Daripada galau mikirin Yuki, mendingan nge-post tentang drama-nya Lee Jong Suk dan Park Shin Hye yuk!
Masih inget agak demam The Heirs tahun lalu? Aku inget banget karena aku termasuk orang yang heboh saat drama itu tayang di SBS. Walaupun banyak yang berkomentar The Heirs tidak sesuai harapan, aku enjoy aja tuh nontonnya. Selera orang kan beda-beda yah. Nah, akhir tahun 2014 ini SBS kembali menghadirkan sebuah drama yang cukup menjanjikan dari tim produksi I Hear Your Voice—drama yang aku tonton karena iseng buat ngisi waktu eh malah jatuh cinta di episode satu—dengan menyandingkan duet apik Park Shin Hye dan Lee Jong Suk. Aku bukan fans keduanya, tapi bukan berarti aku tidak suka mereka. Aku bahkan menonton semua drama Park Shin Hye loooh. Menurutku Shin Hye pinter memilih drama dan lawan main tentunya. Liat saja ke belakang actor-aktor yang pernah berpasangan dengannya di drama : Jang Geun Suk, Yoon Shi Yoon, Jung Yong Hwa, Lee Min Ho daaaan saat ini, Lee Jong Suk. Well, sama dengan apa yang aku lakukan ke Park Shin Hye, aku bukan fans Jong Suk tapi aku nonton drama-drama dia kecuali Doctor Stranger yang aku tonton tidak sampai sepuluh episode karena aku kecewa dia nggak nyampe ke Kang Sora LOL. Aku sukaaa aktingnya Kang Sora.


Pinocchio ditayangkan pada slot Rabu-Kamis di stasiun tivi SBS. Seperti yang diketahui bersama, aku lagi hiatus nonton Kdrama. Tapi berhubung yang nulis scenario Pinocchio sama dengan yang menulis I Hear Your Voice maka dengan sukarela saya memutuskan nonton drama ini. Saya yakin aja pasti bakal sekeren I Hear Your Voice.

Pinochhio nama sindrom penyakit tidak bisa berbohong. Orang yang terkena sindrom ini akan mengalami cegukan kalau dia melakukan kebohongan dan baru akan berhenti (cegukan) bila ia berkata jujur.


Choi In Ha (Park Shin Hye) adalah orang yang mengidap syindrom Pinocchio ini. Episode pertama dibuka dengan sebuah acara kuis yang ditayangkan live sebuah stasiun tivi. Choi In Ha dan teman-teman sekelasnya berkumpul di ruang kelas khusus untuk menonton acara kuis itu. Ahn Chan Soo yang merupakan peserta kuis tersebut yang sudah membawa pulang kemenangan dua minggu berturut-turut adalah teman sekelas In Ha, jadi pantas saja mereka antusias.

Ahn Chan Soo
Saat ditanya mengenai lawan yang diharapkannya malam itu, Ahn Chan Soo dengan gaya sok cool-nya bilang kalau dia mengharapkan seorang lawan yang tangguh. Lalu diperkenalkanlah siapa lawan Ahn Chan Soo…
Jreeeng! Guess, who? Benar sekali. Dia adalah Uri Lee Jang Suk yang memerankan anak laki-laki berpembawaan super cuek rada seenaknya gitu. Namanya Choi Dal Po. Err, namanya sedikit aneh tapi ganteeng sih jadi nama anehnya termaafkan xD




Aduh mas-nya.... T^T
Aku ngakak liat style Dal Po video perkenalannya ditampilkan di layar. Dia bergaya sangat lebay dan meng-imut-imutkan diri. Mana background music-nya pake ost Sunny-nya Kang Sora hahahaha. Jadi teringat gaya dia joget-joget ‘Ommona~’nya Wonder Girls di Doctor Stranger. Koplak. Melihat Dal Po di televisi tentu saja membuat terhenyak bin kaget wali kelas dan teman-temannya. Ahn Chan Soo juga tidak kalah kagetnya. Tau gak kenapa pada kaget? Soalnya Dal Po dikenal bodoh dan malas belajar. Dia rangking terakhir di kelasnya. Mungkin pada mikir kali ya, orang sebodoh Dal Po nyari mati aja, gak tau kapasitasnya sendiri pake acara ikut-ikutan kuis di tivi segala. Berbeda dengan reaksi yang diterimanya, Dal Po terlihat sangat percaya diri dan santai.

Singkat cerita, pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan MC rupanya membuat Dal Po teringat masa lalunya yang kalau saya bilang sangat mengerikan untuk anak seusia dirinya. Dal Po kecil dulunya bernama Ha Myung. Ia tinggal bersama kedua orangtuanya dan seorang kakak laki-laki, bernama Jae Myung. Kehidupan mereka sangat bahagia. Ayahnya bertugas sebagai ketua tim pemadam kebakaran. Petaka yang mengubah total peta hidup anggota keluarga itu datang ketika ayah Ha Myung (Dal Po kecil) bertugas memadamkan kebakaran hebat yang melanda sebuah gedung. Kesalahan dilakukan oleh pria pemilik gedung itu. Dia berkata bahwa masih ada dua orang di dalam gedung itu. Ayah Ha Myung dan regu pemadam kebakaran masuk ke dalam gedung untuk menyelamatkan dua orang yang ternyata sudah keluar saat kebakaran terjadi. Malang tak dapat ditolak, bahan bakar di dalam gedung meledak saat Ayah Ha Myung membuka pintu. Akibat insiden tersebut banyak anggota pemadam kebakaran yang tewas. Hanya jasad ayah Ha Myung yang belum ditemukan. Spekulasi berkembang mengatakan ayah Ha Myung melarikan diri karena tidak mau bertanggung jawab. Ditambah lagi satu keterangan seorang pria—tetangga keluarga Ha Myung—yang mengatakan dia melihat seorang yang mirip ayah Ha Myung di jalan. Pria ini mengidap sindrom Pinocchio, oleh sebab itu semua orang percaya kalau itu benar ayah Ha Myung. Padahal bukan, itu adalah orang lain yang dari tampilannya memang mirip ayah Ha Myung. Belum lagi ulah wartawan yang haus sensasi tidak peduli suasana duka yang sedang melingkupi pihak keluarga karena insiden itu.


Seorang wartawan perempuan Song Chae Ok tanpa mengindahkan kode etik jurnalisme, melakukan dramatisasi luar biasa sehingga tampak ayah Ha Myung memang pantas disalahkan. Ambisinya mengejar berita menutup hatinya, dia bahkan tidak peduli soal benar-salah atau patut-tidak. Atau paling tidak dia sedikit menimbang kondisi piskologis orang yang diwawancarainya.

Pemilik gedung yang terbakar itu mengatakan pada polisi bahwa dia sudah mengatakan pada ayah Ha Myung kalau di dalam gedung itu sudah tidak ada orang, tapi ayah Ha Myung memaksa tetap masuk. Ya,dia memfitnah ayah Ha Myung.

