Showing posts with label First Impressions. Show all posts
Showing posts with label First Impressions. Show all posts

 


"Don't judge a book by it's cover. That's being prejudiced." -Hong Du-sik

Yow! Akhirnya aku nonton juga Hometown Cha-cha-cha.

Drama yang disutradarai Yoo Je-won PD (Tomorrow With You, Your Smile Has Left Your Eyes) ini tayang perdana di tvN tanggal 28 Agustus kemarin, dan sekarang telah menayangkan 4 episode. Drama ini ditungguin banyak orang karena pemeran utamanya. Shin Min-ah dan Kim Seon-ho. Dimple couple. Yaaa, pahamlah kenapa pada nungguin. Kebanyakan masih pada baperin nasibnya Kim Seon-ho di drama sebelumnya /uhuk/. Orang-orang kayak yang... AAAHHHH FINALLY.... Bener-bener ya efek drama kemarin itu  HAHAHAHA. 

Dah.  

Oke. Aku menonton HomCha, langsung dimaratonin 4 episode sekaligus. Luar biasa wkwk. Aku nggak buru-buruin nonton waktu tayang perdana karena mood nontonnya masih kacau. Akhir-akhir ini kalo mood nontonku lagi amburadul aku lebih baik memilih nggak maksain diri untuk nonton. Terlebih bila aku tau dramanya bagus dan cocok denganku, mending kusimpan dulu. Dan itu artinya di temlen Twitter dan feed IG aku kudu musti wajib menghindari spoire. Niat banget emang wkwk.

Hometown Cha-cha-cha menceritakan Yoon Hye-jin, seorang dokter gigi yang pindah ke Gongjin, sebuah desa di pinggir laut dan membuka klinik di sana. Karena berpegang teguh pada prinsipnya, Hye-jin mengundurkan diri dari tempatnya bekerja setelah sebelumnya terjadi adu argumentasi dengan seniornya di sana. Akibatnya namanya menjadi rusak dan lamarannya ditolak di mana-mana. Hingga ia berakhir di Gongjin, desa yang juga menyimpan kenangan bersama ibunya di hari-hari terakhir hidupnya. 

Di Gongjin, segalanya tampak tidak mudah bagi Hye-jin. Ia bertemu Hong Du-sik. Panggilannya Hong banjang. Laki-laki ini bisa melakukan pekerjaan apa pun itu di Gongjin. Mulai dari jasa kurir, hingga memperbaiki kapal. Tidak ada yang tidak mengenal Du-sik di Gongjin. Anak-anak, dewasa, sampai para orang tua. 



Du-sik lah yang banyak membantu Hye-jin beradaptasi dengan warga Gongjin. Awalnya ia dan Hye-jin terlihat tidak cocok. Namun seiring berjalannya waktu, kesalahpahaman di antara mereka bisa terurai.

Nah, gimana kesan pertamaku dengan HomCha?

Pertama, aku nggak akan nyama-nyamain drama yang naskahnya ditulis Shin Ha-eun ini dengan drama lain meskipun mungkin ada kesamaan vibes bla bla bla. Untuk setiap drama yang aku nonton dan bikin aku jatuh cinta, masing-masing ngasih aku kesan pertama yang berbeda. Bagaimana dan mau dibawa ke mana ceritanya udah bisa sedikit 'keliatan'. 

Episode 1-2 HomCha ngasih perasaan nggak nyaman ke aku sebagai penonton. Nggak nyamannya bukan karena ceritanya, tapi pada karakter-karakternya. Jujur, dua episode perdana HomCha belum bisa ngasih aku alasan yang kuat kenapa aku harus nonton drama ini. Lalu setelah berlanjut ke episode 3-4, akhirnya aku ngerti mengapa episode pilot HomCha dibikin kayak gitu awalnya. 

Prasangka.

Gimana Yoon Hye-jin bereaksi dan menanggapi warga Gongjin, ketidaknyamanan yang jelas terpampang di wajahnya itu. 


  
Nonton drama ini, aku seperti sedang mengupas bawang, selapis demi selapis. Terhadap penduduk Gongjin, aku bereaksi seperti Yoon Hye-jin ketika pertama kali pindah ke desa itu. Whats wrong with people?  Demikian pula sebaliknya, orang-orang terhadap Yoon Hye-jin. Ada perasaan familiar.

Interaksi si orang metropolitan dan orang-orang desa ini tampak nyata dan dekat dengan kita. Culture shock bagi Yoon Hye-jin, si orang metropolitan. Suasana kota dan desa jomplang banget. Semoga perbandingan ini ga terlalu jauh ya, kehidupan di kota dan desa ini ibaratnya seperti si egois dan si ramah. Wajar banget Hye-jin kaget ketemu orang-orang desa yang (kelewat) ramah bagi dia. Dia nggak terbiasa. 

Sejauh ini aku belum melihat konflik utama drama ini. Mungkin emang nggak ada itu. Dan itu nggak akan jadi masalah. Apa yang membuat drama ini menarik adalah warga Gongjin, termasuk Hye-jin. Setiap orang di Gongjin memiliki kisah yang melatarbelakangi hidup mereka, inilah yang akan dibuka satu-persatu di setiap episode HomCha, yang akan membuat kita ber-oh, atau ahh, dengan nada terkejut, bahagia, atau sedih. 

Kita tau-tau udah sayang aja sama semua warga Gongjin, bersimpati dengan cerita-cerita mereka. Dan tentu saja tanpa sadar merefleksi hidup kita sendiri, seperti inilah drama di bawah tag 'healing drama' memengaruhi penontonnya. 


Sesungguhnya kepindahan Yoon Hye-jin ke Gongjin telah perlahan mengubah dirinya. Tanpa disadari olehnya, Hye-jin sedang membiarkan dirinya melepas satu-satu 'topeng' yang dipakainya selama ini agar ia selalu tampak kuat. Seperti kata Gam-ri Halmeoni, Hyejin cuman tampak dingin di luar tapi aslinya baik dan hangat hatinya.

