wrong With Han Tae Joo?
Assalamu’alaikum~
Haiiiiiiiii!
I’m coming back with new entri, hihiy.
Miss Hammurabi yang duluan dibuatin draftnya, tapi Life on Mars lah yang menang alias diposting duluan ㅋㅋㅋ
Siapa nih yang nonton drama kambeknya Akang-nya Sooyoung setelah Wife Prison Life? Sayaaaaaaa! *bikin pertanyaan sendiri, dijawab sendiri. Dasar jom—eh single. /emang nyambung?/*
Saya sudah menonton sampai episode 8, dan... makin bikin penasaran sajaaah drama iniii. Han Tae Joo seorang ahli forensik terbaring koma setelah ditembak orang tak dikenal saat ia mengejar seorang pembunuh berantai. Seolah tak cukup dengan tembakan, Han Tae Joo juga ditabrak. Itulah yang membuatnya kritis. Dalam koma-nya Han Tae Joo terlempar ke tahun 1988. Banyak sekali pertanyaan yang muncul kemudian. Kenapa Han Tae Joo? Kenapa 1988? Apa hubungan kasus pembunuhan berantai di tahun 2018, dengan lintas waktu yang dijalani Han Tae Joo? Siapakah sebenarnya orang dibalik kasus pembunuhan berantai 2018?  Siapa orang yang menembak dan menabrak Han Tae Joo?
Saya memiliki dugaan saya sendiri. Satu yang saya yakini, SW nimnya sudah menjatuhkan banyak sekali clue di episode perdana.
Siapa yang mencoba membunuh Han Tae Joo?
Masih ingat detektif yang memimpin penyelidikan bersama Jaksa Jeong Seo Hyun dalam kasus pembunuhan berantai? Kecurigaan saya segera saja mengarah kepada dia. Saya tidak tahu ada hubungan apa antara dia dan Kim Min Seok—pria yang diduga melakukan pembunuhan menicure—tapi saya kok yakin sekali ya mereka berhubungan?
Kang Dong Cheol versi 2018?
Molla~
Feeling aja sih. Setelah melihat Kapten Kang di tahun 1988 yang suka tanpa tedeng aling-aling nge-bakbukin orang yang belum dipastikan bersalah saat interogasi, lalu membandingkannya dengan laki-laki yang menarik kerah baju Han Tae Joo di hadapan banyak rekan kerja mereka di kepolisian, saya ngerasa klop. Kan si bapak kena tindakan disipliner gara-gara terbukti menjebloskan orang yang tidak bersalah ke penjara?
Ini Kang Dong Cheol berbeda 180 derajat dari Han Tae Joo. Han Tae Joo tuh kalem, segala sesuatunya dilakukan secara terukur, lah Kapten Kang? Gedebak-gedebuk dulu baru deh ditanyain. Hhh.
Benarkah Ayah Han Tae Joo Pelaku Pembunuhan Menicure di Tahun 1988?
99,99 persen, saya yakin bukan dia pelakunya. Soal dia melakukan tindakan kriminal lain seperti judi, sepertinya benar. Tapi dia tidak membunuh. Han Choong Ho sangat menyayangi anaknya. Dia rela melakukan apa saja—APA SAJA, demi Han Tae Joo. Semua yang membuat Tae Joo bahagia, bangga memiliki dia sebagai ayahnya. Karena rasa sayang yang luar biasa itu pula Han Choong Ho memilh jalan keliru dengan alasan ingin membahagiakan anaknya. Sedih .
Ada Apa Dengan Han Tae Joo?
Han Tae Joo koma. Kritis. Ini sepenuhnya benar. Saya yakin. Kalau saya mempertanyakan apakah masuk akal Tae Joo berkelana ke tahun 1988 di dalam masa tidak sadarnya, mendingan dari awal saya nggak usah nonton Life on Mars. Mirip seperti Tunnel (kebetulan, SW nimnya sama), tapi banyak detail yang tidak sama. Perbedaannya, Park Kwang Ho terlempar ke masa depan, sedangkan Han Tae Joo terlempar ke masa lalu. Kesamaannya; mereka sama-sama mengejar pembunuh berantai.
Banyak sekali yang ingin saya ketahui perihal Han Tae Joo; kenapa Tae Joo dijuluki ‘si pengkhianat’ oleh teman-temannya? Siapa yang dia khianati?
