Saya gak tau kenapa saya masih nulis postingan yang masih ada kaitannya dengan Reply 1988 padahal saya sudah mengucapkan selamat tinggal pada drama ini. Mungkin karena saya belum bisa benar-benar melepaskan drama satu ini, atau mungkin karena saya yang tidak ingin melepaskan. Entahlah. Strong impact yang ditinggalkan Reply 1988 berbeda dibandingkan drama-drama lain, sebut saja salah satunya Healer. Semakin diteliti, semakin banyak hidden meaning yang diselipkan Lee Woo Jung di setiap scene. Makanya saya gak bisa terima jika hingga detik ini masih ada yang menuding beliau mengubah skrip.
Di forum Soompi ada yang melempar pertanyaan kurang lebih begini,
“...Kapan dan bagaimana kamu bisa memutuskan menjadi Suntaek Shipper?”
Bagi saya, menjadi Suntaek Shipper bisa menjadi satu perjalanan panjang yang (sedikit) melelahkan tapi selalu menyenangkan untuk dikenangkan kembali. Di antara tiga Reply Series, Reply 1988 lah yang paling memorable di ingatan saya.
Saya gak akan pernah lupa shocking moment yang bikin saya histeris sambil mukul-mukul paha sendiri, trus teriak-teriak ‘Ige mweoyaaaa? What are you doing, Writer-nim? Uri Taeki eoteokkhae?’ berulang kali sampai-sampai adek-adek sepupu saya yang lagi main di ruang depan rumah pada kaget HAHAHA. Itu adalah ketika Taek menelpon Deokseon di hari pertama salju turun. Saya langsung suka BGM lagunya Lee Jong Suk, The First Snow is Coming. Scene itu saya ulang-ulang tak lain karena saya sangat menikmati ekspresi Taek saat mengajak Deokseon menonton film. Tidak ada kesan ragu sama sekali, straightforward, dan sorot matanya itu loooh... semacam kayak ngomong, “Gue gak main-main. Gue mau ngajakin lo nonton” Lebih mengarah ke pernyataan ketimbang pertanyaan. Gitu....
Epic!
Saya gak inget apakah saya pernah nulis sesuatu yang bertentangan dengan apa yang akan saya tulis berikut ini—kalau iya, tolong maafkan.
Setelah menonton episode 1 dan 2 Reply 1988, Meskipun Shin PD sudah menegaskan bahwa drama ini hanya akan fokus pada tema keluarga saja namun saya sadar Husband Hunt telah dimulai. Kalau diingat-ingat lagi, sebenarnya pihak media-lah yang terlalu memberikan perhatian kepada tebak-tebakkan tentang siapa yang akan menjadi suami Deokseon—baca saja judul-judul artikel yang dirilis setelah episode demi episode Reply 1988 tayang, lalu antusias yang sama pun menjalar dengan cepat kepada para penonton—termasuk saya.
Ini serius. Saya kangen Ssangmundong .
Apakah sejak awal saya berharap Taek masuk dalam lingkaran husband hunt? Persentase-nya 50:50. Sebagian hati berharap dia-lah husband-nya, sebagian lainnya beerharap dia tidak terlibat sama sekali—saya takut patah hati bila di akhir ternyata bukan dia suami Deokseon. Complicated.
Scene patting the butt yang dilakukan Deokseon seraya bercanda agar Taek cepat besar dan menikahi Nuna (Deokseon), di situ feeling saya mulai gak enak. Mikro ekspresi-nya Taek—senyum tipisnya itu, saya curiga Taek udah punya rasa ke Deokseon tapi masih samar. Dan tibalah episode enam ketika Taek memenangkan pertandingan Baduk. Ada perayaan kecil-kecilan di kamarnya. Kala itu Taek memberikan pelukan berbeda pada Deokseon dibandingkan ketiga temannya yang lain. Taek terlihat sangat ekspresif dan senyumnya—ah. Saya makin harap-harap cemas, ini kok makin mencurigakan. gak bisa bohong juga kalau saya senang melihat little moment antara Taek dan Deokseon. Gimana ya ngejelasinnya... Dibandingkan kandidat satunya, momen Taek-Deokseon itu gak seperti OTP di drama kebanyakan. Bukan tipe scene yang bikin kita ber-awww ria tetapi scene yang membuat kita seperti melihat pasangan yang sudah hidup bertahun-tahun lamanya. Long last. Taek selalu mengerti Deokseon meski gadis ini tidak mengatakan apa-apa. Demikian pula dengan Deokseon, ia tahu apa yang disukai dan tidak disukai Taek—satu-satunya yang luput darinya adalah dia tidak menyadari bahwa sorot mata yang diberikan Taek padanya adalah rasa sayang bukan sebagai teman yang sudah disimpan laki-laki ini semenjak mereka kecil. Barangkali Deokseon terlanjur menganggap Taek tidak tertarik pada apa pun selain Baduk.
Ada satu gesture yang paling menonjol dari Taek yang hanya terlihat bila ia bersama Deoksoen—senyum lebarnya itu. Sulit menemukan Taek tersenyum selebar itu di scene lain yang tidak ada Deokseon-nya.
Di episode 10, setelah dating tak terencana Taek-Deokseon di pantai dan pengakuan Taek kepada teman-temannya kalau dia menyukai Deokseon, saya antara pengen nangis dan tersenyum. Nun jauh di dalam hati, saya mulai yakin Suntaek-lah the real OTP-nya, tapi gara-gara pendukung kandidat lainnya pe-de luar biasa membikin saya sebisa mungkin menekan antuasias saya sebagai #TeamLowExpectation. Bila memang bukan Taek, tolong jangan buat dia seperti Chilbong. Saya gak bisa ngeliat Taek patah hati. Kata saya begitu.
Karena terlalu khawatir dan takut, saya gak sadar sebenarnya sejak episode 10 karakter Taek semakin menonjol dan kandidat satunya semakin invisible. Jika di awal drama, banyak protes yang merujuk pada sedikitnya screentime Park Bo Gum, maka di separuh perjalanan keadaan berbalik—kandidat satunya lebih sedikit penampakannya. Gara-gara ini pula mulai bermunculan tudingan kalau Lee Woo Jung mem-favoritkan Taek (Park Bo Gum?). Ckck. Pecundang sebenarnya mah suka gitu. Nyari-nyari alasan untuk bisa disalahkan. Saya gak pernah protes kenapa screentime-nya Bogum sangat sedikit di awal. Protes dalam hati mungkin pernah, tapi secara terang-terangan seingat saya tidak pernah. Lagian, kalau mau sombong dikit, bukankah sewaktu pertama kali pengumuman cast, gak ada nama si itu. Wajar lah fans Park Bo Gum protes.