"Life isn't so fair for all of us. Some spend their whole lives on unpaved roads, while some run at full of speed only to reach the edge of a cliff." -Hong Du-sik 
 
Hal lain yang membuat drama ini kental sekali heartwarming-nya adalah gimana setiap orang melakukan kesalahan (akibat prasangka) dan merefleksi sikap dan tindakannya beberapa waktu setelahnya. Kita emang sering seperti ini kan? Sukanya berprasangka ke orang lain hanya berdasarkan apa yang kita lihat dan dengar. Ada yang pernah bilang jangan percaya sesuatu kalo belum lihat langsung, padahal nggak pernah ada jaminan juga bahwa yang kita lihat adalah yang sebenar-benarnya. Seringkali, malah jika menarik kesimpulan dari garis sudut pandang kita, kesimpulan itu sebagian besarnya terbentuk dari prasangka dan standar hidup yang kita pegang. Kita harus pinter-pinter menahan diri untuk nggak terburu-buru nge-judge apa dan siapa. 

Adil sejak dalam pikiran emang nggak pernah mudah, iya kan?

Aku juga suka build-up romance-nya HomCha. Asik, lucu. Ngalir aja. Ending ep 4 dong, boong banget scene pegang pipi nggak bikin jantung jumpalitan HAHAHAHA. Chemistry-nya Du-sik dan Hye-jin bagus banget ya. Banyakan adu mulutnya padahal tapi seru wkwk.

Trus part yang masih menjadi misteri dan ditunggu banyak orang adalah kisah hidupnya Hong Du-sik. Masih samar-samar. Apa yang memicu kepindahannya ke Gongjin? Penyesalan kah, patah hati kah? Atau apa? 


 
Kebayang nggak sih heartbreaking-nya, warga Gongjin begitu 'ketergantungan' dengan Du-sik. Dikit-dikit Du-sik, dikit-dikit Du-sik. Du-sik yang bisa melakukan apa aja untuk mereka. Tapi nanti tiba giliran kita dikasih lihat kehidupannya Du-sik, dan bila ternyata selama ini ia menyimpan sendiri rahasianya. Wah.

Yang terlihat paling bahagia dan selalu terlihat baik-baik saja, yang selalu peduli dengan orang-orang di sekitarnya, biasanya dia lah yang paling membutuhkan pelukan hangat....  

Sangat tepat HomCha diberi tag healing drama. Cerita, sinematografi, vibes-nya nenangin. Heartwarming. Udah pastilah masuk list drama ongoing-ku. Kapan lagi bisa liat kapel lesung pipi. Kapel halal di drama, haram di real life, tolong dijaga hatinya ya penonton. Jangan bablas bapernya. 

Senang deh liat banyak pemainnya Tomorrow With You reunian di HomCha. Btw, aku merhatiin model nge direct nya Yoo PD nggak tetap di satu style ya? Bisa banget nyiptain mood drama yang berbeda sesuai tema utama dramanya. Maksudku, kalo ngeliat project beliau sebelumnya, itu kan beda-beda ya genre-nya, nah feeling yang kita rasakan dari pemilihan tone-nya, angle pengambilan gambar dll yang berhubungan dengan proses directing-nya juga berbeda. Ntah apa yang aku omongin wkwk. 

Anyway, semoga HomCha konsisten sampe akhir. Pace dan plotnya. Lesgoooo, Gongjin familiy!! 

Dan tolong, icon sad boy-nya Kim Seon-ho nggak usah dibawa-bawa lagi ya! 😂😂😂. Yuk doain yang kenceng doi bahagia sampe akhir di HomCha.... Anak baik harus bahagia pokoknya.



Tabik, 
Azz 
💚💚💚
.
.
.
.



Nevertheless Yoo Na-bi, seorang mahasiswa jurusan seni, bertemu dengan Park Jae-eon di hari ia diputuskan kekasihnya yang brengsek. Kekasihnya yang merupakan seorang seniman itu menjadikan Na-bi sebagai objek seninya tanpa sepengatahuannya. Label brengsek-nya semakin lengkap usai Na-bi menangkap basah laki-laki itu berselingkuh. Belakangan diketahui, Park Jae-eon juga kuliah di kampus dan jurusan yang sama dengan Na-bi. Seorang junior. Jae-eon pernah mengambil cuti setahun. Itulah sebabnya meski ia dan Na-bi seumuran namun terpisah jarak setahun di kampus. Park Jae-eon tidak tertarik untuk terikat dalam sebuah hubungan (pacaran). Itulah yang saya baca di AsianWiki. 


Tampaknya pertemuan Na-bi dan Jae-eon sepertinya memantik sesuatu jauh di dalam hati Na-bi. Sesuatu yang purba dan berbahaya. 


Seperti kata Oh Bit-na, teman sekampusnya, Na-bi dikaruniai wajah cantik namun ia tidak bisa membedakan laki-laki baik dan tidak baik. Ia tertarik pada Jae-eon di kali pertama pertemuan mereka. 

Kurang lebih seperti itulah perkenalan sinopsis drama yang ditayangkan setiap Sabtu malam di jtbc. Saya tidak memasang ekspektasi apa-apa saat dengan santainya menekan tombol play pada video episode satu Nevertheless. Nontonnya abis subuhan wkwk. 


Nah, bagaimana hasilnya setelah menyelesaikan episode satu? Nevertheless berhasil menggoda saya HAHAHAHAHA OMO. 

Abis nonton saya masih kepikiran, bahkan sehari setelahnya, dan setiap kali saya melihat topik Nevertheless lewat di timeline twitter saya, saya masih bertanya-tanya apa ya yang membuat saya bisa langsung nge-klik dengan drama ini? Sungguh, saya benar-benar heran... 