Ingatan buruk masa lalu yang kerap muncul di kepala Tae Joo, apakah itu kejadian yang sengaja ia lupakan? Tae Joo yang terlempar ke masa lalu, tidak memercayai ayahnya sebagai pembunuh—meski di episode 8 ia terpaksa harus menelan pil pahit. Tae Joo berusaha memperlakukan ayahnya dengan baik. Saya tidak melihat Tae Joo membenci ayahnya. Tae Joo kecil menyaksikan ayahnya terbunuh—entah kenapa saya yakin sekali dengan ini. .
Kim Min Seok mengenal Tae Joo. Di mana perkenalan itu terjadi? Saat itu mereka masih sama-sama kecil. Mungkin di episode 9 atau 10, kita akan menemukan jawaban. Rumit ye? Iye. Dibandingkan Tunnel, kasus-kasusnya seperti puzzle yang membentuk gambar besar kasus utamanya. Sementara Life on Mars, tidak.
Miss Yoon dan Han Tae Joo
Rasa-rasanya mustahil sekali mengharapkan ada pinkeu-pinkeu yang bertebaran di antara Miss Yoon dan Han Tae Joo ㅜㅜ
Seneng aja liat mereka. Cocok jadi partner in crime.
==
Kesimpulannya, Life on Mars memaksa saya mencurigai semua orang kecuali Han Tae Joo HAHAHAHA.
But, I really like this squad.

Owkey, sekian dulu. Nanti kita sambung kapan-kapan.
Tabik,
Azz

[Trivia] Life on Mars Korea

by on 7/04/2018 05:12:00 AM
  What’s Wrong With Han Tae Joo? Assalamu’alaikum~ Haiiiiiiiii! I’m coming back with new entri, hihiy. Miss Hammurabi yang dulu...

Yuhuuuu!
Apa kabar?
Azz is back! Ada yang kangen nggak? *dijitak*, kepedean ㅋㅋㅋㅋ
Akhirnyaaa, setelah sekian purnama saya bikin postingan baru lagi di MS hihi. Mianhe. Saya benar-benar meminta maaf kepada readers yang sudah mampir entah nyasar atau memang sengaja datang membaca postingan-postingan MS, dan meninggalkan komentar tapi tidak pernah mendapat balasan dari saya. Saya membacanya, sungguh. Dan saya Insyaa  Allah akan membalasnya.
Mengapa saya butuh berbulan-bulan hingga bisa membuat postingan baru lagi? Apakah saya sudah terlepas dari kdramaland? Pensiun? MS sengaja ditelantarkan? Begitu? Hehe. Nope. Saya masih di sini kok. Hanya saja kesibukan di real life membuat saya terpaksa harus memberikan jeda kepada kegiatan saya yang lain, dua di antaranya adalah nonton drama dan ngeblog. Dulu, ketika mendapati seorang blogger favorit saya terpaksa menelantarkan blog demi kesibukan lain di real life, saya bertanya kepada diri saya sendiri—tanpa bermaksud mengerdilkan kesibukan beliau; sesibuk apakah beliau hingga meng-apdet blog pun sudah tak sempat lagi?
Dan hanya ketika saya mengalaminya sendiri, barulah saya paham; waktu, yang demikian luang bagi seseorang, tak berarti sama luangnya bagi seseorang lainnya. Saya kangen ngeblog. Kangen nulis. Benar-benar kangen. Tapi apa daya, waktu malam yang sedianya saya gunakan untuk menikmati hobi saya; nulis, nonton, ngeblog, malah seringnya saya gunakan untuk tidur. Kelelahan. Padahal kalau dipikir-pikir, saya merasa tidak sibuk-sibuk sekali. Mungkin, karena saya bukan tipe yang bisa mengerjakan banyak item pekerjaan di satu waktu. Jadi agak sulit diajak fokus di banyak kerjaan. Kalau saya memaksa, dipastikan hasilnya tidak akan bagus. Saya cemburu kepada mereka yang bisa multitasking. Atau boleh jadi, selama ini saya kelewat manja dengan diri sendiri.
Bikin postingan blog nggak gampang kalau buat saya. Saya harus nyiapin mood yang bagus supaya lancar nulis. Kalau dalam keadaan lelah, ngantuk, saya nggak bisa—otak saya buntu. Beda sekali pas saya masih bebas dulu, tidak ada ikatan pekerjaan dengan pihak mana pun, saya hanya perlu beertanggung jawab pada diri saya sendiri tanpa mengikutkan kewajiban saya memenuhi hak orang lain. Dalam sehari, saya masih bisa meluangkan dua-tiga jam untuk nulis; nyerpen atau ngeblog. Bahkan saya pernah duduk sejak pukul 7 malem sampe jam satu untuk nulis.