Jika berpegang pada premis awal, kandidat satunya hanya fokus pada keluarganya, sedangkan Taek meliputi seluruhnya—hubungannya dengan ayahnya, hubungannya dengan teman-teman dan tetangga di Ssangmundong serta love line-nya dengan Deokseon. Bukan tanpa alasan, di episode 1 gank Ssangmundong berkumpul di kamar Taek sebab kita akhirnya melihat episode 20, gank Ssangmundong pun berakhir di kamar Taek. Dari kacamata penulis—bukan penonton, saya mengakui Reply 1988 sebagai script terbaik yang pernah saya baca. Well-written. Jika pun semisal ada plot-hole di beberapa episode, saya bisa memaafkan sepenuh hati mengingat apa yang sudah diberikan Lee Woo Jung pada saya sebagai pembaca/penonton. Ia memberikan warna kehidupan karakter-karakter di Reply 1988, diceritakannya mereka—penghuni Ssangmundong ini dengan lugas, sederhana, dan menyentuh. Coba tunjukkan pada saya drama yang memprioritaskan seluruh tokoh-tokohnya? Tidak ada itu supporting character. Terus terang setelah Reply 1988, saya semakin kritis dan pilah-pilih menonton drama. Tidak ada drama yang saya tunggu dengan antisipasi tingkat tinggi. Bahkan drama-drama yang sedang tayang saat ini hanya saya donlot dan belum ditonton—kecuali Signal.
Kapan saya mulai memiliki keyakinan Taek adalah suami Deokseon?
Sebut saja keyakinan kecil. Episode 09.
Lalu memasuki episode 15 saya semakin membulatkan keyakinan EonamTaek is real. Kandidat satunya melewatkan satu kesempatan baiknya di tangga itu saat Deokseon menangis. Masamu udah lewat, Mas. Wkwk anggap saja saya ngomong gitu ke Mas Pilot. Meski demikian, saya tetap kalem dong. Fans si Mas kan terkenal galak dan cepet esmosi kalau ada yang nyoba-nyoba nyentuh doi. Yang kalem, ngalah ae. Kata Baduk etiket.
Lucunya, saya seolah sedang menunggu satu momen Suntaek yang akan melengkapi keyakinan tapi saya gak tau momen seperti apa yang saya tunggu LOL.
Dan tadaaaaaaa!
Episode 17. Wooop woopppppp! Kiss scene is coming. PAKSUUUU! HAHAHAHA. Masih inget reaksi temen-temen di LINE. Gokil paraaaaaah. Saya aja yang ngikutin live recaps-nya di LINE udah kayak ulat nangka, guling-guling di kasur, teriak-teriak di bawah bekapan bantal, haha-hihi sendiri, senyum-senyum gak jelas, sampe-sampe adek saya meringis ngeliat kakaknya bertingkah ngalahin orang lagi jatuh cinta HUAHAHAHA—udah lama saya gak ngalamin apa yang namanya jatuh cinta.
Kans si Mas Pilot semakin tipiiiissss lebih tipis dari kulit bawang. So that’s our happiness. ㅋㅋㅋㅋ
Keyakinan saya melesat dari 0,00000000% menjadi 1000000000000000000% HAHAHAHA.
Episode 18, Si Mas beneran bilang goodbye. Masih mengharap ada Twist? No no no, Game is over, war is over. Lovey dovey scene is coming. Suaminya udah jelas Taek! EonamTaek! EonamRyu hanya dalam angan-angan dan mimpimu. Udah 2016 masih aja mimpiin EonamRyu? Wake up ladies! Or should I give you a smack on your head? Pengen nyanyi untuk Si Mas, jalgayooooo ne sojung-an saraaaaaang.... Haengbokhaeso-yooo~ hihihi *sarkas tingkat planet Pluto*
Kita tinggalkan Si Mas dan pendukungnya yang masih gagal move on.

Otomame di Soompi memposting translate-an dari DC tentang kaitan Taek-Bora-Moosung dan Raja serta Deokseon-Sunwoo-Sunyoung dan seorang Ratu. Kamu gak harus percaya. Namanya juga usaha wkwk.

Taek-Bora-Moosung, karakter yang mewakili Raja
1.    Taek dan Moosung (ayahnya) datang dari Gimhae, Bonghwang-dong (makam Raja Suro terletak di Gimhae).
2.   Legenda kelahiran Raja Suro adalah Kujika-Turtle. Menurut legenda pendiri Geumgwang Gaya, Suro merupakan salah satu dari enam raja yang berasal dari telur yang turun dari langit dalam sebuah mangkuk besar terbungkus kain merah. Kujika merupakan doa dalam bentuk lagu yang dinyanyikan pada ritual yang dilakukan para Shaman/Dukun yang aslinya berasal dari Geumgwang/King Suro. Doa tersebut berisi tentang kura-kura dan kita ketahui bersama Kura-kura merupakan lambang umur panjang.
3.   Pada era Joseon, Raja-raja menggunakan kura-kura sebagai segel. Segel di era Joseon lebih banyak menggunakan kura-kura emas dan segel kerajaan menandakan keabsahan peraturan raja. Jadi inget Empress Ki T_______T
4.    Taek melamar Deokseon menggunakan kura-kura emas. HAHAHA. Untuk yang pertama kalinya saya ngeliat laki-laki ngelamar bukan pake cincin dan bunga.
5.    Toko Moosung dinamakan Bonghwangdang (Bonghwang = Phoenix = simbol untuk raja).
Simbol Phoenix
6.    Persamaan Bora dan Taek = merokok, bekas luka di kepala (emang Bora ada bekas lukanya ya? Kok aku gak inget?), dan scene ketika Sunwoo menutupi kaki telanjang Bora menggunakan selimut, scene berbeda juga menunjukkan Deokseon melakukan hal yang sama pada Taek saat Taek ke rumah Deokseon membawakan buah.