Saya bukan fans kedua pemeran utamanya. Dengan Song-kang satu-satunya dramanya yang pernah saya nonton adalah Love Alarm, yang sayang sekali sejak kemunculan pertamanya di drama itu saya udah ngebatin nggak suka (karakter-nya). Aku kayak yang..., "apaan sih, ga sopan banget langsung nge gas aja" HAHAHAHA. Jadi ya... saya berani jamin cara saya melihat Song-kang dan karakternya di Love Alarm sangat tidak objektif. Sama karakernya aja saya nggak tertarik, gimana dengan aktornya sendiri... hihi mon maap. 


Begitu juga dengan Han So-hee. Saya hanya sekali menonton dramanya, yang bareng D.O dan Nam Ji-hyun itu. 


Bisa dibilang pengalaman saya terhadap dua aktor ini masih sangat sedikit. Rasa-rasanya mustahil saya menonton Nevertheless karena Song-kang atau Han So-he. 


Lalu bagaimana dengan cerita Nevertheless? Mungkinkah karena ini? 



Tau nggak reaksi saya setelah menonton beberapa menit drama ini? Saya membatin, "wah, ini drama berbahaya" HAHAHAHA. Menurut saya tensi sensual yang terbangun antara Na-bi dan Jae-eon lumayan kuat. Pondasi mood-nya udah bagus. Sependek ingatan, saya cenderung menghindari drama-drama dengan konten utama seperti ini. Entah kenapa dengan Nevertheless saya berhasil dibikin penasaran akan seperti apa kelanjutan drama berjumlah total 10 episode ini. 


Saya tertarik dengan storyline-nya. Di mata saya sosok Park Jae-eon bukanlah tipikal lead male yang akan membuat saya ber uw-uwu ria. Dia misterius. Berbahaya. Liar. Dan berpotensi besar menjadi sosok manipulatif. Apakah saya jatuh hati pada Park Jae-eon? Big No. sejak kemunculannya saya sudah merasakan kehadirannya sebagai ancaman yang membuat tidak aman dan nyaman. Ada sesuatu pada karakter ini yang membuat saya waspada. Aura player-nya kuat sekali woiii. Tapi saya penasaraaannnnn. Memang ya adakalanya rasa penasaran ini bisa menjadi sangat berbahaya juga, nagih. 😂


Saya penasaran dengan perkembangan karakter dan konflik di Nevertheless ini.


Satu kesadaran (yang sebenarnya tidak lucu), tetapi berhasil membuat saya tertawa. Tidakkah drama ini sedang berusaha menyuguhkan satu sudut pandang secara vulgar tentang satu fakta tak terbantahkan dalam sebuah hubungan kasih sayang laki-laki dan perempuan; mengapa ada orang-orang di usia mudanya cenderung (mudah) jatuh pada laki-laki berbahaya? Bad boy atau semacamnya. Mengapa yang misterius itu lebih menggoda dan membangkitkan keingintahuan? Ada ketertarikan yang aneh di sini. Seolah-olah ada pusaran menyenangkan yang menarik kita. Jangan harap bisa bersikap realistis jika berada dalam situasi semacam ini. Logika? Kita bahkan tidak ingat pernah punya itu. 


Sebuah kamuflase usia muda nan polos. 


Oh, well. Saya ngomong begini berdasarkan pengalaman pribadi HAHAHAHAHA. 


Mungkin, untuk alasan satu ini saya langsung ngerasa nge-klik dengan Nevertheless. Saya penasaran akan seperti apa drama ini bertutur. Oiya, saya tidak mengikuti webtoon-nya, saya tidak tahu apa-apa soal karakter dan cerita di webtoon-nya hehe. 


Satu-satunya yang membuat saya tidak nyaman menonton episode 1 Nevertheless adalah angle close-up wajahnya Jae-eon dan Na-bi yang dilakukan berkali-kali. Kalo di episode seterusnya ini tetap terjadi, bisa-bisa mood nonton saya ambyar wkwk. 



Nevertheless bukan drama abege uwu. Ada alasan kuat kenapa drama ini diberi rating 19+. Konten dramanya berat. Saya yakin sekali saya tidak akan meng uwu-uwu kan karakter Park Jae-eon. Sebaliknya, saya akan mempertanyakan setiap tindakannya. Di sisi lain, sepertinya saya akan lebih sering mengasihani dan dibuat frustasi dengan karakter Na-bi. 


Toxic relationship sangat berbahaya. Jangan diromantisasi. Apalagi di-aminkan dengan alasan uwu banget. 


Selain kisah Park Jae-eon dan Yoo Na-bi, karakter-karakter pendukung lainnya akan turut meramaikan cerita drama yang dipromosikan dengan status TWOTM versi anak kuliahan. Ngeri. 🙈


Umm, bagaimana dengan divisi akting Nevertheless? Untuk episode 1, menurut standar saya aman-aman saja. Andai tidak aman, saya pasti ogah lanjutin. Sekali lagi, pengalaman saya dengan Han So-hee dan Song-kang masih sangat sedikit. Dan untuk pengalaman yang sedikit ini, akting kedua aktor ini masih bisa saya nikmati. 


Saya tidak menaruh ekspektasi terhadap Nevertheless. Tetapi, jika ditanya apa yang saya pegang ketika menonton drama ini, jawaban saya satu saja; semoga Nevertheless mampu memberikan saya tontonan yang bertanggung jawab. Aih. Bukankah ini termasuk ekspektasi juga? Wkwk. 

Menurut hemat saya, drama ini berpotensi menyuguhkan tontonan yang bisa memberikan pelajaran berharga kepada kita, penontonnya. Semoga tebakan saya tidak keliru.