Maka sempurna sudah tudingan dan caci maki itu mengarah ke keluarga Ha Myung. Pagi sebelum berangkat ke sekolah, wartawan sudah menunggu Ha Myung dan Jae Myung di depan pagar rumah mereka. Sung Cha Ok tidak memedulikan Ha Myung dan kakaknya masih di bawah umur, dia terus menerus memborbardir pertanyaan pertanyaan yang menyudutkan kepada keluarga Ha Myung. Wartawan kejam >.<

Akibat tekanan yang menghantam mereka bertubi-tubi, ibu Ha Myung mengajak Ha Myung melihat pesta kembang api, lalu membawa serta Ha Myung terjun ke laut. Bunuh diri. Sedih menyaksikan bagaimana Jae Myung berteriak kesetanan sambil menghancurkan kamera wartawan yang mengambil gambar di lokasi bunuh diri ibu dan adiknya. Ia berkata wartawan/reporter itulah penyebab bunuh diri ibunya.

Ibunya Ha Myung sebelum insiden
Ha Myung tidak mati. Dia ditolong seorang kakek yang mengalami demensia. Dia adalah haraboji-nya Choi In Ha. Di situlah awal mengapa Dal Po memakai marga yang sama dengan In Ha. Haraboji menganggap Ha Myung kecil adalah paman In Ha yang lahir kembali. Paman In Ha bernama Dal Po, mati tenggelam di lautan. Dal Po (Ha Myung) kecil hidup dalam kebohongan sebagai orang lain. Toh, dia sudah tidak mungkin lagi kembali ke kehidupannya semula yang sudah hancur berantakan.

Choi In Ha kecil

Gilak, Dal Po pake shampoo apa kok dalam waktu 5 bulan rambutnya
jadi panjaaaaaang gitu xD
Hubungan samchon (paman)-keponakan antara In Ha dan Dal Po berjalan unik, lucu juga. Dal Po terharu ketika In Ha berkata bahwa ayah Dal Po pasti orang baik. Setelah semua orang menuding ayahnya sebagai orang baik, akhirnya ada orang yang bahkan tidak mengenal ayahnya mengatakan kalau ayahnya pasti orang baik. Namun kekecewaan dan kemarahan meledak dalam diri Dal Po mengetahui kenyataan In Ha adalah puteri Sung Cha Ok, reporter yang dianggap Dal Po paling bertanggung jawab atas bencana yang diterima keluarganya. Sejak saat itu Dal Po memperlakukan In Ha tidak sebaik sebelum ia tahu kebenarannya. Sementara In ha sama sekali tidak tahu soal itu. Dia teramat sangat memuja ibunya. Ayah dan ibunya telah bercerai sebab itulah mereka pindah ke kampung kecil itu dan tinggal bersama haraboji.

In Ha yakin Dal Po bisa menang....
Kembali ke acara kuis itu, sebenarnya Dal Po bisa mengalahkan Ahn Chan Soo. Dia sengaja mempermainkan Ahn Chan Soo, melempar pertanyaan yang sudah dijawabnya setengah akhirnya Ahn Chan Soo menjawabnya dengan lesu. Cerdas banget si Dal Po. Jadi gini, jawaban pertanyaan itu ada empat poin. Awalnya, Ahn Chan Soo hanya sanggup menjawab satu point. Sebaliknya, Dal Po lalu menjawab tiga point tanpa mengikutkan satu point dari jawaban Ahn Chan Soo, padahal kalau Dal Po mau kemenangan sudah digenggamannya. Kata lainnya, dia kalah terhormat. Kejadian itu sekaligus membuktikan Dal Po selama ini berpura-pura bodoh hanya agar identitasnya sebagai Dal Po tidak hilang. Apa jadinya kalau haraboji yang demensia itu menyadari orang yang dianggap sebagai anaknya ternyata sangat cerdas. Pasti shock dan bisa berakibat fatal pada kesehatannya. Satu lagi, sebenarnya pada tahap awal penjaringan peserta Dal Po menempati posisi pertama akan tetapi karena dia selama ini berperilaku sebagai orang bodoh, tidak ada yang percaya dia bisa mendapatkan nilai sempurna. Ada yang menuduhnya melakukan kecurangan hingga akhirnya Ahn Chan Soo-lah yang lolos di posisi pertama.

Wali kelas yang menjengkelkan. Mian.
Satu scene yang menurutku sangat menarik yaitu sewaktu wali kelas menyuruh Dal Po menulis pernyataan permintaan maaf yang dengan tegas ditolak Dal Po. Dia tidak melakukan kesalahan lantas mengapa dia harus mengakui hal yang tidak pernah dilakukannya? Wali kelasnya ngotot, Dal Po tidak punya bukti yang bisa mementahkan tudingan tersebut. Ya jelas marah dong Dal Po. Hanya karena tidak ada bukti jadi dia harus mengaku salah? Di kehidupan nyata pernah nggak sih berada di posisi Dal Po? Kebenaran yang kita sampaikan ditepis karena penampilan atau pembawaan kita dan lagi kita tidak punya siapa-siapa yang bisa menjadi saksi. Kesal, Dal Po mengancam akan menyebarkan rumor kalau wali kelasnya ada affair dengan guru lain yang sedang berada di ruangan itu. Wali kelasnya balik marah, itu jelas-jelas kebohongan! Dal Po melemparkan sindiran, silakan buktikan ke pada siswa-siswa itu tidak benar. Nah ini juga! Seringkali kita tersulut api yang dihembuskan melalui gosip-gosip murahan yang takaran kebenarannya tidak jelas.


Lantas kenapa setelah gagal di test pertama, Dal Po masih bisa ikut kuis itu? Dia ikut test pada minggu kedua  di Seoul demi In Ha! Iyak. In Ha kesal teman-temannya menuduh Dal Po tanpa bukti. Dia ditantang Ahn Chan Soo—yang patah hati ditolak In Ha setelah kuis pertama—kalau Dal Po terbukti bersalah In Ha harus rela dipukul sepuluh kali. In Ha sedikit ketar-ketir tapi dia menyanggupinya dengan catatan, kalau Dal Po benar, maka Ahn Chan Soo harus membagi setengah hadiah kuis itu pada Dal Po. Fix.

Begitulah. Test pertama yang gagal, Dal Po serius mengisi lembar jawabannya karena dia tidak ingin Ahn Chan Soo menyatakan cinta pada In Ha. Ceritanya kalau Ahn Chan Soo lolos seleksi dia akan menembak In Ha, Dal Po tidak sengaja mendengar itu. Pada test kedua, lagi-lagi karena In ha. Bisa disimpulkan Dal Po sudah menyukai In Ha sejak lama. Hanya saja dia tidak bisa melakukan apa-apa dengan rasa suka itu. Jalinan takdir antara mereka cukup rumit.