7.  Jungbong selalu bersikap hormat pada Taek dan Bora. Raja-raja kan selalu dihormati. Tapi Jungbong selalu hormat pada siapa pun sih, bahkan pada pacar sendiri dia masih menggunakan Jondaemal.
8. Purple/Ungu, merupakan warna untuk Bora. Warna ungu digunakan para raja-raja, warna bangsawan.
9.  Saat pengenalan karakter di episode 1 Deokseon menyebut Bora sebagai orang yang memiliki kekuasaan paling besar di keluarganya. Hanya raja yang punya kekuasaan semacam itu LOL.
10.  Film yang ditonton Taek dan Deokseon yang berakhir Taek tertidur di bahu Deokseon berjudul The Last Emperor. DAN HINGGA DETIK INI SAYA MASIH GAK NGERTI KENAPA TAEK NGAJAK DEOKSEON NONTON FILM BEGINIAN. Deokseon-nya ngikut aja. Hadeeoh, Taek-ah yang romantis dikit napaaaaah .
Pada makan malam bersama di Beijing di episode 19, ada gambar The Last Emperor di ruangan itu. Ketika kamera mengarah pada gambar The Last Emperor, nama Taek dipanggil.
Cheers to Master Choi’s consecutive wins!”
 SAYA UDAH NONTON ULANG DAN SPEECHLESS. . OMG SHIN PD AND LEE WOO JUNG-SSI YOU ARE SOOOO DETAIL . YOU ALREADY WON MY HEART.

Deokseon-Sunwoo-Sunyoung, karakter yang mewakili Ratu
1.   Ketiga karakter ini memiliki ‘Sun’. ‘Sun’ merupakan karakter nama yang paling banyak digunakan pada nama-nama Ratu.
2.    Arti nama Deokseon, berbudi luhur (Deok-i), sebuah kata yang paling sering digunakan merujuk pada ratu.
3.    Kesamaan Deokseon dan Sunwoo, lahir di tanggal dan tahun yang sama dan juga sama-sama pake gips. Deokseon gara-gara kesamber motor, Sunwoo gara-gara sok ngikutin dance pake kursi LOL.
4.    Simbol King Suro dan Queen Heo Hwang-Ok (istrinya) adalah ikan!
5.    Ketika Taek dan Deokseon pertama kali bertemu, Deokseon memberikan ikan gurame emas LOL
6.    Sunwoo memiliki gambar ikan di pintu kamarnya.
7.  Di China (episode 9), ketika Deokseon ke kamar Taek ada dekorasi bergambar ikan di ruangannya.
Ini enggak mungkin secara kebetulan Shin PD munculin  simbol ikan di mana-mana kan?
8.   Sunyoung menyukai Bungeoppang(kue kering berbentuk ikan). Bungeoppang sering muncul di beberapa scene di Reply 1988. Dan kalau diingat-ingat, hanya antara Taek, Deokseon, Moosung, Sunyoung dan Sunwoo.
9.    Di episode 19, Sunwoo membelikan Sunyoung Bungeoppang. =Bungeoppang mengingatkan saya pada Jio MBLAQ yang nyanyi di King of Mask Singet pake mask Bungeoppang .
10.    Ada mangkok ikan kosong di dalam rumah Sunyoung.
11.    Di episode 3 aktor Kim Suro jadi cameo, yang ngambil wiskinya Junghwan HAHAHA. Jauh-jauh hari emang udah ada firasat kalau Junghwan gak akan pernah bisa bersama Deokseon. Lucunya, Deokseon yang ngilangin wiskinya Junghwan.

Just for fun : Di episode 1, Taetiso-nya Ssangmundong lagi ngumpul bareng di bale depan lorong. Ngobrolin cem-macem berkisar isi rumah masing (suami dan anak-anak mereka). Sunyoung menyinggung Si Mas Pilot yang baru saja kehilangan sepatunya. Gak lama Si Mas Pilot nongol. Kalau kita di Indonesia, ucapan yang keluar saat orang yang sedang kita bicarakan tiba-tiba muncul biasanya kayak gini, “woi, panjang umur lo!”. Nah kalau di Korea, seperti ini “Looks like that kid can’t be a nobleman.”
Sunyoung mengucapkan ini bersamaan kemunculan Mas Pilot. Celetukan Sunyoung berkaitan dengan orang-orang Korea di jaman dulu. Hanya budak yang akan segera muncul jika namanya dipanggil, bangsawan tidak. #pukpuk masnya. Di saat Taek dilambangkan sebagai King... Mas Pilot gak pernah berbakat jadi bangsawan tapi.... BUKAN SAYA YANG BILANG, TAPI EMAKNYA SUNWOO! HAHAHAHA. Saya gak tau kenapa ini bisa bikin saya ngakak.
Mau tau alasan kenapa saya tidak pernah benar-benar yakin Deokseon dan Taek akan berakhir bersama di ending? Tak lain tak bukan karena teaser yang menunjukkan kelima sahabat dari Ssangmundong sedang berlari bersama-sama, satu-satunya yang tidak tersenyum/tertawa hanya Mas Pilot. Analisa dari tim tetangga semakin menambah kekhawatiran saya. Di akhir teaser Deokseon dan Mas-nya berlari sejajar, sedangkan Taek di belakang. Mana Si Mas-nya udah tersenyum. Akhirnya setiap kali ada momen bahagia Suntaek, ingatan saya pun otomatis melesat ke teaser itu .  