Terakhir, sekadar mengingatkan, jangan lupa berhati-hati ketika menonton Nevertheless. Jangan sampai terperangkap konten menjebak, yang dikira uwu padahal toxic. Sekali lagi ini bukan drama anak muda biasa.

Saya baru tahu kalo ini drama tayang sekali doang dalam sepekan. 😖


P.s : saya yakin sekali Park Jae-eon melihat Na-bi yang tertidur di bangku rooftop.

Tabik,

Azz

First Impression : Nevertheless

by on 6/22/2021 01:28:00 PM
Nevertheless Yoo Na-bi, seorang mahasiswa jurusan seni, bertemu dengan Park Jae-eon di hari ia diputuskan kekasihnya yang brengsek. Kekasihn...


Jujur, ketika mulai menonton episode plot Doom at Your Service, saya nge blank soal plot atau story line-nya. Sekali lagi, menyoal fantasi otak saya lemot sekali. Tetapi, saya punya feeling bagus terhadap drama ini. Apakah karena faktor Seo In Guk dan Park Bo Young? Bisa jadi. Tidak bisa dipungkiri, pairing In-guk dan Bo-young memegang peranan penting di sini. Wabilkhusus, In-guk. Kangen banget. Serius. Dengan Park Bo Young, saya pernah men-drop dramanya sebelum DAYS, yang bareng Ahn Hyo-Seop itu. Suka pairing Bo-young dan Hyo-seop, cuma sayangnya ceritanya ga 'masuk' di saya makanya dilepas begitu saja. 


Nah, kembali ke DAYS. Jika hanya sebatas 'kangen' In-Guk saja, tentu saya tetap tidak akan bisa bertahan andai tidak ada hal lain dari komponen dramanya yang bisa menahan saya. Meskipun hingga memasuki episode ke-empat saya masih kesulitan mengurai dan memetakkan plot, dan konflik drama ini, soal 'feeling bagus' terhadap drama yang naskahnya ditulis Im Meari (Beauty Inside)ini, masih bertahan. 


Saya mikir keras gimana caranya supaya apa yang berkelindan di kepala saya tentang alasan-alasan yang membuat saya suka dengan DAYS bisa saya tuliskan dengan tepat dan jelas. Saya menemukan banyak sekali komentar tidak enak, di Twitter, di situs-situs yang menyediakan informasi tentang DAYS, bahwa 'mereka' hilang selera dengan DAYS karena plot dan konfliknya tidak jelas, writer Im menyia-nyiakan potensi Bo Young-In Guk, dan komentar-komentar sejenis. 


Saya sangat menyukai DAYS, karena alasan inilah saya tidak bisa mengelakkan kekesalan setiap kali mata saya melewati komentar-komentar ini. Sebagai penikmat drama, saya (berusaha) menghargai pendapat orang lain. Kita tidak bisa berbuat apa-apa jika sudah berhubungan dengan selera. Oh tentu saja saya tidak akan jumawa menuduh tasteless mereka yang gagal atau tidak bisa terkoneksi dengan DAYS dan melepaskannya di tengah jalan. Tetapi, sebagai orang yang menemukan kebahagiaan di DAYS, saya sakit hati. HAHAHAHAHA. 



Mengikuti 10 episode DAYS, saya ingin mengatakan ini, "Doom at Your Service adalah drama ber-genre fantasi yang sangat relate dengan real life". DAYS berbicara banyak tentang hidup; kematian; tentang hal-hal yang (mungkin) tanpa kita sadari lebih sering kita gumamkan kepada diri kita sendiri. Yang kita biarkan hidup dalam dialog-dialog kita dan dia yang bernapas di dalam kepala. Mati. Bahagia. Kesepian. Kasih sayang. Orang-orang yang kepada mereka kita doa-doa kita bertaut. Tentang harapan-harapan baik. Tentang bagaimana kita belajar memeluk diri sendiri.... 


Bagaimana bisa drama ber-genre fantasi ini terasa begitu dekat dan lekat dengan kehidupan sehari-hari? Melalui monolog Tak Dong-kyung, saya menemukan jalan pikiran mengenai hidup yang sesungguhnya telah ada di kepala saya. 


Plot episode DAYS diantarkan dengan tone yang cukup bikin frustasi dan bingung. Mau dibawa ke mana cerita drama ini? Begitu saya menggumam. Alih-alih berpikir keras tentang plot dan konfliknya, yang bisa saya lakukan adalah mengamati tokoh-tokohnya. Saya yakin, ada yang ingin disampaikan writer melalui mereka, melalui sudut pandang mereka. Pada banyak drama yang membuat saya jatuh cinta, yang banyak berkontribusi adalah sosok karakter-karakter di drama tersebut yang ditulis dengan sangat baik, perkembangan karakternya keliatan. 



Sejauh 10 episode DAYS, saya bisa melihat itu. Bahkan pada karakter menyebalkan seperi Lee Hyun Kyu sekalipun. Apa ya, tidak bisa ditampik juga, yang modelan begini banyakkk. Yang kayak Na Ji Na juga, susah move on dari perkara cinta perkara sampe-sampe dimanipulasi perasaan sendiri wkwkwk. Jadi ya, sekesal apa pun sama side story-nya DAYS, kenyataannya yang seperti itu sangat relate. Dan ini, saya yakin sekali penulisnya paham akan di bawa ke mana kisah cinta segitiga itu. Semoga keyakinan saya tidak salah tempat. 


Kita memiliki banyak cara untuk menikmati apa yang kita tonton. Saya pun begitu. Kadang saya ketawa sendiri kalo inget perkara suka-tidak suka, perkara selera menonton ini bisa sangat aneh kesudahannya. Banyak hal yang bisa membuat kita sayang jadi bucin, lalu di kesempatan lain, kita bisa dengan mudah menunjuk apa-apa yang membuat kita melepaskan tontonan. 


Apa yang membuat saya sangat menyukai DAYS? 



