Showing posts with label Joy. Show all posts
Showing posts with label Joy. Show all posts

=BTOB Yook Sungjae & Red Velvet Joy=
*bgm : Young Love-Bbyu Couple
네가 아니었으면, 큰일 날뻔했어
I’ll be in trouble if it’s not you. I’ll be in trouble if you’re someone that doesn’t have the same personality as you. – Yook Sungjae
느키지? 어주는 매우 좋은 여자! 나만큼 어주는여자가 어딨엉
Now you know how nice I am? There’s no one else like me who laughs at all your jokes. –Park Soo Yeong (Joy)
*draft tulisan ini sudah lama mengendap di folder Majimak Sarang lepi*
Ini aneh, sudah berbulan-bulan We Got Married Bbyu Couple berakhir, tetapi saya masih sering me-rerun video-video mereka. Bahkan belakangan ini saya sering kepikiran, kangen sama dua cuties ini. Ditambah MBC yang meng-upload full video last concert-nya Bbyu, juga ada salah satu staf yang beberapa kali mengunggah foto Sungjae-Joy di IG padahal mereka udah lama ninggalin WGM. Kan kalau seperti ini Hayati semakin susah ngelupain momen-momennya Bbyu .
Kendati saya mengikuti Bbyu Couple sejak episode pertama hingga terakhir, saya tidak sampai menjadi diehard shipper mereka. Ketimbang mikirin yang mereka tampakkan real atau tidak—toh ini cuman rvariety show—saya enjoy sekali dengan chemistry Sungjae dan Joy. Mereka membuat saya tertawa, gemes, mesem-mesem, gigit-gigit ujung guling, pengen nampol... aih—
Interaksi  keduanya pure, apa adanya. Ditambah tim produksi WGM yang seperti sengaja memberi keleluasan bagi mereka, tidak ada niat untuk mengarahkan pasangan muda ini ke step yang lebih jauh layaknya pasangan setelah menikah. Pokoknya di mata saya Sungjae dan Joy itu natural awkward-nya /lah/. Uniknya, apa saja yang dilakukan Bbyu Couple di WGM sepenuhnya bersumber dari wish-list yang ditulis Joy, sebagian lainnya dari bucket list duet-nya Sungjae-Joy. Jadi sama aja kayak, mereka membantu mewujudkan mimpinya Sungjae dan Joy ㅋㅋㅋ
Kembali ke kali pertama saya menonton Bbyu Couple, waktu itu saya belum lama menyelesaikan School 2015. Di drama itu Sungjae berhasil mencuri perhatian saya dengan aktingnya—tapi saya gak sampe nge-ship Taekwang sama Eun Byul loooh apalagi sampe perang urat sarat dengan fansnya Yi Ahn-Eun Byul. *Inget Taekwang bikin saya kangen Dicta Eonni. Its been a while Eon.. I miss you so much .* Saya sedikit terlambat menonton WGM Bbyu Couple lantaran sibuk. Dua episode perdana Bbyu Couple sukses bikin saya ketagihan pengen nonton kelanjutannya. Fresh, cute, awkward. Itulah  kesan pertama yang saya dapat. Di mata saya, couple ini menampilkan apa yang belum pernah saya lihat selama menonton banyak couple di WGM. Sungjae dan Joy tidak mencoba memamerkan kemesraan—mengingat usia keduanya yang terbilang masih muda—seperti yang banyak dikhawatirkan netizen dan fans ketika news mengenai kemunculan mereka di WGM diumumkan. Mereka tampil apa adanya, sesuai usia. Sungjae 21 dan Joy 20 (tahun Korea). Sungjae yang tidak bisa berlaku romantis secara terang-terangan, sulit mengekspresikan perasaan, dan cenderung pemalu.... Lalu Joy yang kayaknya kebanyakan nonton drama romantis makanya di kepalanya penuh adegan-adegan khas romcom yang dicomotnya dari drama dan ingin melakukan reka ulang adengan tersebut bersama Sungjae di real life. Koplak gak? Iya. Alih-alih romantis, jadinya malah lawak. Tapi gemeshhhhhhhhh ihhh.
Saya seperti menonton cerita remaja yang baru mengenal apa yang namanya pacaran, bukan pasangan yang baru saja menikah. Ketika Joy berusaha mendekati Sungjae, Sungjae-nya yang malu. Tetapi ketika Sungjae mulai terang-terangan menunjukkan perasaannya, justru Joy yang tidak bisa membaca situasi. Tsk, tarik ulurnya bikin mesem-mesem. Dasar young couple! Aih, bikin kangen tauuuk .