In Ha yang penasaran benarkan Dal Po sepintar itu melakukan penyelidikan kecil-kecilan. Hasilnya, sungguh wooooooow banget. Selama ini Dal Po menjadi langganan perpustakaan. Dia semua buku-buku di sana. Takjub dooong, In Ha.



Episode dua berakhir dengan scene In Ha dan Dal Po kehujanan sambil memakai tudung kepala dari itu loooh yang sering dipakai di jalan/parkiran warnanya orange.

Komentar :
Yokshiiii! Aku akan terus menonton drama ini, sekali lagi karena aku percaya tim produksinya, juga karena drama ini tayang di SBS. Salah satu kelebihan SBS adalah mereka hampir tidak pernah meng-cut atau turut campur pada naskah kalau ratingnya rendah, tidak seperti MBC. Masih inget banget gimana Heartstrings di-cut satu episode. Drama ini keren, serius. Konsisten dan solid. Chemistry antara Park Shin Hye dan Lee Jong Suk juga bagus. Aku senang Park Shin Hye mengambil drama ini, akhirnya kita bisa liat dia berakting menjadi karakter ceria dan boysh abisss, tomboii.
Profesi yang diangkat dalam drama ini juga menarik perhatianku. Jurnalisme. Sindiran yang sampaikan di episode 1 dan 2 sangat tepat menggambarkan dunia jurnalisme saat ini—khususnya ehm di negeri kita tercintah ini—bagaimana satu petikan berita yang ditangkap oleh lensa kamera setelah dipoles sedemikian rupa, sengaja menyisihkan sisi kebenaran bisa menghancurkan hidup orang.
Aku nggak akan membuat sinopsisnya, udah ada kok blogger lain yang bikin. Aku cuma akan menulis semacam review singkat per episode, kalau sedang ada waktu luang. Review dariku tentu saja sangat jauh dari lengkap. Oiya, di episode dua, secara samar diperlihatkan tengkorak mencuat keluar dari tanah yang digerus hujan deras. Aku yakin itu milik ayah Dal Po. Lee Yo Bi dan Kim Young Kwang belum muncul di dua episode plot ini, mungkin episode selanjutnya mereka baru muncul.
Benarkah kata-kata yang diucapkan penderita Pinocchio selalu benar?




 Jae Myung dewasa, kakak Ha Myung. Kok saya merasa dia akan jadi penjahatnya ya? Siapa sih yang nggak akan mendendam, ayahnya dituduh melarikan diri, ibu dan adiknya bunuh diri. Dan dia menanggung sendiri seluruh tudingan miring mengenai keluarganya. Masih untung Jae Myung ga bunuh diri juga. Jae Myung mematai pria penderita pinocchio yang dulu memberikan keterangan kalau dia melihat ayahnya Jae Myung dan Ha Myung. Emm, yang jadi Jae Myung dewasa pernah main di Faith bareng Lee Min Ho. Pantes familiar....
He's cute, rite?
Kyaaaaaaaaaa! I really adore this guy! *grasa-grusu sendiri, heboh sendiri*
Fiuuuh, tarik napas-hembuskan... Ehm, keep calm.... Ada yang kenal siapa pria di foto itu? Yang udah nonton Itazura Na Kiss Love in Tokyo pasti tau. Iyap, namanya Furukawa Yuki, aktor Jepang yang sudah berhasil mencuri perhatiankuh LOL.

Ini emang udah telat banget ya ngomonginnya tapi gapapa daripada enggak sama sekali. Ceritanya, beberapa waktu lalu aku yang lagi-lagi terkena sindrom bosan dengan Kpop dan Kdrama karena berbagai hal yang terjadi terhitung setelah Fated to Love You tamat, hingga isu bubarnya boiben kesayanganku MBLAQ--yang sampe detik ini gak ada kejelasannya bener apa enggak alias ngegantung kayak jemuran tujuh purnama gak ada yang ngambil--aku kemudian iseng donlot Itazura Na Kiss sehabis mendonlot ulang dorama fave-ku Code Blue Season 2. Mumpung ada yang upload Itakiss di Youtube, langsung deh capcuss donlot!

Secara keseluruhan ceritanya sih aku udah tau karena aku pernah nonton versi Korea-nya yang dikasih judul Playfull Kiss. Daaaan eng ing eeeeng, gak nyangka bangettttt dorama versi Jepang-nya bener-bener bikin aku betah nonton dari subuh hingga siang trus dilanjutin lagi besok subuhnya *facepalm* itu saking penasarannya akuuuu.

Kalau ditanya apa yang bikin aku suka Itakiss versi Jepang walaupun aku sudah pernah nonton versi Koreanya? Pertama, taste Kdrama dan Jdorama itu jelas bedaaaaa banget. Urusan komikal lebih dapet versi Jepang-nya. Peran Kotoko Aihara diperankan dengan apik oleh Honoko Miki. Aku sering memutuskan nonton drama karena kadung jatuh cinta dengan akting pemeran utama wanitanya, salah satunya di Itakiss Love in Tokyo ini. Miki cocok sekali memerankan gadis lemot, lucu dan periang. Bukan cupu ya. Kotoko asli koplak gokil, mulai dari ekspresi sampe cara dia ngomong. Dapet banget feel-nya. Sejujurnya, aku termasuk penonton yang sangat menyukai detail, kalau ada sedikit saja part yang menurutku tidak sesuai pasti aku tinggalin dramanya. Nah, Itakiss Love in Tokyo sukses menaklukan hatiku hahahaha lebai abis lu, Nap.

Kedua, chemistry antara pemain bagus. Klop. Furukawa Yuki yang sebelumnya hanya mendapatkan peran-peran kecil di sejumlah film dan dorama yang pernah dilakoninya, mendadak ramai dibicarakan tidak hanya di Jepang. Tapi, all over the world. Banyaaak banget yang mulai tertarik nyari tahu siapa Furukawa Yuki ini, termasuk akuuuuh dong. Kok bisa sih aku yang suka pilah-pilih aktor ini mendadak disilaukan oleh aktor Jepang? Biasanya kan Korea thok! Gara-gara Furukawa Yuki bener-bener mantap menjadi Naoki Irie di Itakiss Love in Tokyo. Gimana ya bilangnya, mungkin pandangan aku agak tidak obyektif sebab cuma nonton versi Korea dan Jepangnya doang, aku nggak nonton versi Taiwan, Itakiss versi 96' dan gak nonton anime ataupun baca manga-nya. Dibandingkan Baek Seung Jo yang dimainkan Kim Hyun Joong, masih menang Naoki Irie (Furukawa Yuki). Kesan cool, pintar, cuek-nya nampooool bok. Banyak yang bilang, Naoki Irie versi Furukawa Yuki lebih mendekati karakter asli manga-nya.