Park Bo-young dan Seo In-guk. Oke. 


Akting dan chemistry, tidak hanya main lead-nya. Asik. 


Directing, bagaimana drama ini di-visualisasikan sedikit-banyaknya telah menolong memberi napas pada ceritanya. Dari wawancara In-guk, saya bisa menyimpulkan bahwa DAYS bukanlah drama mudah, selain dialognya yang cukup rumit, simbolik dan poetic, story-line nya juga seperti tidak membulat. Bayangkan saja andai drama dengan materi 'berat' kayak gini di-direct ala kadarnya, udah kabur duluan saya di plot episode. Capek. HAHAHAHAHA. Director-nya jago ngasih 'nyawa' ke setiap angle yang dia ambil. Paham materi dramanya kayak gimana. Jadi, apa yang ada di skenario bisa divisualisasikan dengan baik. Ditambah aktor-aktornya ngerti mau-nya drama ini, makin klop. No cringe moment. Keren sih.


Satu yang pasti, dan jelas sekali ini alasan yang membulatkan seluruh hal-hal yang membuat saya menyukai DAYS; saya paham pesan utama drama ini. 



DAYS masih menyisakan 6 episode, saya tidak bisa menebak akan seperti apa endingnya. Terlepas dari happy ending atau sad ending, saya berharap semoga DAYS tidak mengkhianati premisnya sendiri. Saya siap baper, asalkan masuk akal. Level ending The Smile Has Left Your Eyes aja bisa saya cerna dengan baik... /menangisi Kim Moo-young/ 


"One thing I learned in this life is that we can't use the word "forever" for something that is still happening. Loving someone forever is nearly impossible. But losingg someone forever is possible." -Tak Dong-kyung.


Ketika ada satu drama yang bisa membuat saya berpikir banyak tentang hidup, saya bisa pastikan drama itu sangat berkesan bagi saya. 


Sejauh ini DAYS telah mengesankan saya. Jika ada yang tidak (mampu) atau gagal memahami konflik dan plot Doom at Your Service, yang menyebutnya jalan di tempat, yang men-drop dramanya di tengah jalan, itu mungkin saja karena kita belum atau tidak berhasil menemukan sudut pandang yang tepat untuk memahami drama ini. Tidak apa-apa. Oh, atau karena ini; sebelum memulai kita sudah memasang ekspektasi tinggi bahwa drama ini akan seperti drama-drama favorit sebelumnya yang memiliki genre yang sama. Menyandingkannya hanya berhasil memulangkan kita pada kekecewaan dan membuat kita sukses menemukan banyak alasan mengapa drama ini masuk dalam list 'drama gagal' di kepala kita. 


Soal selera ini memang aneh ya... 


Entahlah. 


Senin masih lama. Duh. 


Tabik, 

Azz. 💚

Next Part : Trivia #2 Doom at Your Service

[Trivia] #1 Doom At Your Service

by on 6/09/2021 06:45:00 PM
Jujur, ketika mulai menonton episode plot Doom at Your Service, saya nge blank soal plot atau story line-nya. Sekali lagi, menyoal fantasi o...

 


AAAAAAAAAAAAAA!!!

Bentar. Biarin saya mengeluarkan ekspresi bahagia ini AAAAAAAAAA!!!! I’M HAPPY!! HAHAHAHAHA.


Saya pernah ngetwit bilang mau rehat nonton drakor dulu, tontonan ongoing saya pending dulu, dan saya cuman nonton drama Cina yang yang ringan-ringan aja. Yang bisa bikin saya rileks, ketawa-ketiwi, ga mikirin hal-hal  yang njelimet. Kondisi fisik dan mental saya beberapa pekan terakhir ini memang sedang kacau. Kayak yang cape banget. Kalo capek fisik, alasannya udah pasti ketebak, pasti gara-gara kerjaan. Tapi kalo cape mental... saya nggak tau sumbernya dari mana. Apakah tekanan pekerjaan atau karena hal lain. Imbas cape fisik, bisa jadi, dan ada hal-hal lain yang sampai hingga saat ini belum bisa saya temukan pangkal sebab musababnya. Saya baik-baik saja. Saya tidak sekadar merasa baik-baik. Atau... apakah ini disebabkan pengaruh umur? HAHAHAHA.


Well, demi menjaga kondisi psikis, saya pun sebisa mungkin menghindari tontonan yang bisa membuat saya cemas berlebihan. Duh, beneran deh saya nggak ngerti kenapa baru sekarang saya ngerasa terancam dengan apa yang saya nonton. Di saat saya berpikir saya sudah baik-baik, yang terjadi justru sebaliknya—saya rentan sekali terkena serangan panik. Padahal dulu, saat hidup di bawah tekanan saya bebas-bebas saja nonton genre apa pun—kecuali horor, tetep ya HAHAHAHA.

Daaaaan kemarin, abis bersih-bersih rumah, saya nggak tau mau ngapain lagi, di luar hujan deras sekali. Masih pagi. Lagi libur gini, jadi berasa banget banyak waktu luangnya. Saya menimbang-nimbang mau nonton drakor apa yah sambil nunggu sub-nya Meeting You? Saya pengen nyoba drakor yang baru tayang, yang ceritanya ringan. Siapa tau ini bisa jadi pintu baikan saya dengan drakor. Saya sengaja nggak buka Twitter, enggak liat komentar temen-temen tentang drama yang lagi tayang. Kemarin-kemarin pas buka Twitter, selewatan aja. Niat banget ga pengen kenal kipas-kipas spoiler ㅋㅋㅋ



Pilihan saya pun jatuh pada Run On. Saya enggak tau plot-nya gimana, ceritanya kayak apa. Cuman tau 4 lead utamanya. Ada Im Siwan, Shin Sekyung, Sooyoung, dan Kang Tae Oh. Um oh sama satu lagi, ini drama nggak ada cinta segi-banyaknya yang artinya nggak bakal ada perang dunia ke sekian kali di tanah persilatan shipper drama HAHAHA. OKEH. HAYUK.