Tentang nasib MS ke depannya, saya masih konsisten belum mau menutup blog ini meskipun saya jarang meng-apdet. Blog ini sesuatu banget buat saya. Makanya domainnya tetap saya perpanjang setahun ke depan. Dan lagi, ternyata masih ada saja orang-orang yang datang membaca postingan-posstingan lama saya.
Owkaaaiiii, curcolnya kita sudahi dulu, nanti kapan-kapan dilanjut *halah*. Di postingan kali ini, saya pengen ngobrolin drama-drama apa aja yang sedang saya nonton setelah—ummm, beberapa bulan saya hiatus nggak nonton. Sempet sih nyicip Something in The Rain, tapi stuck gitu aja—bertepatan dengan kesibukan persiapan ujian di sekolah. Fiuh. Trus pernah juga nyoba My Mister dan Miracle That We Met—suka duaduanya, udah nita mau ngelanjutin.
Nah, kemaren ituuuu saya coba donlot Come and Hug Me dua episode daaaaaan—AAAAAAAAAAKKKK langsung suka. Rasanya tuh... excited  banget. Saya kembali menemukan drama yang bikin saya gregetan, gugup, harap-harap cemas, dada berdegup kenceng *ga boong sayah*, senyum-senyum gaje sendirian depan leptop ngalahin orang jatuh cinta, baper, gemes AAAAAAAAAKKKKk. Jiwa kdramalovers pun menggelora hebat HAHAHAHA.
Yuk mareee, kita langsung aja bahas satu-satu dramanya!
Come and Hug Me, MBC
Jang Ki Yong, Jin Ki Joo
Berkisah tentang Yoon Do Jin (Jang Ki Yong) dan Gil Nak Won/Han Jae Yi (Jin Ki Jo) yang dipertemukan kembali setelah terpisah sekian tahun akibat peristiwa tragis yang menimpa keduanya. Setelah dewasa, Do Jin memilih menjadi seorang polisi/detektif, dan Nak Won mengikuti jejak mendiang ibunya sebagai aktris. Ia menggunakan Han Jae Yi sebagai nama panggungnya.
Do Jin dan Nak Won saling menyukai di usia remaja mereka. Namun Ayah Do Jin, Yoo Hee Jae—seorang psikopat, membunuh ibu Nak Won. Dan di situlah takdir menyedihkan dimulai. Akibat peristiwa itu, Nak Won menderita trauma berat.
First impression saya pada Come and Hug Me bagus banget. Nggak pake lama, baru di awal episode satu udah langsung suka aja, persis ketika saya memulai Healer, atau yang paling baru, Seven Days Queen. Aduh, gimana ya ngejelasinnya. Magic. Ada sesuatu pada Come and Hug Me yang bisa banget bikin hati saya kayak digelitik dan ketagihan, ga sabar nunggu episode berikutnya. Bukan karena faktor Jang Ji Yong looh. Itu nomor kesekian.
Dark. Thriller, romance, melodrama, mistery, itulah Come and Hug Me—tipikal drama yang apabila pengemasannya tidak hati-hati maka jatuhnya akan gagal, membosankan (baca; bikin lelah yang nonton). Come and Hug Me ngasih saya harapan gede kalau dramanya bakal bagus. Semoga. Saya akui, alurnya agak lambat tapi its ok, masih dalam taraf normal untuk ukuran melodrama. Empat episode setidaknya sudah bisa memberikan saya gambaran akan seperti apa dan ke mana drama ini menuju. Banyak sekali pertanyaan yang seketika memenui kepala saya. Apakah Do Jin benar-benar anak kandung Yoon Hee Jae? Apakah naluri psikopat bisa diturunkan secara genetik? Di antara Do Jin, kakaknya, Yoon Hyun Moo, dan kakak Nak Won—Gil Moo Won, siapakah dari ketiga orang ini yang menyimpan bibit psikopat di dalam dirinya? Apa yang melatar belakangi Yoon Hee Jae hingga menjadikannya psikopat, pembunuh berdarah dingin? Saya yakin sekali itu ada hubungannya dengan masa lalunya. Sudah pasti. Akan seperti apa reaksi Nak Won ketika bertemu Do Jin?  Dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya.
Jujur saja, saya tertarik sekali dengan tema psikopat yang diangkat di drama ini, hal yang sama juga terjadi ketika saya menonton I Remember You/Hello Monster. Ngomongin psikopat, udah pasti ada penjelasannya dari sisi psikologi. Hal-hal yang menyangkut kejiwaan selalu bisa menarik perhatian saya.