Saya sedih baca salah satu artikel yang menyebutkan kalau Hyeri menyalahkan aktinganya sendiri karena karakter Deokseon terlihat seperti Geumsappa (perempuan yang gampang jatuh cinta). Jahat banget kalau ada yang nyalahin akting Hyeri apalagi sampai nge-bash dia. Saya gak bisa ngebayangin aktris lain memerankan Deokseon. Malah sebelum nonton Reply 1988, saya gak familiar dengan Hyeri, cuman sebatas tau kalau dia salah satu member Girl’s Day, itu doang. Menurut saya, Deokseon bukannya gampang jatuh cinta. Di tahun 1988-1989 usianya masih sepantaran remaja, belum tamat SMA. Dia belum pernah punya pengalaman jatuh cinta dan dicintai—taunya lewat baca novel romantis. Wajar saja kalau dia penasaran bagaimana rasanya. Manakala temannya ngomporin tentang Sunwoo dan satunya lagi, dia ngikut-ngikut aja. Tapi apakah Deokseon pernah benar-benar menyukai keduanya? Jawabannya, nggak. Buktinya, setelah saat Deokseon masih bisa bersikap normal pada mereka. Tapi dengan Taek, Deokseon takut mengonfirmasi secara blak-blakan tentang apa yang terjadi di malam saat Taek menciumnya. Kenapa? Betapa pun inginnya Deokseon bertanya, ia takut akan ada jurang besar yang memisahkan diriya dan Taek dan Deokseon tidak bisa membayangkan bila itu benar-benar terjadi. Ia tidak ingin kehilangan Taek—delulu saya udah mantep belon? ㅋㅋㅋㅋ
Kenapa dengan Sunwoo dan mas satunya, Deokseon bisa blak-blakkan mengonfrontasi? Simple, karena posisi Taek dan dua lainnya berbeda.  Mau bukti? Obrolan Dong Ryong dan Deokseon di tangga. Dong Ryong nyuruh Deokseon milih antara Taek dan dirinya, Deokseon tanpa mikir panjang langsung menyebut nama Taek. Tiba saatnya nama Sunwoo dan mas satunya, Deokseon gak mau jawab. Masih banyak litte gesture yang menunjukkan eratnya hubungan Deokseon dan Taek bahkan tanpa disadari Deokseon. Salah satunya, ada scene yang menunjukkan Deokseon meletakkan potongan daging kecil di atas nasi Taek. Dia melakukannya dengan sangat natural. Taek selalu menjadi prioritas utama bagi Deokseon.
  Bonus  pics ikan di mana-mana kecuali rumah Si Mas LOL
 Rumah Deokseon
Rumah Taek/Meja untuk papan baduknya ada ukiran ikannya
Tugu peringatan King Suro, ada ikan dan kura-kuranya
Jauh sebelumnya Taek sudah memberikan penghormatan resmi pada calon ayah mertuanya HAHAHA
Di grup LINE Suntaek bertebaran pics kodok, di sini bertebaran foto ikan xD
Anyway, bye~ing!
P.s : Enggak boleh nulis komen yang gak sopan ya ^^
Credit : 1 2 3

[Trivia] Answer Me, Suntaek!

by on 2/09/2016 12:00:00 AM
Saya gak tau kenapa saya masih nulis postingan yang masih ada kaitannya dengan Reply 1988 padahal saya sudah mengucapkan selamat tinggal...

TEAM TAEEEEEEK, MAKE SOME NOOOOOISSSE!! *kemudian ditimpuk tetangga pake panci saking berisiknya*
ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ
How’s life, my fellas?
Yang di Banjarmasin? Cimahi? Bali? Surabaya? Di mana pun kalian berada, semoga kalian selalu melewati hari dengan optimis, ya... Gak peduli betapa keras hidup mencoba menjatuhkanmu, jangan mau kalah. Aku dan kamu, kita semua harus tetap tegak berpijak pada rasa percaya dan berusaha melesat meninggalkan ketidakberuntungan di belakang. Tuhan pasti sudah menyediakan waktu-waktu yang tepat untuk kita mencicipi dengan lega sesuatu bernama bahagia.
 It’s weekend anyway!
Bagi single bahagia kayak saya, akhir pekan gak ada hubungannya sama sekali dengan waktu kunjung pacar dan semacamnya. Libur bagi saya artinya, saya punya waktu luang untuk koprol, jungkir balik, kayang eh maksudnya spazzing sebebas-bebasnya tentang apa aja yang sedang tertangkap radar. Dan kebetulan, saat ini saya masih sangat setia sama Reply 1988 walaupun dramanya sudah tamat, adaaaa aja yang bikin saya pengen bikin postingan di blog :D
Tebakan saya, pembaca di blog ini pasti udah baca hasil wawancara Park Bo Gum terbaru. Yep, doi udah balik dari Namimbia dan langsung disibukkan dengan pemotretan, interview, syuting iklan dan Music Bank. Bogum keliatan makin gelaap.  Kulitnya yang emang dasarnya gak putih seperti orang Korea kebanyakan. Giginya doang yang putih bersinar HAHAHAHA maapin Nuna dek. Tapi Bogum tetap keceeeh kok, beneran deh. Orang ganteng mah mau di-apain aja tetep bisa bikin hati klepek-klepek dan kelelep.
Ketika interview-nya keluar, saya pas sedang sibuk-sibuknya . terpaksa nyuri-nyuri kesempatan ngintipin te-el di Hengpong. Bisanya senyum sembunyi-sembunyi, tar kalo terang-terangan bisa dianggap jomblo nahas, yang bisanya nge-date ama hengpong doang. Kan gak asiiiiik.
Terharu. Itulah reaksi pertama saya setelah baca beberapa Eng-trans interview-nya. This young man has a good heart and positive attitude. So humble. Cara dia menjawab benar-benar menunjukkan kelas dia sebagai seseorang yang tahu menempatkan diri di mana pun dan apa pun yang dia lakukan. Sebagai aktor, dengan pembawaan yang seperti ini, saya yakin suatu saat dia akan sejajar aktor papan atas lainnya. Ketulusan dan penghargaan setinggi-tingginya terhadap orang-orang yang bekerja dengannya terlihat jelas. Dia nggak mencoba jaim. Jujur apa adanya.
Saya gak mau bohong. Pertanyaan yang paling saya tunggu-tunggu salah satunya berkaitan dengan Deokseon/Lee Hyeri. Saya gak nge-ship mereka di real life tapi sebagai karakter di Reply 1988, saya akan nge-ship mereka sampai kapan pun. Taek-Deokseon itu tipe couple ideal banget .
Kiss Scene!
Di interview-nya Hyeri pikir Bogum kalem aja saat syuting, tau-nya Bogum sama nervous-nya seperti Hyeri HAHAHAHA nih anak dua-duanya kayak saling ngasih kode terang-terangan hadoh. Cute! Hayooo, Bogum-ah kamu kepo-in wawancaranya Hyeri yaaaa? Hihi. Cieeeee ciiiieeee *mainin kancing baju*
Mencoba ngebayangin reaksi keluarganya ngeliat si bungsu jago ngekiss LOL. Shock pastinya.