Pertemuan pertama Sungjae dan Joy terjadi di sebuah taman. Malu-malu, kikuk satu sama lain. Saling berusaha memendekkan jarak. Saya bukan fans BTOB dan Red Velvet,)1 sebab itu saya sama sekali tidak punya gambaran apa-apa tentang bagaimana karakter Sungjae-Joy. Setelah menonton episode-episode awal, saya menyimpulkan kalau Joy itu orangnya straightforward, pengertian, dewasa, dan memiliki kepribadian yang cerah-ceria membuat siapa saja yang melihat senyumannya ikut tersenyum. Pantas saja Lee So Man memberika nama panggung Joy padanya. Sedangkan Sungjae tampak easy going, komikal, doyan becanda, punya aegyo yang segunung daaaan enggak bisa romantis sama sekali. Tetapi dibalik sifat kekanakkannya, Sungjae bisa diandalkan dan penuh tanggung jawab. Ada satu hal yang bikin saya takjub pada maknae BTOB ini, manner–nya itu loooh. Saya percaya, ada banyak dari kebiasaan manusia yang tidak bisa direkayasa, manner inilah salah satunya.  Mungkin bakal ada yang ngetwist Sungjae gak suka sama Joy-lah, inilah, itulah, makanya doi bisa dibilang sangat jarang sok mesra pada Joy. Saya pribadi menilai Sungjae—dengan sifat pemalu dan childish itu, ia berusaha menjaga serta menghargai Joy dengan tidak memanfaatkan kesempatan. Inget, WGM hanya program pernikahan virtual. Usia mereka masih muda. Mereka adalah idol. Dan lagi, kelihatannya Sungjae aware dengan fakta bahwa baik orangtuanya dan orangtua Joy menonton program tersebut.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat dan penghargaan saya kepada couple-couple lain dan fansnya, no offense, saya sejujurnya sudah merasa bosan dan tidak bisa ditipu lagi dengan keromantisan ala WGM, yang ketika couple-nya bercerai tak berapa lama kemudian entah si artis pria atau wanitanya ketahuan nge-date atau menikah dengan orang lain. Saya tahu dengan sangat jelas, tak semua viewers bisa menolong hatinya agar tidak jatuh cinta dan menjadi shipper couple tertentu dari WGM. Di antara sekian banyak couple di season 4 ini, hanya Bbyu couple yang betah saya tonton hingga episode terakhir bahkan sering saya rerun. Ketidakromantisan Sungjae dan tingkah polah Joy yang begitu klop dan bisa sejalan dengan childish-nya Sungjae lah yang membuat saya menyukai pasasangan ini. Saya malah geli sendiri kalau tiba-tiba Bbyu Couple berusaha mengeluarkan sisi romantis—yang ending-nya pasti bikin ngakak /nah loh/. Dengan seluruh pengalaman saya di dunia shipper yang sedikit tapi punya efek yang warbiassssah itu, saya tetap bisa mengendalikan diri dan selalu ingat WGM hanya acara virtual. Tidak pernah lebih. Hampir mustahil ada couple yang berlanjut ke real life.
Itulah mengapa ketika WGM Bbyu Couple berakhir, saya merasa sedih. Bukan sebagai shipper, tetapi sebagai salah satu viewer yang selalu menyukai kemunculan mereka di WGM. Gak bermaksud lebay, Sungjae-Joy tuh udah kayak healer untuk saya. Nonton mereka bikin mood saya cerah.
Bbyu Moments...
Di antara sekian banyak momen kebersamaan Sungjae-Joy, lumayan banyak juga yang masuk list favorit saya. Antara lain :
1N2D di desa kecil yang jauh dari Seoul. Bbyu Couple nginap di rumah Halmeoni. Di sana, mereka menghabiskan waktu dengan membantu memanen jagung, tomat, cabe dan lain-lain, makan ayam berdua, trus ke pasar desa belanja bahan masakan dan masak bareng untuk Halmeoni, Sungjae juga sempat berbicara via telepon dengan ayah Joy. Suer, scene di kebun jagungnya indah banget, mirip drama . Saya tidak menyangka, Joy bisa berani memperlihatkan wajah bangun tidurnya pada Sungjae di pagi pertama kebersamaan mereka. Padahal sebelumnya, ia sedikit berat hati wajah tanpa make upnya pada Sungjae dan viewers. Gak ada awkwardnya sama sekali. Malah terlihat nyaman satu sama lain. Saya saja sampe kaget. Kok bisa secepat itu? Saya menduga, syuting jauh dari Seoul rupanya bisa membantu mendekatkan keduanya.
Honeymoon di Jeju! Bahagia banget liat Bbyu pemotretan untuk kalender 2016. Tanpa sadar saya ikut tertawa melihat betapa adorable dan cute-nya couple ini. Ada scene ketika Sungjae dan Joy saling melumuri wajah dengan kue tart.
Park Misun’s comment is me!