Aslinya, Yuki emang pinter sih. Doi lulus kuliah dari sebuah universitas terkenal di Jepang, KEIO University ngambil jurusan teknologi dan sains *sadiiiiiiiiiis*. Sepertinya kepintarannya mengalir dari bapaknya yang seorang dokter dan peneliti di bidang medis. Yuki besar di Toronto, Kanada. Ia dan keluarganya dipindah saat usianya 7 tahun. Pantesaaan engrish-nya lancar. Jaraaaang kan tuh aktor Jepang yang lancar capcus engrish. Yuki dateng ke New York sendirian untuk melanjutkan SMA-nya, lalu kembali ke kampung halamannya, Jepang untuk kuliah.

Aku sukaaaa semua pemain Itakiss Love in Tokyo terutama dua teman Kotoko yang sama-sama 'baka' kayak Kotoko hahahaha. Trus Maminya Naoki juga, tipe mertua idaman banget nih. Oiya, satu lagi. Aku juga beberapa kali dibikin jatuh cinta sama karakter 'Mom' di drama. Salah satunya, Eomma-nya Kim Tan di Heirs. Di Itakiss LIT aku lagi-lagi dibikin jatuh cinta dengan karakter Okasann-nya Naoki-kun. Lucuuuuu. Hobi banget motret sembunyi-sembunyi moment Kotoko-Naoki LOL

Aku teringat kata-kata Mir di Idol Manager bahwa setiap orang sudah memiliki takdirnya masing-masing. Begitu pula dengan Furukawa Yuki. Karena kepopuleran Itakiss LIT dia jadi makin dikenal hingga ke pecinta Kdrama juga loooh. Itakiss LIT jadi turning point untuk Yuki. Aku gak tau tingkat kepopuleran Yuki sebelum di Itakiss tapi dari beberapa artikel yang aku baca Yuki sangat terkenal usai membintangi Itakiss LIT. Aku sih nggak mengikuti perkembangan artis/aktor/penyanyi dari negeri sakura setotal seperti aku mengikuti Kpop dan Kdrama. Palingan kalau ada yang aku suka cuman sekadarnya aja. Numpang lewat macam Yamapi, taun lalu. Hehe. Dan aku bener-bener enggak nyangka Yuki pernah main di film High School Debut. Dia jadi si jambul hahahahaha aku gak ingeeeet. Abis aneh sih mukanya di sono. *dikeplak*

Oiya, Yuki jago basket dan breakdance loooh. Pokoknya sekarang ini aku lagi sukaaaaa sama Furukawa Yuki dan lagi nunggu banget tanggal 24 November, airing perdana Itakiss LIT season 2! Yeaaaah! I'm ready dibikin doki-doki sama Kotoko-Naoki.

Hmmm, kalo diliat-liat baik aku selalu dibikin klepek-klepek sama artis yang punya kemiripan. Let's see....

Diantaranaya Yang Seungho leader MBLAQ, Lee Sang Yoon (My Daughter's Sooyoung, Angel Eyes, Liar Game), dan terakhir Furukawa Yuki. Ketiga orang yang aku sebutkan ini punya prestasi semasa masih sekolah dan kuliah. Mereka juga punya sisi misterius kalau gak mau dibilang cool. Eh si Yuki ini usianya seumuran Seungho tapi mukanya 17 tahun banget LOL. Di dunia nyata, mereka mendekati tipe pria yang kusukai. Pinter, cool, gak suka basa-basi. Ketika membaca novel pun juga sama. Aku pasti jatuh cinta dengan karakter yang mirip; cool, pinter, misterius. Hahahaha Ya ampuuun, Bisa dibilang, apa aku tercermin pada apa yang aku senangi entah itu lagu, film/drama, aktor/aktris. Duh, aku ngelantur ke mana-mana nih.

Back to the topic!
Inti dari postingan ini adalah.... Mulai saat ini aku adalah aku bakalan ngepo-in Furukawa Yuki. Emang sih, wajahnyaa gak ganteng-ganteng amat tapi aura-nya dia kuat dan berkarakter menurutku. Apalagi kalau udah senyum, maaaaniiiiiiiiiis bikin hatiku melt... *yakali gula, Nap*. Apakah nanti aku nge-fans sama dia tergantung gimana setahun ke depan. Heran? Iya, aku orang yang kalau suka sesuatu banyak banget embel-embelnya. MBLAQ aja butuh setahun-an buat aku bener-bener yakin jadi fans mereka. Selain gampang bosen, aku juga akan meninggalkan apapun itu yang nggak sesuai logika berpikirku. Ada yang mikir ga sih, betapa ngeboseninnya hidupku? Rada kaku gitu ya? Yeah, this is me

Yuki-kun, makan yang banyak dong biar gemukan. Tipis banget itu badan, kena angin langsung terbang xD