Uhuk uhuk *batuk*
Hihihi *nyengir gak kelar-kelar*
Pengen deh noyor sayang Bogum, dia nggak tau ya efek jawabannya bisa bikin orang yang nyipper-in mereka di real life terbang jauh ke delulu land.
Bisa disimpulkan deskripsi perempuan ideal Bogum itu Deokseon banget. Dan di salah satu wawancaranya dia bilang Hyeri itu aslinya mirip Deokseon. Soooooooo? *ke pojokan trus nyengir-nyengir gaje*
Staaaaaph it.
I won’t ship Bogum and Hyeri in real life. Can’t help but enjoying their moment. .
Saya gak percaya Bogum gak jago skinship. Bo’ooooooong kamoooh. Itu, di BTS-BTS sama Hyeri artinya apaaaah?
Saat disuruh milih Hyeri atau Irene, Bogum menolak dengan alasan susah jika harus memilih salah satunya karena dua-duanya adalah tipe ideal dia. Maruk lo, Dek. Kenapa gak jawab Deokseon aja? ㅋㅋㅋㅋ
Husband Hunt!
Banyak yang menyalah-artikan tanggapan Bogum tentang topik satu ini. Yang dia Team—you know who—yang scriptnya di-ubah lah, bla bla bla... Saya menganggap jawaban Bogum gak lebih sebagai rasa hormat dia pada karakter tersebut. Bukankah sebagian besar penonton menduga bahwa si Mas Pilot adalah suaminya Deokseon?—angkat topi deh untuk Shin PD dan Lee Woo Jung, jago banget ngetroll-nya. Ngomong-ngomong kita gak pernah benar-benar dapet jawaban dari sudut pandang Bogum sebagai Taek atau pun sebagai aktor. I can see your white lies, Park Bo Gum-ssi.
Saya rasa inilah jawaban teraman agar tidak ada pihak pihak yang menanggung malu. Bogum sama sekali gak berusaha menjatuhkan siapa-siapa. Dan bila masih ada orang-orang yang salah memahami jawaban Bogum, saya gak bisa apa-apa. Toh, itu hak masing-masing kepala. Tapi tolonglah jangan jadikan ini sebagai satu jalan untuk membenar-benarkan ide atau pendapat Anda. Just stop it, please.... .
Choi Taek! ㅠ.ㅠ
Bogum-nya aja bilang, demi kebahagiaan Deokseon biarkan Deokseon sendiri yang menentukkan pilihannya. Kita semua sudah tahu siapa orang yang tepat. Ketimbang mikirin apakah dia yang pantes atau gak jadi suami Deokseon, dia sudah cukup bahagia bisa main di drama yang bagus.  Mau ga mau saya keinget jawaban si Mas Pilot. Ah sudahlah.... 
Menyoal gosip date dengan Jang Nara, gosipnya gak berdasar sama sekali. Bogum juga mengkalrifikasi soal agama yang dianutnya. Apa yang diberitakan itu gak bener. Gak ada itu aliran sesat. Aliran... lu kata listrik kali pake aliran segala. Maklum sih, doi kan lagi naik daun jadi wajar kalo diterpa gosip sana-sini. Be strong, young man! This Nuna will support you. ^^
FYI, Bogum lagi jomblooo looooh, siapa tau ada yang berminat pengen ngedaftar.... jadi staf-nya maksudnya ㅋㅋㅋ
Tiba-tiba pengen jadi bantal* Istigfar nak, nyebut...
 Diliat-liat, Bogum ini jenis laki-laki yang kalo suka dan pacaran sama seseorang, lamaaaaaa banget. Gak suka gonta-ganti. *uhuks jadi inget seseorang* 
First love-nya Bogum pasti gak nyangka ngeliat orang yang pernah putus nyambung ama dia dulu sekarang udah seterkenal ini ckck... Ntah kenapa, saya ngerasa Bogum gak akan pacaran sama orang yang satu profesi dengan dia—mungkin orang di luar industri hiburan. Apakah dia akan kembali pada mantan kekasihnya? Who knows... mari berdoa semoga mantan pacarnya udah punya pacar baru atau barangkali udah nikah HAHAHAHA. Sebagai fans, jujur deh. Kamu udah siap belom kalo Bogum kena dating scandal? Saya belum bisa melepaskan Suntaek, jadi saya belum siap. Baca news dia ama Irene aja bisa bikin saya bad mood gitu... . Dek jangan pacaran dulu, ntar aja setelah karirnya udah stabil, wamil, abis itu silakan nikah ga usah pacaran lama-lama ㅋㅋㅋㅋ
Di drama selanjutnya Bogum ingin mencoba peran sebagai anak sekolahan, film/drama action dan romcom. Saya pribadi pengen ngeliat dia meranin karakter kayak Healer atau main melodrama tapi jangan kayak karakter Yoo Seung Ho di Remember. Ngenesnya gak abis-abis. Capek hati nontonnya tauk. Bukannya ikutan sedih malah kesel. Kalau kamu ingin melihat Bogum main di drama dan meranin karakter yang seperti apa?
Kata Bogum dia itu anak yang gak direncanakan kelahirannya. Ngerti kan maksudnya? Pantes aja usia dia dan dua kakaknya terpaut sangat jauh. Mirip banget sama adek bungsu saya. Si bungsu dan saya terpaut sekira 12 taun wkwk. Ibu saya gak ada rencana nambah anak, eh tau-tau si adek dateng. Disyukuri dooong. Si  adek udah gede, udah punya pacar pulak weleh-weleh...
Kesimpulan akhir seluruh isi wawancara Park Bo Gum : saya belum menemukan alasan untuk berhenti menyukai aktor satu ini. Pertama kali jatuh cinta bukan karena tampangnya, melainkan karena aktingnya di I Remember You, sebagai villain. Makin suka setelah tahu sifat dan pembawaannya yang rendah hati, positif, respek terhadap siapa pun dan masih banyak lainnya. Jika dunia MC ada Yoo Jae Suk, mungkin suatu saat seni peran akan diwakili Park Bo Gum. Do well, Bogum-ssi.