Bbyu couple tuh jago banget jadi happy virus untuk penonton. Trus pemotretan di kolam renang, pas Joy belajar nge­-flip di dalam air. Sungjae gak bisa nahan diri untuk tidak ngakak. Untuk kesekian kalianya saya mendengar Sungjae menyebut Joy seperti Gaeguri alias kodok—tanpa maksud menghina ya. Panelis dan saya juga gak bisa berhenti ngakak. Mana Joy-nya pantang menyerah supaya bisa nge-flip kayak Sungjae.
Liburan ke Hainan, China. Waktu Sungjae dan Joy menyeberangi jembatan yang tingiiiiiii banget. Wah, ini favorit saya banget. Joy yang biasanya keliatan tangguh jadi tampak lebih menonjol sisi perempuannya. Sungjae tampil sebagai pelindung. Ecieeee. Joy takut banget dan memegang tangan Sungjae, tapi tiba giliran selfie doi semangat anet tsk tsk. Suer, cute!
Trus scene di cable car, Joy sengaja ngegoda Sungjae. Bikin Sungjae salting dan gak bisa ngebales ㅋㅋㅋㅋ
Berlanjut ke malam setelahnya, menjelang tidur, Joy dan Sungjae saling menata rambut masing-masing. Joy mengikat rambut Sungjae mirip antena, mana musiknya pake bgm-nya You Who Came From The Star gitu, lucunya gak tanggung-tanggung. Sungjae-nya pasrah aja di-apain rambutnya sama Joy.
Aaaaacccckkkk! Penampilan Bbyu Couple di MBC Ent Award! Sukses besar. Sungjae dan Joy bersinar di acara tersebut—hati Hayati juga ikut bersinar wkwk.
Mungkin saya satu dari sekian viewers langka yang malah mem-favoritkan episode terakhir Bbyu Couple. Di episode terakhir mereka, Sungjae dan Joy saling menyanyikan lagu. Joy membawakan lagu My Switie-nya BoA, sedangkan Sungjae mempersembahkan lagu Hug dari Jung Joon Il. Joy menangis hingga matanya bengkak. Sebaliknya, Sungjae lebih banyak tertawa dari sebelumnya. Inilah mengapa saya tidak bisa melupakan moment terakhir mereka sebagai pasangan virtual. Sungjae dan Joy tampil menjadi diri mereka sendiri. Di detik-detik terakhir menjelang menyanyikan Young Love—lagu duet mereka, Joy berusaha agar tidak menangis lagi. Tidak hanya sekali Sungjae bertanya apakah setelah last concert itu berakhir, maka mereka juga telah benar-benar berakhir? Ada beberapa kali Sungjae tertangkap kamera hampir menangis—matanya berkilat. Semacam ada air tergenang.
Sungjae ini tipe tsundere level atas. Artinya makin banyak ia tertawa pada momen-momen sedih, itu menyiratkan betapa keras usahanya agar sisi emosional yang real tidak tampak ke permukaan. Saya semakin menyadari ini ketika BTOB menerima kemenangan di salah satu Music Show. Biasanya kan nangis tuh idolnya. Sungjae-nya cengengesan wae.
Sementara ini WGM Bbyu Couple satu-satunya favorit saya di WGM. Video mereka lengkap di folder lepi. Misalnya nanti ada berita dating Sungjae dan Joy pacaran dengan orang lain, saya gak akan marah. Itu hak mereka kok. Saya tidak punya hak untuk tidak setuju. Aduuuh, udah rempong gini ngurusin diri sendiri, masa mau nambah ngurusin urusan orang. Kurang kerjaan _
***
Niat membuat postingan Bbyu Couple sudah lama ada setelah pernikahan virtual mereka berakhir, tapi saya kadang dilanda ragu mau posting apa gak usah sekalian. Tulisan ini pun sudah berkali-kali mengalami pengeditan di sana-sini. Btw adik bungsu saya yang fans-nya Apink gak suka Bbyu Couple. Dia bakalan nyinyirin saya dengan damai setelah membaca postingan ini. Bagusnya, meskipun selera berbeda, saya dan dia gak pernah perang-perangan. Kalau saling ngeledek  sih sering ㅋㅋㅋ Deng Dong, annyeeoooong! Eonni isseoyeo!
Inilah yang disebut nikmatnya saling menghargai, iya gak? Menjadi berbeda adalah pilihan, jangan sampai kita semena-mena menghakimi pilihan orang lain. Memaksakan kehendak agar orang menyukai apa yang kita sukai bukanlah tindakan beradab. Untuk bisa stay lama di sebuah komunitas atau pun lingkungan dengan orang-orang yang memiliki preferensi yang tidak seragam, kita harus pandai membawa diri agar tidak menimbulkan gelombang panas atau parahnya berujung saling tengkar hingga saling menjauhi satu sama lain—gak sehat itu. Inilah yang sedang saya coba tumbuhkan di hati saya yang kerap mengerdil tanpa sadar ini.
Oya, meski tak menjadi shipper Bbyu Couple, saya sering membuka IG Sungjoy Family sekadar nyari tahu kegiatan-kegiatan Sungjae dan Joy. Gitu aja, gak lebih ☺