Tau nggak, kemarin itu saya langsung babat 3 episode sekaligus. Mantap. HAHAHA. Abis nonton mood saya langsung naik drastis, perasaan jadi riang gembira, senyam-senyum inget dramanya HAHAHAHA. Perasaan riang gembira gara-gara drama—inilah yang saya butuhkan saat ini. Run On berhasil ngasih saya itu.

Lalu pagi ini, abis nyapuin lantai satu rumah, saya lanjutin nonton ep 4. Hasilnya? Makin kokoh ini hati mau lanjutin Run On. Saya mengambil keputusan tepat ketika menjatuhkan pilihan pada drama jtbc ini. Dramanya emang fun, ngehibur banget. Ceritanya segerrrrr. Sik asik.

Saya suka Run On. Suka karakter-karakter utamanya, karakter pendukungnya juga menarik, ceritanya dibikin hidup banget melalui jalinan konflik antarkarakter wabilkhusus 4 karakter utamanya. Keren sih. Saya dibikin antusias sama dialog-dialognya. Humor dramanya cocok banget sama saya. Nonton Run On ngingetin saya sama temen saya yang kalo ngobrol jago banget bikin orang ketawa padahal dia datar aja mukanya, ga ada ekspresi mau ngelucu. Apa yah namanya? Lucunya natural? Nah, Run On kayak gitu. Ga bermaksud ngelucu tapi bablas banget lucunya. Saya beberapa kali kelepasan ngakak sambil geleng-geleng kepala. Absurd ga absurd HAHAHAHAHA

Apa sih yang bikin Run On menarik di mata saya? Itu adalah penokohannya. Saya ngomongin 4 empat pemeran utamanya, setiap karakter punya sisi menarik yang bikin saya penasaran, menebak-nebak apa sih yang sedang dia pikirin? Saya ngerasa konflik internal yang dialami setiap karakternya kuat. Nggak ada yang dibikin dewa, nggak ada karakter yang perfect. DAN GA ANNOYING. Atraktif, saya tergoda untuk melihat bagaimana layer demi layer karakter-karakter ini dibuka. Sejauh 4 episode yang saya nonton, belum ada karakter antagonis—yang ada abu-abu. Yang ngeselin juga ada tapi belom sampe mancing esmosi sampe ke ubun-ubun wkwk. Semoga bisa konsisten ya sampe kelar. Asik banget soalnya. Saya excited ngikutin. Sebenernya rada takut juga sih nulis postingan ini, keinget drama dedek JunRara yang sukses bikin saya excited di awal sampe saya buatin first impressions-nya eh pertengahan dramanya sampe kelar malah ancur . Kuciwa berat.

Resiko nonton drama kan emang itu ya, nyesel nggak nyesel wkwk.

Dah kita lanjut bahas Run On aja yuk. Ummmm, mau ngomongin apa dulu ya tentang Run On? Gimana kesan pertama dengan ceritanya? Oke... oke.



storyline

Run On nyeritain tentang kehidupan 4 tokoh utamanya dengan latar pekerjaan berbeda, yang karena satu dan lain hal mereka saling terhubung—sebuah jalinan takdir yang aneh ㅋㅋㅋㅋ

Baca-baca sinopsisnya doang mah berasa nggak seru. Sisi menarik dramanya nggak kebaca. Tapiiiii, pas nyoba episode 1, langsung melek! HAHAHA. Menarik. Sangat menarik.

Nonton ep 1 ga berasa udah bersambung aja. Asik. Dramanya ga berat.



characters

Ini nih bagian menariknya. 4 karakter utama di drama ini atraktif dan lucu. Mereka ga bermaksud ngelucu tapi lucuuu aduh gimana ya nyebutnya... Pokoknya seru, gokil wkwkwk.

Ada 4 karakter utama. Atlet pelari, penerjemah film, direktur utama sebuah perusahaan besar—agensi olahraga, dan seorang mahasiswa yang suka melukis.

Chemistry antarkarakter seru banget. First encounter-nya ga ada yang normal. Ada yang kecebur kolam, ada yang lagi kejar-kejaran sama penipu sampe berakhir di kantor polisi HAHAHAHA.


Ki Seon Gyeom (Im Siwan)


Ia seorang atlet pelari nasional yang tidak tahu (belum) menemukan alasan lain mengapa ia menjatuhkan pilihannya pada cabang lari usai cedera bahu mematikan langkahnya sebagai atlet lempar lembing. Ayahnya seorang politikus sukses yang sangat menjaga imej, dan ibunya adalah seorang aktris papan atas yang populer. Sedangkan kakaknya sukses sebagai pegolf internasional. Sungguh sebuah potret keluarga sukses yang memberikan beban tersendiri untuk Seon Gyeom.


Sebuah insiden di pusat pelatihan mengancam karir Seon Gyeom sebagai atlet. Di saat yang sama, Seon Gyeom seperti menemukan titik balik yang (akan) membuat peta hidupnya berubah. Perlahan tapi pasti. Apakah ia akan menemukan arah baru untuk hidupnya? Apakah perubahan-perubahan itu akan turut membentuk sudut pandang yang lebih adil pada Seon Gyeom, tentang bagaimana ia memandang dan seperti apa (seharusnya) ia menjalanai hidupnya selama ini?


Orang lain sudah terbiasa dengan kepribadian Ki Seon Gyeom yang umm—aneh (?). Iya, di mata orang lain Seon Gyeom itu aneh. Banyak juga yang mengira Seon Gyeom itu sombong. Yaaa orang-orang kan mandang dia pake kacamata liat dong latar belakang-nya Seon Gyeom. Maksudnya latar belakang di sini, emak bapaknya, dan kakaknya—mereka adalah orang-orang yang sangat dikenal publik. Orang terkenal berkerabat dekat dengan sombong. Begitulah yang sering terjadi. Dan Seon Gyeom dipandang dan diperlakukan berdasarkan siapa orang tua dan kakaknya.