P.s : Aku udah kapok sebenarnya nge-ship artis tapiiiiiii aku ngarep loooh di dunia nyata Yuki dan Miki jadian walopun gap usianya jauhhh banget. Sepuluh tahun! Jodoh siapa yang tauuuu, mungkin belum sekarang siapa tau lima atau sepuluh tahun lagi mereka jadian dan nikah hahahaha kelamaaan gue udah beranak pinak keleus. Eh eh, bisa aja loh. Kayak pemeran BOF versi Jepang yang udah mau nikah. Tau-tau aja udah ngumumin setelah Hanayori Dango tamat 8 kemudian. It's called love. Destiny. Fate. Apalah....
BROKEN
Ada yang bertanya kenapa saya memilih judul postingan ini dengan nama album MBLAQ? Bagi teman-teman penyuka K-Pop pasti tahu isu yang beredar beberapa hari terakhir mengenai keluarnya dua member MBLAQ karena kontrak yang sudah berakhir yaitu Lee Joon dan Cheondoong. Saya akan mengabaikan fakta betapa buruknya cara manajemen menangani isu ini sehingga menimbulkan kepanikan luar biasa dikalangan fans (A+) –termasuk saya— ditambah keluarnya sejumlah artikel yang memberitakan bahwa ‘Curtain Call’ yang akan digelar 29-30 November akan menjadi konser terakhir MBLAQ dengan formasi berlima. Yang kian memperparah adalah jauh sebelumnya, sudah banyak isu-isu yang mengusik ketenangan fandom yang dikenal kalem ini. Mulai dari rencana kambek yang tidak jelas hingga kasak-kusuk 87line—Seungho dan G.O— yang katanya akan segera masuk wamil.
Maka saya tidak bisa tidak setuju kalau ada yang bilang A+ adalah fandom tergalau saat ini. Kenapa? Bayangkan saja bagaimana rasanya menghadapi sesuatu yang menyakitkan tapi kamu belum yakin itu benar-benar terjadi dan seluruh dunia seolah meninggalkanmu sendirian. Sibuk menerka rupa kenyataan sebenarnya, semacam behind the scene seluruh keruwetan kurang ajar ini, sibuk menabah-nabahkan hati bahwa apapun yang terjadi kalau itu adalah yang terbaik, kamu akan menerima padahal jauh di dalam hati kamu sangat tidak rela.
Ya Allaaaaaaaaaaaah, dua sebelum ulang tahun MBLAQ saya nangis begitu membuka twitter dan menemukan puluhan twit ber-emotikon sedih, semua bernada sama. Panik, bingung, marah, mengumpul jadi satu. Oke, saya mengakui ada niat meninggalkan Kpop, meninggalkan MBLAQ suatu saat nanti. Tapi membayangkan MBLAQ bubar, ga pernah sama sekali terpikir melihat kedekatan member satu sama lain yang sudah seperti keluarga. Bahkan sekadar berandai-andai pun saya tidak berani. Makin nyesek ga ketulungan ketika beberapa kawan yang tahu saya menyukai MBLAQ, dengan teganya sambil senyum bilang kalau MBLAQ sudah bubar. Ga tau apah, hati udah jadi butiran debu begini TT_______TT pengen lari ke pelukan Seungho aja mah kalau bisa. Kenapa semua harus terjadi di bulan Oktober?
Dan beginilah cara waktu menampar saya. Tidak ada yang tidak akan berakhir. Dan kenyataan bahwa saya benar-benar tidak siap ditinggalkan MBLAQ membuat dada sesak. Meskipun belum ada pengumuman resmi, firasat saya mengatakan hanya tinggal menunggu waktu Bomnya meledak lalu menghancurkan seluruhnya tanpa sisa.
Dalam hati teriak, ga harus giniiiii caranyaaaaaaaaaa TT______TT
Terkadang terbesit perasaan menyesal kenapa dulu saya iseng menonton WGM Lee Joon? Kenapa saya mendonlot video-video MBLAQ, lagu-lagu MBLAQ? Kenapa saya menikmati sesuatu yang tidak punya jaminan bahwa itu tidak akan melukai hati saya suatu waktu. Jawabannya, karena MBLAQ istimewa. Itu saja. Sekali lagi, saya bukan kpopers. Saya memang menyukai lagu-lagu Korea, tapi tidak benar-benar menjadi Kpop lover. Saya sekadar penggembira saja. Jika tidak ada kaitan dengan MBLAQ, saya anggap angin lalu saja. Suka-suka saya, gitulah.
Sebelum saya terlanjur berubah jadi orang menyebalkan, saya memilih menulis isi kepala saya mengenai isu bubarnya MBLAQ di blog ini. Saya tidak akan memberi jaminan, kalian akan menyukainya karena saya akan bicara blak-blakan. Saya tidak butuh judge, di-bash, atau apalah namanya itu. Hak saya sebagai fans untuk bicara, jika kalian tidak suka, itu urusan kalian.
*Note : tulisan dibawah ini saya bikin berdasarkan pemikiran isu itu benar. MBLAQ is over, Beibiiih
Devil’s side
Saya gau mau sok naïf seolah saya penganut paham fans yang baik dan benar. Sejujurnya, saya kecewa dengan Lee Joon dan Thunder. Sangat. Saya tahu mereka juga punya mimpi yang ingin mereka capai, lantas apakah hanya mereka berdua saja? Seungho, G.O dan Mir? Apakah ketiga member yang lain tidak mengorbankan banyak hal juga demi MBLAQ? Apakah mereka tidak punya mimpi? Di titik ini, saya memahami kekecewaan G.O. Saya menangis bukan untuk Lee Joon atau Thunder, saya menangis karena menyadari kenyataan MBLAQ sebagai tim yang saya pikir benar-benar sudah seperti keluarga tetap kalah oleh keinginan pribadi. Saya merasa quote-quote indah dari member tentang betapa dekatnya mereka satu sama lain, hanya sebagai pemanis saja. Untuk menyenangkan hati fans yang haus romantisme dari biasnya. Yang merasa bahagia walau cuma membaca atau melihat bias yang dia sukai saling mengusili satu sama lain. Ironisnya saya telah menjadi salah satu fans seperti itu.
Saya pikir MBLAQ adalah salah satu pengecualian dari beberapa boiben/girlband Korea yang dengan semena-mena sudah terlanjur saya cap palsu—silakan mencak-mencak jika tidak suka dengan kalimat saya—mereka melakukan apa yang diinginkan dan disukai fans, bukan apa yang benar-benar mereka inginkan dan bukan diri mereka yang sesungguhnya. Menawarkan fatamorgana.
Saya sakit hati banget. Kayak patah hati. Waktu-waktu sibuk saya tidak serta merta mengalihkan pikiran saya mengenai nasib MBLAQ yang nampaknya telah kita tahu ke mana muaranya. Duh, gini nih fans yang belum bisa menerima kenyataan T.T Berawal dari Lee Joon saya menemukan MBLAQ, dan sedihnya karena Lee Joon pula hubungan saya dengan MBLAQ berakhir. Kalau kata dangdut mah, kau yang mulai kau yang mengakhiri
 I want to punch someone's face . It's too painful . It felt like I was betrayed by a lover who I love the most.  T.T
 
Angel’s Side
Lee Joon dan Thunder berhak bahagia. Mungkin mereka merasa tidak bisa sempurna mewujudkan mimpi-mimpi mereka di MBLAQ, dan perpisahan lah jalan terbaik. Mungkin mereka juga telah melewati banyak kesulitan untuk sampai pada keputusan tidak memperpanjang kontrak.
 
No one knows what really happened, the only thing we can do is waiting and this is really killing us slowly T.T
.
Apresiasi bagi mereka karena telah membawa nama MBLAQ selama lima tahun ini tanpa skandal. MBLAQ udah tabah banget dengan segala kebulshit-an manajemen yang membawahi mereka. Satu-satunya ketidakberuntungan MBLAQ adalah diurus manajemen yang tidak becus. Menyia-nyiakan lima talent luar biasa.
Pada akhirnya, saya sebagai fans berharap kelak kelima member akan reuni kembali entah berapa tahun lagi A+ menunggu. Ga ada yang mustahil kan di dunia ini? Saya percaya, jika memang benar kehangatan di antara member yang ditampakkan selama ini kepada fans semata kebenaran, maka saya sangat yakin mereka akan kembali dan pulang kepada MBLAQ.

Bagi saya, Yang Seungho adalah satu-satunya jaminan yang membuat saya percaya MBLAQ itu asli. Seungho ga suka bo’ong. Mungkin karena itu pula yang menyebabkan dia ga begitu dikenal, dia ga suka disetir. Tau sendiri kaaan, di mana-mana dunia ent itu sarat kepalsuan xD


Saya belum bisa memaafkan Lee Joon dan Thunder jika memang benar akhirnya adalah pisah. Saya pasti akan memaafkan, tapi butuh waktu. Sekali lagi, saya bukan penganut paham fans yang baik dan benar. Saya juga berhak marah, kan? Ini gak akan lama :')

[CURHAT] BROKEN

by on 10/17/2014 05:13:00 AM
BROKEN Ada yang bertanya kenapa saya memilih judul postingan ini dengan nama album MBLAQ? Bagi teman-teman penyuka K-Pop pasti tahu isu...