Mengenai Suzy dan Nam Joo Hyuk yang menolak tawaran peran di Come and Hug Me, saya bersyukur sekali mereka menolak. Setelah melihat seuprit penampilan Jang Ki Yong dan Jin Ki Jo, menurut saya nih orang berdua udah cocok banget jadi kapel utama drama besutan sutradara Choi Joon Bae dan Writer Lee A Ram ini.
Huhuhu Jang Ki Yooooong, Akhirnya doi dapet peran utama! Saya belum bisa ngomong banyak mengenai akting Ki Yong sebagai Do Jin karena air time  kemunculannya pun masih sangat sedikit. 
Tapiiiiiiiii, scene ini syuksyes membuat saya histeris. Dapet banget sedihnyaaaaa. Ini anak makannya apa sih, kok bisa banget suaranya bikin yang nonton nahan napas sedih trus pengen ngasih pukpuk lembut sambil bilang, nggak papa kamu masih punya akyuuu.... HUAHAHAHAHA gelo.
Yang pasti, saya udah nemu drama yang bikin saya nggak sabaran nunggu setiap episodenya! Saya kadung suka semua cast-nya. Nggak semua ding. Kecuali bapake yang psikopat itu, ogaaaah! Eh iya sama Moo Won juga saya nggak suka, masih mending kakaknya Do Jin yang tsundere dan ngerasa nggak diperhatikan—suka deh pas dia ngelindungin adek cewek mereka yang bontot tapi dibilangnya enggak padahal iya. Trus dia juga membuang palu kecil di meja Do Jin ke tong sampah. Itu tuh kayak isyarat dia nggak akan ngikutin jejak psiko bapak mereka. Duh. Ralat, setelah nonton sampai episode 13-14 yang tayang semalam, kakaknya Na Moo ciri-cirinya bakal ngikutin jejak bapaknya deh, hanya motifnya saja yang berbeda. Sigh.
Plis banget, Come and Hug Me jangan berubah gak jelas di tengah-tengah cerita... jangan yaaaaa. Pokoknya jangan! *maksa*ㅜㅜ
Suits, KBS
Jang Dong Gun, Park Hyung Sik
Drama besutan sutradara Kim Jin Woo ini diangkat berdasarkan sebuah serial Amerika dengan nama yang sama. Based on ya, bukan remake. Saya nggak akan membahas serial Amerikanya, karena saya emang belum pernah nonton serialnya, mau ngomongin apanya coba? ㅋㅋㅋㅋ
Go Yeon Woo (Park Hyung Sik) memilih menjadi pengacara gadungan di Kang & Ham, sebuah firma hukum terkenal. Ia melakukannya karena terpaksa. Demi memenuhi biaya rumah sakit neneknya, ia bersedia menjadi kurir obat terlarang. Ia telah memasuki hotel yang dituju dan terlambat menyadari bahwa pada saat itu ia sedang dijebak oleh Park Joon Pyo (Lee Yi Kyung), yang menyimpan dendam setelah dipermalukan Yeon Woo di sebuah bar. Di saat bersamaan, pengacara Choi Kang Seok (Jang Dong Gun) yang dipromosikan sebagai Senior Partner di Kang & Ham sedang melakukan interview untuk menjaring pengacara baru di hotel yang sama. Singkat cerita, dalam keadaan terdesak dikejar dua orang polisi, Yeon Woo berpura-pura menjadi salah satu pelamar. Dan kebetulan sekali ada satu orang pelamar yang tidak datang. Kebetulan. Meski Kang Seok tahu Yeon Woo tidak memiliki pendidikan hukum dan lisensi sebagai pengacara, ia tetap meloloskannya. Sepertinya, Kang Seok melihat ada sesuatu yang spesial pada anak muda tersebut.
Well, Yeon Woo memang memiliki kemampuan spesial. Ia bisa mengingat apa yang ia dengar, baca, dan lihat walau hanya sekali saja mendengar, membaca, atau melihat—apa pun itu. Meski cerdas, Yeon Woo miskin. Ia tidak punya biaya melanjutkan sekolah. Sebab itulah ia tidak pernah memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan dan bakatnya. Tawaran Kang Seok dianggapnya sebagai jalan keluar dari kemelut yang menimpanya saat itu. Ia sadar resiko menjadi pengacara gadungan sangatlah besar. Ia bisa saja berakhir di penjara, tapi yaaaa namannya juga the power of  kepepet kan...