Tapi Seon Gyeom berbeda. Dengan atau tanpa embel-embel popularitas anggota keluarganya, Seon Gyeom ya Seon Gyeom.

Adalah Oh Mi-joo orang pertama yang mengenali Seon Gyeom sebagai Seon Gyeom tanpa label anaknya politisi, anaknya artis, adeknya pegolf internasional.



KI SEON GYEOM DEMI APAAAA GEMESIIIINNN BANGET AAAAA SUMPAH GEMES PARAHHHHH.

Pertama kali ini karakter nongol, saya langsung bertanya-tanya kayak gimana sih kepribadiannya? Kalo ngomong mukanya tuh datar aja, keliatan polos, dodol juga kadang-kadang, bikin saya sibuk nebak-nebak isi kepalanya Seon Gyeom. Reaksi-reaksinya suka nggak ketebak, bikin ngakak, omongannya apalagi HAHAHAHAHA AMPOOONNNN SEON GYEOOOOMMM SAYA GEMESSSH SAMA ANDA ADOHHHH!!!


Ketenangannya Seon Gyeom, sikap kalemnya... nada rendah suaranya.. wajah minim ekspresinya (baca; polos)—pokoknya semua-muanya yang ada pada Seon Gyeom bikin dugeun-dugeun ga jelas yang nonton, plis jangan bilang hanya saya aja yang gemes se-gemes gemesnya sama Ki Seon Gyeom!! Atraktif sekali ya kamu, pengen ta bawa pulang!!


Sedih ya pas Seon Gyeom ngaku kalo dia belum nemu alasan sesungguhnya kenapa dia milih jadi pelari.... Dia hidup tapi kayak nggak memiliki hidupnya sendiri. Dia dikenal sebagai anaknya ini adeknya itu, bukan karena kekuatan namanya sendiri. Kasarnya dia diibaratkan properti yang melengkapi imej baik orang tuanya .


Trus pas kakaknya bilang Seon Gyeom tumbuh jadi anak baik itu karena dia hidup sendiri—ini tuh bikin sedih jadi berkali-kali lipat. Anak-anak dari keluarga broken home seringkali dilabeli dengan penanda negatif, yang pertumbuhan emosionalnya cenderung labil. Tapi Seon Gyeom enggak kayak gitu. Anaknya lurus-lurus aja. Baik banget malah. Care sama juniornya, nggak kasar sama orang . Udah ga perlu ditanyain lagi kenapa Ki Eun Bi sayang banget sama adek cowoknya satu-satunya ini. .


Oh Mi Joo


Setrong, mandiri, berani, tapi kadang malu-maluin, bisa menggila juga, pekerja keras, dan percaya diri—saya suka Mi Joo.


Waktu Mi Joo melawan balik profesornya yang bisa dibilang melontarkan ucapan yang melecehkan dan merendahkan gender, saya tepuk tangan HAHAHAHA. Speak up, girl! Dan ngakak banget setelahnya karena profesornya salah mengartikan ucapan Mi Joo. Di sini saya agak bingung, kok bisa salah tafsir ya profesornya? Mi Joo pake kata apa ya? Nggak ngerti bahasa Korea sayah.


Trus pas besoknya Mi Joo dengan terpaksa menghadap lagi ke profesornya, ini nampar banget sih. Realitanya emang kayak gini kan? Sebenci-bencinya dengan tindakan profesornya, di satu sisi Mi Joo tetap harus mempertahankan pekerjaannya, dan posisi profesornya memegang andil yang besar di situ. Lemah sekali posisi tawarnya Mi Joo. Tapi saya lega seenggaknya Mi Joo melawan. She fight for herself.


Ngeliat Mi Joo berbahagia sekali dengan pekerjaannya, dan betapa ia bekerja keras demi itu, saya pun teringat dengan para penerjemah film/drama/varshow yang telah berjasa besar bagi penonton-penonton seperti saya ini. Keinget jaman sebelom ada netpliks dkk dulu .

Kepada para subber di luar sana, terima kasih sebanyak-banyaknya.


Seo Dan Ah


Pembawaannya Seo Dan Ah tuh gimana ya.. unik? Kayak antagonis (?) padahal enggak. Sarkas dan sinis, keliatan setrong tapi sepertinya di episode-episode mendatang sisi rapuhnya Dan Ah bakal keliatan ya?


Punya satu kakak cowok dan adek cowok yang artis dan sayang banget sama Dan Ah tapi yang disayang nggak ngasih respon balik malah kayak nggak suka sama adeknya. Tapi kalo nggak suka kenapa nyimpen foto adeknya di kantornya? Nope, saya salah lihat, itu bukan foto Taewong, tapi Seon Gyeom hehe.

Jangan-jangan Dan Ah ini tipikal tsundere? Sebagai satu-satunya anak perempuan, perjuangan Dan Ah untuk bisa mencapai posisi tertingginya di perusahan ayahnya bener-bener nggak mudah. Mungkin karena itu ia tampak tidak tersentuh. Dan Ah sengaja menjauhkan dirinya dari siapa pun.


Chemistry-nya dengan asisten pribadinya gokil banget. Jeong Ji Hyun keliatan care dan ngejaga banget Dan Ah. Bakal epik banget kalo ternyata Jeong Ji Hyun adalah gangster. Dan Ah dan Taewoong kan ngejekin dia kayak gitu. Katanya kalo pake kacamata item Jeong Ji Hyun kayak ganster HAHAHAHA.