Jangan lupa bahagia, kamu ^^
Azz
#TeamLowExpectation
Haaaaiiiiiii,
Ehm ehm... setelah hore-horean gara-gara baca di twitter Sungjae dan Joy dipertemukan kembali di CF, lalu membaca pro-kontra yang kayaknya gak akan ada habisnya dari para fans, saya ngerasa in timing yang tepat untuk memposting draft Sungjoy ini. Perlu diketahui, saya menulis draft ini pertama kali di bulan Oktober 2016 lalu, waktu itu saya yang lagi syedih dan kangen sama Bbyu merasa perlu memosting sesuatu tentang WGM mereka. Tapiiii, karena beberapa hal saya nggak jadi-jadi juga memosting tulisan ini.
Saya sadar sekarang ini suara fans banyak yang terbagi-bagi. Ada yang setuju lagi ngotot, ada yang nggak setuju sama kali bahkan cenderung anti, dan ada pula yang setuju tapi nyantai—saya masuk kategori yang terakhir. Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya bukan diehard fans nya Bbyu. Tapi saya sayaaaang banget sama nih anak berdua. Saya mendukung Sungjae dan Joy, mendukung karir mereka, mendukung pilihan-pilihan mereka, sepanjang itu bagus untuk karir mereka, saya dukung. Mereka mau pacaran sama siapa, jelas sekali itu bukan wilayah saya. Saya ini tipikal fans yang sepenuhnya sadar, saya nggak punya hak ngurusin atau sok ngatur kehidupan artis yang saya suka. Mereka udah ngasih saya kebahagian, dan mereka juga berhak bahagia—masa iya sih lo tega ngatur-ngatur, siapa elo? Emak-bapaknya juga bukaaaan. Iya sih di Koriya emang masih idol oriented banget, idol terikat dengan para fans, fans punya hak ngatur artisnya. Kasarnya gitu. Berhubung saya bukan orang Koriya, dan saya udah sibuk dengan hidup saya sendiri, seterah deh artes kesayangan saya mau ngapain asal jangan ngelakuin yang merembet ke kriminal aja, kayaknya masih bisa saya tolerir.
Saya mencoba berpikir logis, kalau Sungjae bisa bikin CF sama ciwi-ciwi lain, kenapa sama Joy enggak boleh? Salahnya di mana sih? Salahnya Joy kah? Saya mikir lama dan akhirnya nyimpulin; bukan Joy yang membuat sebagian fans Sungjae nggak setuju—nggak suka—tapi Bbyu shipper garis keraslah pemicunya. Jangan marah, tapi ini fakta yang mau nggak mau harus diakui. Saya beberapa kali menemukan komentar-komentar—paling banyak di Youtube—yang ditinggalkan para Bbyu shipper, terkesan maksa banget seolah-olah semua yang Sungjae lakukan ada kaitannya sama Sungjae. Plis deh. Saya kadang-kadang kesel juga sih—mikirnya, aduh apaan siiiiih. Gitu. Ini bukan soal siapa salah siapa benar, lahirnya shipper garis keras dari WGM emang udah bisa diprediksi. Itu tuh efek yang sampe sekarang enggak tau gimana cara menanganinya, soal hati ini *halah*. Trus kondisinya makin diperparah setelah Joy di-pairing dengan namjah-namjah ketje di drama, fans Sungjae yang di-pairing dengan ciwi lain di project lain pun buanyak bertebaran.... pusing nggak lo? ㅋㅋㅋㅋ
Aku mah anaknya cinta damai.... hihi.
Nun di dalam hati, sebagai orang yang menyukai WGM Bbyu couple, sejak mereka bubaran 2016 lalu, setiap kali ada moment Bbyu entah itu di acara mana, saya hepi sekali. Sepenuhnya bahagia. Suka aja. Saya tuh nggak minta macem-macem, nggak nuntut mereka harus pacaran—cukup tahu mereka masih berhubungan baik aja udah bikin hati semriwing huhuhu. Masih kebayang last episode nya Bbyu ㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠ
Siapa sangka mereka dipertemukan kembali di CF... saya sempet asal nebak pas ada foto misterius Sungjae dengan cewe—muka mereka nggak keliatan, ngeliat model ceweknya saya sempat mbatin, jangan-jangan cweknya Joy? Ehh beneran Joy HAHAHAHA. Menang banyak dong sayaaah. 
Di tengah-tengah gonjang-ganjing saya hanya bisa berharap, semoga ga ada yang semena-mena merusak reputasi Joy dan Sungjae dengan mengatasnamakan fans. Ada yang bilang mencintai itu sakit, tapi percayalah—ada juga cerita tentang jatuh cinta yang tidak sakit.
Kuncinya satu, jangan berlebihan. Jangan lebay.
Bahagia nggak harus nyakitin orang lain. Dan jangan memilih bahagia dengan nyakitin orang lain.
Tabik,
Azz