Begitu pula dengan Lee Hyeri. Meskipun saya bukan fans Girl’s Day—saya lebih suka lagu-lagu GFriend, saya tetap akan mendukung Hyeri sebagai aktris. Harapannya sih semoga ga sesering dulu pake kostum sekseeeeh. Agak nyaman liatnya . Saya pengen tau Lee Hyeri lebih jauh... Sebelum periode Reply 1988 dimulai, pandangan saya ke Hyeri di bawah rata-rata. Tapi setelah Reply 1988, saya melihat Hyeri dengan pandangan baru.
Now, let’s talk about us.
Saya memulai blog ini di tahun 2013, tepatnya di bulan Januari. Sebelumnya, saya sudah punya blog pribadi berisi tulisan-tulisan berupa puisi, cerpen dan curhatan-curhatan gaje sebagai saya yang bukan kpopers apalagi kdramalovers. Niat saya membuat blog ini adalah demi menyalurkan tanggapan-tanggapan saya tentang drama, lagu, aktor/aktris dan apa-apa saja yang sedang saya sukai. Blog ini sudah melewati beberapa kali perubahan nama. Pernah karena sinopsis yang saya bikin ternyata dicuri oleh blogger yang tidak bertanggung jawab—alasan yang sempat bikin kapok nulis sinopsis, pernah juga karena saya ingin mencoba move on dari Healer LOL. Saya bahkan hampir menghapus blog ini karena merasa sudah terlalu lama menelantarkan. Beruntung ada Reply 1988 yang kembali menggoda minat menulis saya di sini.
. Saya gak pernah menyangka blog saya akan dikunjungi pembaca apalagi sampai meninggalkan komen. Mengetahui blog saya dibaca orang, saya bahagia sekali. Perasaan yang sama yang saya rasakan ketika saya mendapat telepon atau email dari redaksi yang mengabarkan kalau cerpen saya dimuat. Saya benar-benar bahagia .
Sudah lamaaa sekali saya terakhir kali saya aktif berinteraksi dengan readers, saya ingat betul ada satu komentar yang bikin mata saya berkaca-kaca saking terharunya. Saya sampai nulis di akun facebook tentang ini. Gak, saya gak bermaksud lebay. Saya memang bukan orang yang mudah dan bisa setiap saat nunjukkin apa yang saya rasakan ke orang-orang, jadi kalau saya sudah nulis begini artinya saya gak main-main atau mau carper ㅋㅋㅋ
 Setelah membaca komentar tersebut, semangat nge-blog yang sempat padam, menyala kembali. Adalah Fahrun Nisa, si Adek dari Banjarmasin pelakunya. Lama-kelamaan saya dan Nisa makin akrab aja. Saya suka dengan spontanitas dan blak-blakannya yang kadang gak sadar bikin saya ketawa. Sebagai sulung di tengah-tengah keluarga, saya berasa nambah satu adek lagi kkkkk. Nisa sayang, kamu gak harus dan gak perlu merasa sungkan menulis komentar di blog ini, mau sepanjang apapun tulisan kamu. Silakan... ^^
Nama-nama lain yang sering saya baca di kolom komentar ada Melia Nontin dari Cimahi, Sasi Ani (selamat deeeek, pertanyaannya dijawab sama Bogum :D), Mbak Syarfina Handayani, dan Mbak Rosidah Latifah—maaf jika ada nama yang terlupa. Ada juga nama-nama yang barusan saya baca, Mbak Ssangmun-dong Girl, Ayu Gusthia, dan Mbak Nita Kurniawati Arifin. Dan Mbak Diandra Adw yang menemukan saya di twitter. Saya gak tau gimana caranya kalian bisa kesasar ke sini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih.
Betapa menyenangkannya berkumpul di satu tempat dan membicarakan apa yang menjadi pusat perhatian bersama. Saya menulis bukan untuk menyenangkan satu pihak, semata-mata hanya agar isi pikiran saya tidak mengendap. Saya sangat welcome bila ada yang memberikan saya saran dan kritikan. Kalian sangat boleh tidak setuju terhadap apa yang saya tulis. Blog Majimaksarang membuka ruang diskusi seluas-luasnya, silakan... asalkan kita bisa mempertahankan satu; Baduk Etiquette.
Pun untuk silent reader, terima kasih ^^
Untuk Murni S, kalau kamu ingin gabung di LINE Suntaek silakan hubungi (PM) Hafunohane dari Thread Suntaek di Soompi. Grup Suntaek di LINE isinya orang-orang dari thread Soompi juga—dari seluruh penjuru dunia wkwk. Sebagai bahan pertimbangan, apa yang dibahas di LINE sangat bebas, benar-benar bebas bukan hanya tentang Reply 1988 dan Suntaek saja. Ponsel kamu akan berbunyi terus-menerus selama 24 jam xD
Silakan komen sepanjang apa pun, dan jangan merasa sungkan apalagi minta maaf ke saya. Nggak apa-apa ^^
Yahoooooooo, preview Yof in Africa sudah keluar. Excited, pastinya. Kuartet dari Reply 1988 keliatan hepi-hepi aja tuh. Dan kamu percaya? Saya enggak. Udah tau Na PD dari jaman 1N2D season 1. Dia gak akan ngebiarin orang bernapas lega alias bakal dibikin sengsara abis-abisan wkwk. YoF di Laos bukan Na PD yang jadi Director-nya tapi diwakilin sama Shin PD jadi rada kurang tersiksa-nya. Makanya Chilbong berhasil mengelabui kru, coba kalau Na PD mana bisaaaa HAHAHA. Oya, Na PD jago ngetroll juga. Jangan percaya preview slow-mo itu. Yang harus kamu percaya, YoF kali ini bakal lebih seru dari sebelumnya. Itu saja ^^
Indah banget T____________T
... Jangan lupa bahagia :)
P.s : Mohon maaf jika saya belum membalas komentar-komentar di beberapa postingan. Saya usahakan besok pagi ^^
Oya, kalau saya bikin sinopsis untuk episode 19-20, setuju gak? Tapi style penulisan sinopsis saya sangat berbeda dari yang lain. Saya suka becanda di sela-sela cerita  T.T
Halow epribadeeeeeh!