Nunggu banget kisahnya Dan Ah dan Lee Yeong Hwa. Pasti nggak kalah gokilnya dari Seon Gyeom-Mi Joo ㅋㅋㅋㅋ


Lee Yeong Hwa


Mahasiswa yang suka melukis dan nonton film.

Saya belum bisa nulis banyak seperti apa karakter yang diperankan Kang Tae Oh ini. Sosoknya masih misterius. Belum banyak dieksplor.


Bickering-nya dengan adeknya Dan Ah, Seo Taewoon, lucu banget ya ampun HAHAHAHA.

“Kalo kamu Seo Taewoong, aku adalah Kang Baekho!”

Trus abis itu Taewoong manggil dia Kang Baekho dong HAHAHAHA. Kang Baekho siapa sih?? Artis juga?

[Edit] Setelah dapet pencerahan dari Asha, saya baru tau kalo percakapan Seo Taewong-Kang Baek Ho ini mengambil referensi dari manga Slamdunk. Kang Baek Ho adalah nama versi Korea-nya Hanamichi Sakuragi. Gomawo, Sha, udah dikasih tau~ 😉

Emang nggak ada yang bener ini first encounter antarkarakter di drama ini. ㅋㅋㅋ




Satu sih yang saya yakini, Lee Yeong Hwa ini enggak kalah edannya juga. Liat aja obrolannya dengan Dan Ah. Enteng banget balesin omongan Dan Ah. Ga ciut. Malah dengan pedenya ngeluarin hateu hateu pake jari dari dalam bajunya. Ekspresinya Seo Dan Ah HAHAHAHAHA. Makanya aku penasaran banget gimana tar ceritanya kapel yang satu ini. Apakah Lee Yeong Hwa yang akan menaklukan Seo Dan Ah yang keliatan strong dan cool itu? Mari kita tunggu dengan sabar. ㅋㅋㅋ

💜💜💜💜

Overall, saya suka banget dengan keempat karakter utama-nya Run On. Mereka yang bikin saya tertarik dengan drama 16 episode ini. Menurut saya, mereka adakah faktor utama yang bikin Run On hidup. Unexpected. Enggak ketebak apa tindakan atau ucapan mereka di detik berikutnya.


Karakter Ki Eun Bi dan Seo Taewoong juga menarik. Yang satu sayang banget sama adeknya (Ki Seon Gyeom), yang satunya betapa pun kasar perlakuan kakaknya (Seo Dan Ah) terhadapnya, Seo Taewoong tetap sayang dan over protective ke kakaknya. .


Oya, kayaknya saya harus nulis scene apa yang berhasil ngasih moment ter epik sejak nonton ep 1-4 Run On.

Satu, scene Seon Gyeom lari kenceng banget dan ngelewatin Mi Joo di episode 2. Nggak paham kenapa scene itu jatohnya lucu banget. Saya ngakak kenceng banget. Serius. Kebayang nggak sih berapa kecepatannya Seon Gyeom sampe nggak nge notice Mi Joo. Mana abis itu Seon Gyeom balik lagi sambil tetep lari... pakek slow motion pulak adoh. HAHAHAHA. Seon Gyeom kalo lari sepertinya hanya fokus sama tujuan utamanya ya, ga mikir yang lain. Waktu lari itu, dia hanya mikir untuk cepat-cepat tiba di tempat janjiannya dengan Mi Joo, itu aja.


Dua, ending ep 4. Saya nggak bisa ngejelasin kenapa ekspresinya Seon Gyeom yang menatap Mi Joo di depan pintu bisa bikin saya dugeun-dugeun ga jelas. Kaya akan emosi yang ga bisa ditebak, padahal ekspresinya Seon Gyeom ga yang wah banget. Malah sulit kebaca. Marah atau kecewa, atau dua-duanya?



Setelah menonton 4 episode Run On, saya nggak bisa menolong diri saya sendiri untuk tidak menaruh ekspektasi yang tinggi terhadap drama ini. Konflik dramanya ga rumit, berputar di 4 karakter utamanya, pada interaksi-interaksi mereka. Ini tak hanya soal kehadiran atau pertemuan dengan siapa yang akan mengubah rotasi dan arah hidup siapa. Tapi juga tentang perspektif lain yang kita pinjam untu melihat diri kita dengan adil. Seon Gyeom, misalnya. Ia tahu dengan sangat jelas bagaimana orang memandang dirinya, penuh penghakiman, dan menjadi terbiasa dengan itu. He never fight for himself. Dan itu ga adil untuk dirinya. Lalu datanglah Mi Joo dengan sudut pandangnya yang berbeda. Ia mempertanyakan hal-hal yang sudah dianggap biasa oleh Seon Gyeom. Hal-hal yang sebenarnya melukai Seon Gyeom tapi diterima saja dan membiasakan dirinya dengan itu. Mungkin, ini mungkin saja, Mi Joo akan menjadi semacam anomali untuk Seon Gyeom.

Saya berharap banyak, maaf . Pliss jangan kentang di tengah yaaaa, plissss banget banget!!! Semoga tetap fun sampe tamat. Aamiin.

Run On fighting!!!


Saya kangen Im Siwan! Udah lama banget nggak nonton dramanya. Dramanya yang terakhir saya lepas karena nggak sanggup . Terakhir yang dinonton kayaknya Misaeng deh. Udah lama banget kaaannn?? Pantesan kangen.


Okeh, sampai jumpa di postingan berikutnya!

Tabik,

Azz

Jaga kesehatan ya teman-teman... Doakan juga supaya saya selalu kuat dan sehat ^^

[First Impressions] Run On

by on 12/24/2020 07:33:00 PM
  AAAAAAAAAAAAAA!!! Bentar. Biarin saya mengeluarkan ekspresi bahagia ini AAAAAAAAAA!!!! I’M HAPPY!! HAHAHAHAHA. Saya pernah ngetwit bi...