Drama yang saya tulis di bawah hanya drama-drama yang saya ikuti baik itu tuntas atau tidak—tak berbeda jauh dari tahun sebelumnya, tahun ini saya tidak mengikuti secara tuntas banyak drama. Bukan karena tidak punya banyak waktu luang, tapi karena tidak banyak drama yang sesuai selera saya.

* Drama Yang Ditonton Hingga Tuntas

1. Healer (20 Episode-KBS)


Drama ini lebih dari sekadar kisah cinta Seo Jung Ho dan Chae Young Shin. Well wrtten, meski endingnya masih dirasa kurang memuaskan karena sempitnya waktu serta low budget tidak akan membuat saya ragu-ragu menyebut Healer sebagai salah satu drama favorit saya di tahun 2015. Drama ini membuat banyak hati berbondong-bondong jatuh cinta pada Seo Jung Ho err atau Ji Chang Wook? Saya yang lagi kejar-kejaran sama skripsi, sempet-sempetnya nonton Healer T_____T. Bela-belain begadang, live streaming, ngetem di forum Soompi, nonton sebelum keluar sub trus nonton lagi setelah sub-nya keluar, sambil nunggu episode minggu depannya, saya ngulang nonton lagi. Gila gak? Drama ini juga sanggup membuka mata saya yang selama ini gak terlalu suka akting Park Min Young.

2. Falling for Innocence (16 Episode-Jtbc)


Setelah Healer tamat, dan saya menyusul selesai skripsi—percaya gak percaya, saya baru bisa ujian setelah seminggu Healer tamat hahaha *facepalm*, saya mencari-cari drama yang menarik perhatian. Maka dicobalah menonton Falling for Innocence. Penulis skenarionya tidak familiar, tapi Jung Kyung Ho dan Kim Seo Yeon cukup memberikan saya jaminan agar mulai menonton. Saya tertarik dengan satu drama biasanya terlihat di dua episode pertama. Falling For Innocence.
Kang Min Ho, sajang-nim yang galak-galak tapi baek hati plus lucu gak ketulungan, childish tapi ngangenin. Pengen nabok bukan karena dia galak tapi karena dia bikin gemeeees! Didampingi sekretaris yang gak kalah sedeng bin koplak. Saya suka dengan cara penulis skenarionya menulis drama ini. Well written.
3. I Remember You/Hello Monster (16 Episode-KBS)


Min!