Yang menarik bagi saya di drama ini adalah chemistry Kang Seok dan Yeon Woo. Paling suka liat Kang Seok ngasih tatapan antara percaya ga percaya campur ngejek ke Yeon Woo, itu tuh.... ngegemesin HAHAHA. Hyungsik bisa mengimbangi Jang Dong Gun yang udah termasuk veteran di kancah per-dramaan koriya. Saya juga suka tuh sama Sekretaris Hong. Dia kayak yang udah tau banget Kang Seok, ya iyalah tau. Kan udah kerja jadi tangan kanannya Kang Seok sejak dia masih jadi jaksa. Chemistry mereka ciamik.
Saya nggak tau apakah Suits versi amrik punya love-line apa nggak, tapi di versi koriya kayaknya ada, diselipin dikit. Tapi, sayangnya aku syukaaaa hihihi. Nggak nyangka pairing Hyungsik-Go Sung Hee bisa klop gitu (Mbak Ji Na masih belom maksimal ngasih tatapan syayang lalala ke akang Hyungsik eh Yeon Woo, kalo si akang maaaah jangan ditanyaaaa. Udah pinteeer dari jaman Romantic & Idol HAHAHAHA). Bagus sih liatnya. Nggak papa ya ada love line nyaaaaa. Asal tidak merusak jalan cerita. Kalau ada yang bilang versi US nya nggak ada, yaaaa namanya juga based on, bukan remake. Beda dikit nggak papalah... *biarkan Azz ngeles yaaa* ㅋㅋㅋ
Saya udah nonton delapan episode. Dari yang saya amati, Yeon Woo dan Kang Seok masing-masing sedang menyimpan bom waktunya sendiri. Khususnya Kang Seok, saya rasa David Kim akan kembali lagi untuk menuntut balas. Ancamannya mengerikan.
Kang Seok dan Yeon Woo itu beda, mungkin ada beberapa sifat-sifat mereka yang beririsan. Tetap saja mereka itu dua orang dengan kepribadian berbeda. Atau begini saja; Yeon Woo adalah cerminan sifat dan sikap yang tidak ingin ditampakkan Kang Seok karena ia menganggapnya sebagai kelemahan, namun betapapun kuatnya Kang Seok menyangkal; ada seorang Yeon Woo di dalam dirinya. Kang Seok berusaha mencegah agar Yeon Woo tidak mengikuti jejaknya di masa lalu. Sayangnya, Yeon Woo yang pada dasarnya memang baik, gampang tersentuh sama orang lain. Udah bawaan lahir, makanya agak sulit ngelarangnya jangan baper jangan bawa emosi. Apalagi pengalamannya di lapangan masih miniiim. Tapi, Yeon Woo itu pembelajar yang baik kok. Dia cepat belajar dari kesalahan. Makin ke sini, Kang Seok-Yeon Woo itu sudah seperti satu paket. Mereka bisa jalan sendiri-sendiri, tapi power nya makin mantep kalau kerja sama. Yeon Woo bisa mengoreksi kekeliruan atau hal hal kecil yang luput dan seringkali dianggap sepele oleh Kang Seok.
Walaupun saya merasa seperti ada yang kurang nendang dari Suits, saya masih betah kok ngikutin. Ngemeng-ngemeng ada yang bisa ngasih tau Chae Geun Sik kalau dia itu super duper lebay dengan segala kelakuannya? HAHAHAHA.
Lawless Lawyer
Lee Jun Ki, Seo Ye Ji
Belom bisa ngomong banyak tentang drama ini. Singkatnya, Lawless Lawyer nyeritain Lee Jun Ki yang udah jadi pengacara trus pengen balas dendam ke orang-orang yang sudah membunuh ibunya. Dari plot episode yang sudah saya tonton, saya nggak menemukan sesuatu yang spesial dari drama ini. Artinya, saya sudah pernah menonton drama yang setipe ini sebelumnya; penegak hukum yang menggunakan kekuasaannya untuk melenggangkan keinginannya. Di Two Weeks juga kurang lebih mirip tuh.