Sementara itu, di penginapan Seung Po memberikan laporan pada pangeran Seo Hyun serta menyerahkan surat yang ditemukan An Min Seo. Nampak sekali Ia berusaha memanas-manasi

“Bukankah ini konspirasi? Kupikir kau harus melihatnya,” ucapnya seraya memasang senyum nakal. Memangnya itu surat apa ya?

Pangeran Seo Hyun melirik Seung Po sejenak lalu membaca isi surat itu.

Kau tau perasaanku sama denganmu, bukan? Aku janji.Aku tak akan menikah dengan pria lain. Kalau kau tak kembali, aku mau mati saja sebagai perawan tua atau jadi biksu. Aku tunggu sampai kau ke Hanyang dan lulus ujian. Jika kau menyebut ayahku Kang Suk Ki di Hanyang, mereka akan tunjukkan di mana rumah kami. Dari Yoon Seo. 

Omo! Rupanya surat cinta!
Pangeran Seo Hyun tersenyum sehabis membacanya.

“Bukankah seharusnya kita selidiki dia?” kejar Seung Po. Yang Ia maksud adalah Dal Hyang. Siapa Yoon Seo, si penulis surat hingga orang sekelas pangeran Seo Hyun harus tahu urusan ini? Pangeran Seo Hyun lagi-lagi memberikan tatapan menyelidik ke Seung Po membuat pria itu tergagap. Hahaha.

“Sepertinya kau menikmati ini.”

Seung Po menampik. “Mana mungkin? Itu akan sangat merepotkan. Aku tak mungkin menikmatinya. Aku sangat sedih sekarang. ” Padahal iya, bener. Dia sangat menikmatinya.
Berdasarkan raut wajah Pangeran Seo Hyun, ia sangat tidak percaya pada ucapan Seung Po.
“Jadi, kita selidiki orang ini?” ulang Seong Po “Tak bisa dibiarkan juga.”
“Benar, kita harus menyelidiknya secara tuntas.” Akhirnya Pangeran Seo Hyun terperangkap juga. Seung Po bahagia sekali LOL. 

Pangeran Seo Hyun bertanya di mana mereka bisa menemukan Dal Hyang. Seung mengatakan bahwa jika surat ini penting bagi Dal Hyang maka Ia akan segera tiba di sana sebentar lagi. Pangeran Seo Hyun memicingkan matanya, kaget.

Kalau kau mencari surat datanglah ke stasiun Mapo, begitu isi surat kaleng yang diterima Dal Hyang. Yang kita sudah tahu bersama siapa pengirimnya. Dari Samchongsa. Tiga Pendekar.

Benar saja, tak berapa lama kemudian Dal Hyang datang. Seung Po senang sekali. Ia sempat berbisik pada Pangeran Seo Hyun mengingatkannya agar melakukannya dengan seksama.

Dal Hyang meminta suratnya dikembalikan. Ia tak sengaja menjatuhkannya. Seung Po meninggalkan kedua orang itu yang sama-sama merasa punya kepentingan dengan surat itu. Dal Hyang terkejut mengetahui Pangeran Seo Hyun telah membaca suratnya tanpa sepengetahuannya. Pangeran Seo Hyun dengan kalemnya tanpa rasa bersalah menyuruh Dal Hyang duduk namun ditolak. Mungkin aura kewibawaan sang pangeran lah yang mau tak mau membuat Dal Hyang memutuskan duduk pada akhirnya. Pangeran Seo Hyun menatap Dal Hyang tak berkedip membuat Dal Hyang salah tingkah.

Di luar, dari lantai dua penginapan An Min Seo dan Seung Po  menikmati pertunjukkan tari. Ralat, sepertinya hanya Seung Po yang menikmatinya Samchongsa yang satu ini agaknya genit deh. An Min Seo menanyakan kenapa Seung Po memperbesar masalah surat itu. Seru, begitu katanya.
“Aku juga ingin tahu apa yang terjadi,” lanjutnya.
“Itu seharusnya bukan untuk mainan. Seharusnya tak kutunjukkan padamu!” An Min Seo kesal. Awww, Samchongsa kita yang imut-imut. I adore this guy so much :D
“Dia terlalu keras.” Seung Po menukas. “Aku ingin lihat sisi cemburunya. Benar-benar ingin hahaha.”  
An Min Seo menarik napas panjang.

“Ini tidak bisa diberikan begitu saja padamu,” Pangeran Seo Hyun menunjuk surat di atas meja. “Aku harus dengar penjelasannmu.”
“Soal apa?
Dal Hyang seperti seorang tahanan menghadapi sidang vonis.
“Seperti yang kau tahu, kami adalah pihak yang berwenang. Tapi… surat ini terkesan seperti konspirasi. Kami harus menyelidikinya.”
Dal Hyang terbelalak. “Konspirasi? Apa maksudmu? Apa hubungan surat ini dengan konspirasi?”
“Apa kau bertunangan dengan wanita yang menulis surat ini?” tanya pangeran Seo Hyun.”
“Kenapa aku harus menjawabnya?”
“Dia adalah putri Mentri Kang. Kang Yoon Seo. Kalau seperti ini, Yoong Seo, dengan memiliki surat ini sama saja dengan konspirasi “
“Jadi apa maksudmu?” Dal Hyang sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan Pangeran Seo Hyun. Pangeran Seo Hyun menyilahkan Dal Hyang agar menjawab terlebih dahulu pertanyaannya barulah setelah itu Ia akan menjawab seluruh pertanyaan Dal Hyang.
“Apa kau pernah bertemu lagi dengannya?” tanya Pangeran Seo Hyun.
“Apa-apaan ini!” omel Dal Hyang. Ia tidak pernah sekalipun bertemu kembali dengan perempuan yang menulis surat tersebut, Yoon Seo. Ia bercerita pertemuan pertama mereka terjadi lima tahun lalu saat Yoon Seo datang ke desanya dan tinggal selama dua bulan. Surat itu diberikan Yoon Seo menjelang kepergiannya.
“Aku baru saja tiba di Hanyang, jadi aku tidak bertemu dengannya selama lima tahun!”
“Lalu mengapa kau peduli sekali dengan surat ini?” cecar Pangeran Seo Hyun.
“Kenapa aku harus menjawabnya?”
“Kalau kau tidak mau menjawabnya, akan kukirim kau ke penjara. Jawab aku.”
Dal Hyang merasa terpojok. “Setelah aku ujian, aku ingin menemuinya.”
“Kau mau menemuinya setelah lulus?”
“Ya. Kenapa? Apa hubungannya ini dengan konspirasi?”
Pangeran Seo Hyun mendecih. Wajahnya berubah serius. “Putri Mentri Kang sudah menikah.”