Di saat orang lain heboh dengan Oh My Ghost, saya justru lebih memilih Hello Monster. Drama bermotif detective dan psikopat—pembunuh berantai. Saya tidak menyangka jika penulis skenarionya adalah orang yang sama yang menulis Protect The Boss. Lucunya yang membuat saya tertarik bukan romance antara Jang Nara dan Seo In Guk melainkan Seo In Guk dan Park Bo Gum sebagai saudara sedarah. Lee Hyeon dan Min. Dua kakak-adik yang terpisah pada hari pembunuhan ayah mereka.
Drama ini yang mempertemukan saya dengan Park Bo Gum. Saya gak jatuh cinta pada wajahnya—masih cakepan Taek daripada Min—aktingnya sebagai Min-lah yang membuat saya terkesima. Saya pernah bilang sorot mata Bo Gum mirip Ji Chang Wook, Yoo Seung Ho dan Jung Kyung Ho. Dalam diam, mata mereka bisa mengisyaratkan banyak hal. Sedih, bahagia dan lain-lain. Sangat jarang saya temui aktor yang bisa berakting se-detail mereka.

4. Cheer Up/Sassy Go Go! (12 Episode-KBS)


Sambil menunggu episode terbaru D-Day, saya mendonlot Cheer Up tanpa ekspektasi apa-apa. Sekadar selingan saja. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, saya men-drop D-Day dan menonton Cheer Up hingga tamat (maaf sinopsisnya belum bisa saya lanjutkan T___T)
Drama sekolah yang isinya sesuai dengan judul dramanya.
Its all about cheer up. Tentang persahabatan, cinta ala remaja, cemburu,  masa-masa sekolah yang penuh tekanan. Jika mau jujur, sebanyak cinta saya untuk Yook Sungjae, tapi saya harus akui Cheer Up lebih bagus daripada School 2015.


Ah, Kim Yeol.

* Drama Yang Ditonton Tamat Tetapi Di banyak di-skip

1.      School 2015
Saya ngedukung Han Yi Ahn dan Gong Taekwang, tapi sayang sekali saya menontonnya dengan men-skip banyak adegan. Entahlah, boring rasanya :D
2.      She Was Pretty
Saya bosan dengan plot teman masa kecil-terpisah-ketemu kembali-jatuh cinta. Selain itu saya merasa lebih klop dengan akting Choi Siwon sebagai Kim Shin Hyuk. Saya bukan fans Suju meski pernah nge-stan mereka di awal-awal tahun 2010~2011, saya biasa aja tuh sama Siwon. Dia pernah nyuri perhatian saya di King of Dramas—lalu terlupakan. Penampilannya sebagai Kim Shin Hyuk kembali mencuri perhatian saya, sayang sekali setelah syuting She Was Pretty dia harus masuk wamil.
3.      Oh My Ghost
Nggg... terlalu manis.