Kenapa saya menonton Lawless Lawyer? Yaaaaa, nyoba aja sih. Kalau nggak klop sama selera kan tinggal di-drop aja di tengah jalan *tega* ㅋㅋㅋㅋ
Miss Hammurabi, jTBC
L Infinite, Go Ara, Sung Dong Il, Ryu Duk Hwan
Surprise banget dengan Miss Hammurabi. Mulai dari divisi casting, akting, dan storyline—jempol!! Kudu musti wajib. Sependek ingatan saya, baru kali ini saya nonton drama berlatar hukum perdata, biasanya kan yang pidana ya... Yang paling bikin saya jatuh cinta pada Miss Hammurabi selain chemistry nya Myungsoo dan Ryu (yang koplak bin receh) adalah sudut pandang yang coba dibangun dan ditawarkan  oleh penulis skenario (yang ternyata juga seorang jaksa di kehidupan nyata). Ia tidak hanya fokus pada satu sudut pandang; salah atau benar. Nonton drama ini bikin hati kayak ditusuk duri berkali-kali. Sakitnya bikin nyesek karena isu-isu yang diangkat sangat realistis, kena banget. Setara pula dengan bagaimana drama ini bertutur, dari satu sudut pandang tokoh ke sudut pandang tokoh lain. Setiap karakter berdiri di atas cara berpikir dan standar nilai yang berbeda terhadap sesuatu. Dan di dunia ini, tidak selamanya kita bisa memilih benar atau salah. Wilayah abau-abu itu ada. Meski terasa sulit dan menyakitkan, adakalanya yang kita anggap kebenaran, belum tentu bernilai sama bagi orang lain. Apa yang kita anggap baik, kebaikan—ternyata tidak sama dengan orang lain. Bermula dari prasangka. Tergantung dilihat dari perspektif siapa.
Ini bukan drama cengeng, tapi saya jamin kamu akan butuh banyak tisu ketika menonton. Hehe.
Yang belum nonton, HARUS COBA NONTON! Give it try, you won’t regret!
Are You Human, Too?, KBS
Seo Kang Jun, Gong Seung Yeon
Yesseu! I’m human too. ㅋㅋㅋ
Are You Human Too merupakan drama yang memasangkan Seo Kang Jun dan Gong Seung Yeon sebagai lead—dua orang yang sama-sama punya sepasang mata yang biutipul pisan. Saya nggak ada rencana nonton, tapi gara-gara liat tweet-nya Mell, saya tertarik nonton. Dua episode plot-nya bolehlah... no prob dengan akting, storyline-nya juga asik sih. Menghibur. Menarik. Saya ingin melihat sepak terjang Nam Shin (Seo Kang Jun) sebagai robot.
Singkatnya, Are You Human, Too mengisahkan Nam Shin (robot) yang harus menggantikan posisi Nam Shin (manusia) yang merupakan chaebol generasi ketiga (apa kedua ya? Hihi). Ia mengalami kecelakaan dan jatuh koma.
Masih dua episode, saya belum berani ngomong banyak mengenai dramanya. Masih saya liatin, as always... ㅋㅋㅋㅋ
Nah, yang ditulis tiga drama dulu yah. Bakal di-apdet setelah saya nyoba drama-drama baru yang tayang belakangan. Oya, kalau kamu nontonnya drama apa aja nih? Boleh nih saya dikasih rekomendasi drama yang patut saya coba. Abisnya saya ketinggalan banyak. Di twitter juga, beberapa bulan belakangan saya kurang aktif. Jadilah saya kudet.
Daaaaan, sudah di-apdet. Saya juga nonton About Time (tvN), trus berencana nonton Why Secretary Kim (tvN), Life on Mars, sama satu lagi... itu tuh drama penulisnya Secret Forest, kali ini dramanya tayang di jTBC. WAAAAAAAH, si mbak-nya mentang-mentang lagi liburan dibabat habis semua drama yang lagi tayang HAHAHAHAHA.
Selain itu, saya udah mulai nonton Busted, variety show yang tayang di Netflix. Ditambah Law of The Jungle in Mexico, makin sibuklah hari-hari libur saya. Belum lagi BTOB mau kambek 18 Juni. Sungguh libur panjang yang berfaedah.
Eniweiiiii, selamat menjalankan ibadah puasa yaaa. Semoga keberkahan selalu menyertai hari-hari dan seluruh rangkaian ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadan ini. Dan semoga totalitas ibadahnya tidak berhenti setelah Ramadan berlalu. Allahumma Aamiin ^^
Tabik,
Yang kangen,

Azz
Yang kangen,
Azz

[Trivia] Currently Watching

by on 5/23/2018 03:23:00 AM
Yuhuuuu! Apa kabar? Azz is back! Ada yang kangen nggak? *dijitak*, kepedean ㅋㅋㅋㅋ Akhirnyaaa, setelah sekian purnama saya bikin po...