Azz is back! *dan dengan elegannya dadahin tangan dari Sabang sampe Merauke sambil senyum tiga centi ala model Aneka Yess!*
Azz, stop being sok imut pleeeeeeeeeaseee... ㅋㅋㅋㅋㅋ
/mikir sejenak/
Tadi saya mau nulis apa yah? Hadoooh. Gara-gara masang playlist ost drakor mellow dari jaman masih ingusan sih jadi gagal fokus gini, malah ikutan nyanyi sambil merem megangin dada, penghayatan ceritanya... lagunya sedih. Gak percaya? Coba aja dengerin ost-nya Smile Again dan Sad Love Story. Nangis se-galon dah lu .
Aheeeem.
Jujur saja, hari ini saya gak ada niat mosting apapun di blog. Beberapa hari terakhir saya lagi sibuk dengan real life makanya jarang mampir di mari—Maapin yak, yang komennya tidak/belum saya balas. Sekira siang menjelang sore tadi akun Twitter saya di-inbox di si Neng geulis—Melia, dan gak lama kemudian si adek—Nisa, juga nge-LINE saya. Isinya lebih kurang sama; ada perang shipper di Blog sebelah—gak boleh nyebut nama merk yak. Berhubung saya orangnya gak suka penasaran, ya sudah saya pun menengok TKP. Eng ing eeeeeng. Beneran, postingan Mbak-nya udah ruaameee. Setelah membaca isi postingan dan komen-komen pembacanya, saya cuma bisa geleng-geleng kepala, narik napas panjang, sambil garukin kepala yang gak gatel. Etdah, gak di Soompi gak di mana-mana masih aja ngeributin Reply 1988. Kasian. Mau aja hidupnya disusahin hal-hal kayak gini.
I mean, hellooooooow! Dramanya udah kelar. Suaminya Sung Deokseon adalah Choi Taek. Clear. Terus situ masiiiiih aja gak move on? Haaaa, mungkin kamu sedang lelah ya? Sini saya pukpuk-in.
Satu yang membuat saya sangat kecewa. Saya kasih tahu ya, di real life saya sangat menghindari apa yang namanya ngegosipin orang di belakang. Kalau ada masalah dengan seseorang, biasanya saya usahakan agar bisa disampaikan langsung ke orang yang bersangkutan, tentu saja menggunakan cara yang baik dan sopan. Demikian pula ketika seorang blogger menyinggung soal postingan saya di blog ini yang dia rasa ‘mengganggunya’­—saya garis miring karena mengandung arti lain, jika kamu pahami dengan baik maksud saya—sebagai orang beradab dan memegang teguh prinsip hidup sosial saya, saya segera mengklarifikasi dan meminta maaf pada orang yang bersangkutan. Berikut salah satu skrinsyut-nya.
Setelah membaca balasannya, lega-lah saya. Saya pikir, oh udah ditanggapi dengan baik. Sama-sama introspeksi diri. Begitu kesimpulannya. Saya melakukan introspeksi diri, menulis postingan yang kurang lebih mengajak penonton Reply 1988 yang datang atau nyasar ke blog saya agar menekuri kembali ke dalam diri masing-masing, yang pada akhirnya membawa kita sejauh-jauhnya dari yang namanya Shipper War.
 That’s it  
Tetapi, membaca postingan Mbak-nya hari ini bikin saya speechless. Dan beliau masih menyinggung isi postingan saya, padahal jelas-jelas saya sudah meminta maaf. Mbak maunya apa? Kalau masih marah, kenapa gak bilang ke saya. Ini malah ngomongin saya di belakang, sakitnya tuh di siniiiii /tunjuk hatinya Taeki/ .
Huuuaaaaa lagu yang lagi main di playlist sediiiiih banget, ost Winter Sonata .
 Hayati sedih, Bang
Meskipun saya pengeeen banget ngomemin skrinsyut di atas, tapi saya berusaha keras menahan diri untuk tidak melakukannya. Jadi saya ingin bertanya ini, anggap saja sebagai tanggapan paling sopan yang saya bisa,
“How old are you, My Dear?”
.Oke.
Mari saya ceritakan kasus Shipper War ini berdasarkan POV saya yang mengunjungi Thread Reply 1988 semenjak dramanya pertama kali tayang. Mereka yang mengkalim diri sebagai shipper karakter Mas Pilot—saya mungkin dianggap jahat dengan mengatakan ini, melihat wajah dan nama dia bikin saya teringat tingkah beberapa—sebagian besar shipper-nya. Sebab itu saya menolak menulis namanya—mereka sudah merasa menang dan haqqul yaqiin kalau suaminya Deoksun adalah dia. Saya dan Soompiers yang menyukai karakter Taek, bisanya ya seloooow aja kayak di pantai. Gak berekspektasi tinggi—bahkan setelah episode 17, masih banyak yang takut akan adanya twist dari Lee Woo Jung. Pada saat itu, bila ada Teamtaek yang mencoba menulis teori dan pemikirannya mengenai perkembangan hubungan Taek dan Deokseon, Shipper si Mas Pilot terkesan defensif dan mengabaikan. Salah satu Soompiers akhirnya membuat Shipper Thread khusus untuk Suntaek—sejak saat inilah saya enggan ke Main Thread kecuali ada yang ingin saya cari/baca hingga detik ini.
Saya hendak mengklarifikasi beberapa pernyataan beliau yang seolah-olah menempatkan TeamTaek sebagai kumpulan bocah-bocah kurang kerjaan dan jahat sejagat raya. Pertama saya bukan bocah, tahun ini saya memasuki usia ke 27. Kedua, klaim yang mengatakan TeamTaek menguasai MT menurut saya agak berlebihan. Setahu saya teman-teman hanya ingin memposting seluruh yang berkaitan dengan Reply 1988—apa-apa yang tersembunyi dari drama keren ini yang belakangan baru disadari. Tidak ada sedikit pun niat teman-teman untuk menyinggung apalagi menjelek-jelekkan satu pihak tertentu. Saya rasa ini masalah utamanya, ketika kamu berada di posisi yang kalah—saya benci menggunakan satu kata ini, yang mengindikasikan seolah-olah Reply 1988 melulu bicara soal kompetisi siapa suaminya Deokseon—kamu, secara sadar dan tidak telah membangun satu cermin yang memantulkan setiap yang datang padamu dan membiaskannya menjadi kebencian semata. Dan yang sesungguhnya terjadi adalah, kebencian itu berakar dan berasal dari hatimu sendiri. Sebermula dari rasa tak terima dan amarah yang mengumpul menjadi satu lalu membakar logikamu hingga hangus mengabu. Di akhirnya kamulogikamu, mati sebagai orang yang benar-benar kalah melawan dirinya sendiri. Sayang sekali, kamu gagal mengendalikan diri hanya karena satu urusan fictional. Saya tidak ingin men-judge kamu lebih jauh.