4.      Orange Marmalade
Saya bahkan gak tahu kenapa saya ngebiarin temen ngirim file-nya ke Harddisk xD
5.      Sensory Couple
Choi Mu Gak is love~
Oh Cho Rim is cute~
Psikopatnya asli nyeremin. Saya menonton 12 episode tanpa skip, lalu karena satu dan lain hal saya gak mendonlot drama beberapa waktu lamanya, setelah kembali ke kdramaland, saya tiba-tiba malas melanjutkan donlotan. Ketika teman memberikan sisa file-nya saya malah menontonnta pake skip.
6.      Warm and Cozy
Ah. Chilbong. Di sini Chilbong-nya gak ngenes lagi. Yang terjadi, dia yang ngegantungin perasaan orang. Duet Kang Sora dan Yoo Yoon Suk tidak mengecewakan. Dipadu skenario yang ditulis Hong Sister (Master Sun, BIG, Hong Gil Dong, etc) dan keindahan pulau Jeju, saya cukup terhibur. Beberapa kali dibikin ngakak. Anehnya, saya berkali-kali mengulang beberapa scene dan tetap ngakak. Drama asuhan Hong Sister kali ini kurang sukses dibandingkan drama sebelumnya—Master Sun. Ada yang terasa kurang.
7.      Twenty Again
Bukan dramanya yang bermasalah. Tapi saya. Padahal drama ini sudah kutunggu-tunggu mengingat yang bermain adalah Lee Sang Yoon. Penulis skenarionya juga menulis Two Weeks.
8.      Achiara’s Secret/The Village
I love Yook Sungjae. Kalau gak ada dia di drama ini, suramnya berkali-kali lipat.
9.      Scholar Who Walks The Night
Saya tidak punya alasan menonton drama ini dengan sabar selain Lee Jun Ki.
10.  Angry Mom
Sayang sekali saya tidak sukses jatuh cinta pada Go Bokdong, pemirsaaaah! :D
11.  Kill Me Heal Me
Gak percaya kaaan saya tega men-skip drama keren ini? Ga banyak kok yang saya skip. Di antara 7 personaliti Jisung, saya paling suka sama Ahn Yo Na. Si genit yang ngagenin.
12.  Mask
Jangan tanya kenapa.
13.  Producer
I’m weird, right? :D
14.  Blood
Ahn Jae Hyun is ok but aksen Goo Hye Sun terasa sangat mengganggu plus endingnya bikin saya pengen nabok orang.

* Drama Yang Ditonton Tapi Belum Ditamatkan

1.      Missing Noir
2.      Hidden Identity
3.      Awl
4.      D-Day (Saya gak yakin akan melanjutkan atau tidak)
5.      Yongpal (Maaf Jowon Oppa, saya gak suka drama medis yang lebay dan kurang masuk di-nalar saya)

Saya tidak memasukan Reply 1988 pada list di atas mengingat dramanya masih on going. Lagian sepertinya saya tidak perlu menulis, sudah ketahuan betapa cintaaanya sama sama drama satu ini.
Oiya, disela-sela kebosanan saya pernah mencoba menonton anime Ao Haru Ride, sukaaaa pake banget. Saya akan senang sekali bila ada yang berkenan merekomedasikan drama/anime romantis/slice of life/school Jepang yang bagus. Saya berencana juga menonton Drama 5 to 9 kapan-kapan.
Ternyata tahun ini saya banyak menonton drama dari KBS. Tahun ini drama KBS kurang beruntung karena perolehan ratingnya yang ancur-ancuran. Tapi itu bukan jaminan dramanya gak bagus loh. :D

Variety Show/Reality Show Yang Saya ikuti :
1.      King of Mask Singer
2.      WGM Season 4 (Sungjoy Couple)
3.      Showtime Infinite (On Going)
4.      Three Meals A Day Season 2
5.      New Journey to The West

Top Ten Ost Favorite :
1. Dear Cloud-Remember (Ost Hello Monster/I Remember You)
2. Jang Jae Jin feat Na Show-Auditory Hallucination (Ost Kill Me Heal Me)
3. Junggigo feat Jooheon Monsta X-닮은 (Ost Mask). Gak tau judulnya dalam bahasa inggris hahaha
4. Jinsil feat Mad Soul Child-Reset (Ost School 2015)
5. Baechigi-Fly With The Wind (Ost School 2015)
6. Red Velvet Wendy feat Yook Ji Dam-Return (Ost School 2015)
7. Zico Block B feat Sojin  Girl’s Day-Sick (Ost Mask)
8. Yook Sungjae-Stop to Love Again (Ost Scholar Who Walks The Night)
9. Kihyun Monsta X-One Step Closer (Ost She Was Pretty)
10. Noel-Together (Ost Reply 1988)

2015 adalah tahun di mana saya mengenal banyak wajah-wajah baru dengan akting yang menjanjikan dan rata-rata usianya jauh lebih muda dari saya. Saya mendadak merasa sudah tidak muda lagi T______T. Ada Park Bo Gum, Lee Won Geun, Chae Soo Bin, dan Yook Sungjae.

Demikian review singkat dari saya. Fiuh. Semoga nggak ada yang terlupa.
Selamat datang tahun 2016!

Doa-doa yang baik untuk kita semua :)


P.s : Barusan baca postingan di Netizen Buzz, PD Reply 1988 mengaku belum tiba pada kesimpulan akhir siapa yang menjadi suami Deoksun. PD-nim, becandaan Anda sungguh keterlaluan!