Alangkah terkejutnya Dal Hyang mendengar pengakuan Pangeran Seo Hyun.  Yang lebih menyentak lagi adalah kenyataan bahwa Yoon Seo merupakan istri dari Pangeran Mahkota, yang kelak akan menjadi ratu di Joseon. Tak terperikan sakitnya perasaan Dal Hyang. Ia teringat kebersamaanya dengan Yoon Seo lima tahun lalu. Kala itu Ia meminta Yoon Seo datang ke istana jika Ia telah lulus ujian.
“Kau sungguh tidak tahu?” tanya Pangeran Seo Hyun. Dal Hyang mengangguk Ia masih terdiam karena shock. Matanya berkaca-kaca.
“Di kota ini, siapa yang tidak mengenal istri putra mahkota?”

“Desaku sangat jauh, butuh dua bulan untuk sampai di sini… tak satupun orang di desaku yang mengetahui hal ini. Lalu untuk apa aku berjuang sekeras ini?” Dal Hyang menangis. (Yang nulis synopsis ini juga ikutan nangis liatnya). Pangeran Seo Hyun tampak terharu melihat kesedihan Dal Hyang.
“Kau menangis?”
Dia kaget kali ya, seumur hidup baru kali ini liat laki-laki menangis karena patah hati. 

Di depan kamar pertemuan, Seung Po mengintip, ia merasa aneh kenapa di dalam sepi sekali. An Min Seo berdiri tak jauh darinya seolah tak peduli.

Pangeran Seo Hyun membuka pintu dan keluar. Seung Po berjingkat terkejut. Ia bertanya apa hasilnya. Pangeran Seo Hyun malah menyuruh supaya Dal Hyang diberikan minuman. Tentu saja itu tak sesuai harapan Seung Po, Ia gagal melihat sisi kecemburuan Pangeran Seo Hyun.
“Ini agak rumit dijelaskan. Harusnya aku menyiksanya, tapi… aku ingin menghiburnya dan membelikannya minuman.” kata Pangeran.
Tak hanya Seung Po yang heran melihat pangeran Seo Hyun. An Min Seo juga.

Putri Mahkota, Yoon Seo sedang membaca buku di ruangannya. Seorang dayang datang mengingatkan hari sudah larut, sudah saatnya Yoon Seo beristirahat. Namun tak disangka Pangeran Seo Hyun datang menemuinya. Yoon Seo tidak menyangka akan dikunjungi Pangeran selarut itu apalagi tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Apakah Anda dari luar?” tanya Yoon Seo.
“Tadi aku keluar sebentar.”
“Selarut ini? Kalau Anda sering keluar istana sesering ini, aka nada rumor. Jika Raja tahu…”
“Apakah kau mengenal Park Dal Hyang?” potong Pangeran Seo Hyun.
“Apa? Apa yang Anda katakan?” Yoon Seo tergagap.
“Park Dal Hyang dari Gangwon-do.”
Detik itu juga, Yoon Seo tak sanggup menahan kekagetannya. Ia ingat siapa Park Dal Hyang.
“Karena kau ingat, sepertinya dia tak berbohong.”
“Bagaimana Anda bisa mengenal dia?”
“Orang itu saat ini sedang berada di Dal Hyang, setelah berlatih keras selama lima tahun. Ia datang untuk menikahimu jika lulus ujian. Ia sangat berbakat. Bahkan bisa saja juara satu. Masalahnya dia baru saja tahu kau telah menikah. Jadi sekarang, dia tak peduli lagi dengan ujian dan ingin menghancurkan hidupnya. Jadi aku cemas  aku akan kehilangan calon jendralku. Aku memberitahumu karena aku frustasi karena hal itu,” kata Pangeran Seo Hyun.
“Yang Mulia… aku tidak tahu apa yang telah dikatakan orang itu, tapi tolong jangan salah paham. Aku tidak begitu ingat, ah.. ya. 5-6 tahun lalu ibuku sakit dalam perjalanan. Kami harus tinggal di sana selama dua bulan. Ia berlatih sangat keras untuk Negara kita. Jadi aku memujinya. Ya, seperti yang diajarkan ibuku. Sepertinya dia terlalu muda untuk mengerti.”  Yoon Seo seperti kehilangan seluruh tenaga. Ia terbata-bata menjelaskan perihal hubungannya dengan Park Dal Hyang.
“Kau tahu kalau alasanmu sangat tidak masuk akal? Menurut surat ini, kau sangat tergila-gila padanya.”
“Ya?” Yoon Seo ketakutan.
“Surat yang kau tulis untuknya.” Pangeran Seo Hyun mengeluarkan surat itu dari balik pakaiannya. “Kau tidak boleh membuat lelaki lugu sepertinya bingung kemudian menyangkalnya. Ia mempertaruhkan nyawanya demi ini…” 

Pangeran Seo Hyun lantas membentangkan surat itu di atas meja. Duh, pangeran Seo Hyun ini maunya apa sih?

Yoon Seo bertanya apakah saat ini pangeran sedang meragukannya? Pangeran Seo Hyun tersenyum manis. Bukan demikian maksudnya. Ia hanya ingin memberitahu Yoon Seo mengenai perasaan Dal Hyang padanya.
“Ini adalah cinta tulus yang sulit ditemukan pada pria-pria di Hanyang.”

Yoon Seo tak urung menghembuskan napas lega. Usai mengkonfrontasi Yoon Seo, Pangeran Seo Hyun pamit. Namun sebelum pergi, Ia membalikkan badan menatap Yoon Seo.
“Tapi, ke mana perginya gadis pemberani di dalam surat itu? Apa kau mengubah kepribadianmu setelah masuk istana? Sepertinya aku terlalu menakutkan bagimu.”

Sepeninggal pangeran Seo Hyun, Yoon Seo melepaskan kegugupan dan ketakutannya. Ia masih gemetar. Keringat dingin membasahi kening dan wajahnya. Kasian ya? Keliatannya emang bener, Pangeran Seo Hyun terlalu menakutkan baginya sehingga Ia tak leluasa bila sedang bersama pangeran. Yoon Seo melihat surat yang ditinggalkan pangeran Seo Hyun. Kenangan manis bersama Dal Hyang pun merebak di pelupuknya. Sedihnya….

Dan di sinilah Dal Hyang berada, di atas bukit yang di bawahnya menampakkan suasana istana Joseon pada malam hari. Broken heart. Ia bergumam, nun jauh di sana Yoon Seo tinggal. Dia tidak akan keluar istana. Jadi aku tak bisa menemuinya lagi. Dal Hyang lantas teringat pertemuan terakhirnya dengan Pangeran Seo Hyun. Ia hendak pulang ke kampung halamannya namun ditahan sang pangeran.