Saya diajarkan hidup agar selalu mengembalikan segala sesuatunya pada diri sendiri. Semisal, bila saya ingin melakukan sesuatu pada orang lain—entah dinilai baik atau buruk—pertama-tama saya tanya ke hati saya, apakah saya akan terima kalau diperlakukan demikian? Percayalah, cara paling sederhana untuk menjalani hidup adalah dengan senantiasa berusaha mengenal dirimu sendiri. Mengenal kamu dan ke-aku-anmu itu.
Seingat saya, teman-teman TeamTaek di Soompi yang saya kenal rata-rata tak pernah lupa mengingatkan agar jangan melakukan sesuatu yang bisa memancing shipper war. Dua pihak ini gak seluruhnya benar dan salah juga. Jadi, tolonglah untuk berhenti merasa sebagai pihak yang paling terzholimi—Team Taek dan Team satunya. Mbak-nya bertanya-tanya kenapa Shipper War-nya bisa sampai sejauh ini. Menanggapinya, saya hanya bisa tertawa miris dan berdecak gak habis pikir. Mungkin upaya refleksi pertama dan utama yang mesti dilakukan adalah mengecek kembali isi postingan di blog dan kalau bisa berhenti menulis sesuatu yang sifatnya provokatif dan memancing emosi. Itu jawaban yang bisa saya berikan.
Ketiga, perihal beberapa akun Soompiers yang di-suspend pihak moderator. Btw, salah satu komentar saya di thread Reply 1988 pernah dilaporin Team tetangga ke moderator. Padahal isi postingan saya sama sekali gak menyinggung siapa-siapa. Situ sih kebangetan sensinya HAHAHAHA. Seumur-umur jadi penduduk Soompi yang sopan dan murah senyum, baru sekali itu saya dapet warning. Fiuh.
Hayati capek dengan semua ini.
Lanjut, sepengetahuan saya awal mula lapor-melapor ke moderator dimulai oleh mereka yang namanya tak boleh disebut—eng, seems familiar. Volde...?—mereka melaporkan satu Soompiers netral yang dikenal rajin memposting pendapatnya mengenai script. Saya tidak tahu mengapa mereka marah dengan postingan beliau yang notabene-nya sama sekali tidak mengusik shipper mana pun. Beliau semata-mata bicara dari sisi script bukan menggunakan mata Shipper. Sejak hari itu saya menyadari tingkat arogansi Team tetangga benar-benar menghkawatirkan. Saya gagal paham. Sungguh. Team Taek tidak pernah berniat melaporkan siapa pun meski beberapa shipper tetangga melakukan kekerasan verbal yang bagi saya... benar-benar keterlaluan. Sebagai orang yang alergi sumpah serapah, saya merasa terluka dan sedih. Bagaimana bisa kamu tega mencaci-maki seseorang yang yang sedang berusaha menyampaikan pendapatnya dengan sopan? Kecuali kamu marah karena pendapatnya tidak menguntungkanmu, such a hypocrite.
Hingga beberapa pekan setelah dramanya tamat...
Soompi ditutup selama 72 jam.
Ada apa?
Shipper War. Again? What a pity... *tepok jidat DongRyong*
Saya ingin mencoba mengklarifikasi ini. Setahu saya, team tetangga di chatroom merencanakan upaya untuk membuat Soompi/thread down/closed. Mengorbankan orang lain demi menebus kemarahanmu, sungguh kekanak-kanakkan. Jika kalian berada di posisi sebagai orang yang bertanggung jawab atas Soompi, apakah kalian bisa menerima ini dengan tenang? Saya rasa tidak. Terkait ada TeamTaek yang jadi spy di chatroom mereka, HAHAHAHA. Komen profesional saya, begini. Ketimbang menyebutnya spy, dia hanya orang iseng yang pengen tau apa yang sedang dipikirkan team tetangganya. Ada plus-minus nya juga sih. Saya gak akan ngebela siapa pun. Sebenernya salah sendiri juga, kenapa gak bikin chatroom yang sifatnya private? Yaelaaaah ciiiin, mana bisa sih dikontrol orang yang punya rasa penasaran tingkat Pluto? Emm, btw saya kenal pelakunya—it’s a secret. Yang jelas bukan sayaaaah. HAHAHAHA.
Tahukah apa yang paling membikin saya sedih? Sayang sekali, respek saya pada Mbak Blogger, secara profesional dan personal seketika drop. Jika kalian mengenal saya di dunia nyata, ketika hal seperti ini terjadi, akan sulit bagi saya untuk bisa membangun kembali apa yang sudah rusak tersebut. Semoga, hari ketika merefleksikan diri itu benar-benar datang pada Anda dan kita semua.
Oya, mau tahu pertahanan paling mengenaskan yang saya tahu?
Playing victims.
If you do this, you are the real loser I’ve ever seen.   
 Kepada kita semua izinkan saya sekadar mengingatkan, bahwasanya menghasut dan menghina adalah pekerjaan paling jahat dan tidak bertanggung-jawab, sadar atau tidak. So, please... think twice before you talk/write. I beg you.
Ini lagu yang bikin saya sediiiiiiiiiiiih hari ini, klik untuk mendengarkan Hal soo Uhb Neun Il-Yoo Seong Min

P.s : Sebelum nulis komen, tolong pahami mengapa saya memilih judul postingan saya di atas. Sankyuuuuu ^^

[Trivia] Baduk Etiquette

by on 2/01/2016 11:11:00 PM
Halow epribadeeeeeh! Azz is back ! *dan dengan elegannya dadahin tangan dari Sabang sampe Merauke sambil senyum tiga centi ala model A...