“Luluslah ujian dan jadi peringkat pertama. Maka kau tak bersalah.”
“Apa?”
“Kubilang luluslah ujian dan jadi yang pertama. Jangan berpikir untuk kembali. Kami belum mengakhiri rencana konspirasimu. Kalau kau langsung kembali kami akan menganggap kau memiliki perasaan pada putrid mahkota.”
“Tak masuk akal! Bagaimana bisa begitu? Mana mungkin aku…”
“Jika tidak, maka ikutlah ujian. Tunjukkan kesetiaanmu pada Negara.”
Dal Hyang sungguh tidak bisa percaya ini. Hingga saat itu tiba Ia akan selalu diawasi. Surat itu adalah bukti penting sebab itu untuk sementara akan mereka pegang. Dal Hyang menolak, Ia tidak pernah menyangka akan seperti sekarang situasinya.
“Bukankah kau bilang kau percaya diri?”
“Percaya diri bukan berarti aku bisa juara 1. Aku butuh keberuntungan dan…”
“Kalau ka uterus menjadikkan putri mahkota sebagai alasan, kami akan melaporkan pada putra mahkota. Kalian tahu, bukan? Dia bukan orang yang penuh toleransi.” Hahahaha kan yang lagi ngomong ini putra mahkota. Coba Dal Hyang tahu….
Seung Po menimpali. “Ah, tentu saja tidak. Kau mungkin tak tahu. Dia berbahaya.”
Pangeran Seo Hyun melirik An Min Seo yang diam saja. Ia mengedipkan sebelah mata mengisyaratkan agar An Min Seo turut memanas-manasi Dal Hyang tentang betapa mengerikannya Pangeran Seo Hyun itu. LOL.
“Dan putri mahkota juga bisa terancam. Seluruh keluarganya bisa dieksekusi. Putra mahkota sangat keras dan pencemburu.” Akhirnya Min Seo turut menambahkan setelah dikode.
“Kejam?” gumam Pangeran Seo Hyun. Ia tak setuju dibilang kejam. “Dia… tak sekejam itu…” Ia mencoba meluruskan akan tetapi Seung Po justru semakin membuatnya kelihatan benar bahwa putra mahkota memang kejam.
“Bukan Cuma kejam, Ia juga licik. Aku jadi sedih memikirkan putri mahkota. Kasihan sekali dia…”
Pangeran Seo Hyun melirik kejam pada Seung Po. Seperti pengen bilang, “Heh bro lu ngomong apaan sih?”. Hahahaha.
Pangeran Seo Hun berdehem, “Bagaimanapun kau harus menang di posisi pertama demi keselamatan semua orang. Paham?”
Dal Hyang tercenung.
Suitan ala Three Musketeers pun terdengar. Ketiganya pun pergi.

Kembali pada Dal Hyang yang merenung di atas bukit. Ia menyimpulkan bila Ia bisa merebut posisi pertama berarti Yoon Seo akan selamat. Ia merasa sedikit aneh, namun ia memutuskan akan percaya pada para Samchongsa itu sebab hanya merekalah yang bisa menolongnya di Hanyang.

Narasi : Dal Hyang datang demi lulus ujian dan menikahi Yoon Seo. Kini, dia mengikuti ujian demi menjaga kebahagiaan Yoon Seo. Dan itu haruslah dengan menjadi juara 1.
Keesokan harinya, ujian masuk prajurit kerajaan pun dimulai. Hanya aka nada 28 yang lulus. Dal Hyang berhasil memperoleh nilai sempurna di tahap seleksi.
Memanah, juara 1.
Menombak, juara 1.
Memanah busur besi, juara 1.
Memanah dari atas kuda, juara 1.
Menembak, juara 2.

Park Dal Hyang lulus ke tahap selanjutnya. Tahap terakhir yaitu Junsi. Yang penilaiannya akan diberikan langsung oleh raja. Raja menjatuhkan pilihan pada memanah di atas kuda sebagai ujian final para calon prajurit karena di point tersebut banyak yang mengalami kegagalan. Saat sedang berlangsungnya ujian, Raja mendapat laporan bahwa nilai ujian tertinggi dipegang oleh Park Dal Hyang. Bersamaan dengan itu Pangeran beserta rombongan tiba di lokasi ujian. Raja menegur mengapa di acara penting begini Pangeran justur terlambat. 

Seluruh peserta menyadari kehadiran Pangeran Mahkota. Tentu saja hal itu juga menarik perhatian Park Dal Hyang. Ia ingin melihat seperti apa tampang pria yang telah menikahi orang yang dicintainya.

Dan terkejutlah Dal Hyang setelah menyadari bahwa Pria yang mengaku-aku sebagai petugas kerajaan semalam tak lain dan tak bukan adalah putra mahkota Seo Hyun. Hal ini tentulah mempengaruhi konsentrasinya. Petugas ujian berulangkali mengingatkan bahwa sudah tiba saatnya Ia melakukan test.
Dal Hyang tidak bisa focus. Sambil memacu kuda dan panah yang terentang siap dilepaskan dari tangannya matanya terus menerus melihat ke arah sang pangeran dan kedua pengawalnya, Seung Po dan An Min Seo. Dal Hyang gagal mengontrol laju kudanya. Anak panah itu terlepas dan bersarang dip aha seekor kuda yang dikendarai salah seorang petugas.

Chaos terjadi. Kacau. Benar-benar kacau. Nyaris saja Raja, Putra mahkota dan para menteri menjadi korban. Kuda berlarian tak tentu arah. Arena ujian menjadi tak karuan. Pertemuan Park Dal Hyang beserta ketiga pendekar tertulis dana sejarah. Namun ini barulah permulaan dibandingkan apa yang akan terjadi pada mereka di masa yang akan datang.

Dal Hyang kesal setengah mati karena merasa dipermainkan. Pangeran Seo Hyun tertawa keras, seperti lupa kekacauan yang tengah terjadi.
Bersambung ke episode 2
Pics nyusul yah? ^^
Komen :
Fix, aku sukaaaa Three Musketeers! Aku ingin tahu bagaimana jalannya hubungan cinta putri mahkota Yoon Seo dan Pangeran Seo Hyun. Aku udah bisa mencium aroma romantis bahkan bukan ketika ada adegan mesra-mesraan. Iya, blom keliatan Pangeran Seo Hyun mencintai Putri Yoon Seo. Tapi aku yakin nantinya dia akan mencintainya. Putri Yoon Seo ini penurut dan polos bangett, persis Dal Hyang. Karena kepolosannya itulah Pangeran senang menggodanya tanpa tahu bahwa selama ini putri sangat tertekan dengan sikap dinginnya. Kita sudah sama-sama tahu bagaimana ending kehidupan keluarga pangeran Seo Hyun di sejarah aslinya, menyedihkan. Menonton dua episode drama ini membuatku tak tega membayangkannya. Mudah-mudahan script writernnya gak bikin ngenes banget yah? TT______TT Aku suka Pangeran Seo Hyun.

The Three Musketeers kita adalah, Pangeran Seo Hyun dan dua pengawalnya Heo Seung Po yang genit, pecicilan, suka menggoda pangeran dan An Min Seo yang tenang dan agak pendiam.

Park Dal Hyang polos sekaliiiii. Mudah ditipu, bagaimanakah perjalanan orang selugu ini hingga kelak bisa menjadi Jenderal Joseon?
Hope you enjoy my recaps!