Saya
gak tau kenapa saya masih nulis postingan yang masih ada kaitannya dengan Reply
1988 padahal saya sudah mengucapkan selamat tinggal pada drama ini. Mungkin
karena saya belum bisa benar-benar melepaskan drama satu ini, atau mungkin
karena saya yang tidak ingin melepaskan. Entahlah. Strong impact yang ditinggalkan Reply 1988 berbeda dibandingkan
drama-drama lain, sebut saja salah satunya Healer. Semakin diteliti, semakin
banyak hidden meaning yang diselipkan
Lee Woo Jung di setiap scene. Makanya
saya gak bisa terima jika hingga detik ini masih ada yang menuding beliau
mengubah skrip.
Di
forum Soompi ada yang melempar pertanyaan kurang lebih begini,
“...Kapan
dan bagaimana kamu bisa memutuskan menjadi Suntaek Shipper?”
Bagi
saya, menjadi Suntaek Shipper bisa menjadi satu perjalanan panjang yang
(sedikit) melelahkan tapi selalu menyenangkan untuk dikenangkan kembali. Di
antara tiga Reply Series, Reply 1988 lah yang paling memorable di ingatan saya.
Saya
gak akan pernah lupa shocking moment
yang bikin saya histeris sambil mukul-mukul paha sendiri, trus teriak-teriak ‘Ige mweoyaaaa? What are you doing,
Writer-nim? Uri Taeki eoteokkhae?’ berulang kali sampai-sampai adek-adek sepupu saya yang lagi main di ruang depan
rumah pada kaget HAHAHA. Itu adalah ketika Taek menelpon Deokseon di hari
pertama salju turun. Saya langsung suka BGM lagunya Lee Jong Suk, The First
Snow is Coming. Scene itu saya
ulang-ulang tak lain karena saya sangat menikmati ekspresi Taek saat mengajak
Deokseon menonton film. Tidak ada kesan ragu sama sekali, straightforward, dan sorot matanya itu loooh... semacam kayak
ngomong, “Gue gak main-main. Gue mau
ngajakin lo nonton” Lebih mengarah ke pernyataan ketimbang pertanyaan. Gitu....
Epic!
Saya
gak inget apakah saya pernah nulis sesuatu yang bertentangan dengan apa yang
akan saya tulis berikut ini—kalau iya, tolong maafkan.
Setelah
menonton episode 1 dan 2 Reply 1988, Meskipun Shin PD sudah menegaskan bahwa
drama ini hanya akan fokus pada tema keluarga saja namun saya sadar Husband Hunt telah dimulai. Kalau
diingat-ingat lagi, sebenarnya pihak media-lah yang terlalu memberikan
perhatian kepada tebak-tebakkan tentang siapa yang akan menjadi suami Deokseon—baca
saja judul-judul artikel yang dirilis setelah episode demi episode Reply 1988
tayang, lalu antusias yang sama pun menjalar dengan cepat kepada para
penonton—termasuk saya.
Ini serius. Saya kangen Ssangmundong ㅠ.ㅠ
Apakah
sejak awal saya berharap Taek masuk dalam lingkaran husband hunt? Persentase-nya 50:50. Sebagian hati berharap dia-lah husband-nya, sebagian lainnya beerharap
dia tidak terlibat sama sekali—saya takut patah hati bila di akhir ternyata
bukan dia suami Deokseon. Complicated.
Scene patting the butt yang
dilakukan Deokseon seraya bercanda agar Taek cepat besar dan menikahi Nuna
(Deokseon), di situ feeling saya
mulai gak enak. Mikro ekspresi-nya Taek—senyum
tipisnya itu, saya curiga Taek udah punya rasa ke Deokseon tapi masih samar. Dan
tibalah episode enam ketika Taek memenangkan pertandingan Baduk. Ada perayaan
kecil-kecilan di kamarnya. Kala itu Taek memberikan pelukan berbeda pada
Deokseon dibandingkan ketiga temannya yang lain. Taek terlihat sangat ekspresif
dan senyumnya—ah. Saya makin harap-harap cemas, ini kok makin mencurigakan. gak
bisa bohong juga kalau saya senang melihat little
moment antara Taek dan Deokseon. Gimana ya ngejelasinnya... Dibandingkan
kandidat satunya, momen Taek-Deokseon itu gak seperti OTP di drama kebanyakan.
Bukan tipe scene yang bikin kita
ber-awww ria tetapi scene yang
membuat kita seperti melihat pasangan yang sudah hidup bertahun-tahun lamanya. Long last. Taek selalu mengerti Deokseon
meski gadis ini tidak mengatakan apa-apa. Demikian pula dengan Deokseon, ia
tahu apa yang disukai dan tidak disukai Taek—satu-satunya yang luput darinya
adalah dia tidak menyadari bahwa sorot mata yang diberikan Taek padanya adalah
rasa sayang bukan sebagai teman yang sudah disimpan laki-laki ini semenjak
mereka kecil. Barangkali Deokseon terlanjur menganggap Taek tidak tertarik pada
apa pun selain Baduk.
Ada
satu gesture yang paling menonjol dari Taek yang hanya terlihat bila ia bersama Deoksoen—senyum lebarnya itu. Sulit
menemukan Taek tersenyum selebar itu di scene
lain yang tidak ada Deokseon-nya.
Di
episode 10, setelah dating tak
terencana Taek-Deokseon di pantai dan pengakuan Taek kepada teman-temannya
kalau dia menyukai Deokseon, saya antara pengen nangis dan tersenyum. Nun jauh
di dalam hati, saya mulai yakin Suntaek-lah the
real OTP-nya, tapi gara-gara pendukung kandidat lainnya pe-de luar biasa
membikin saya sebisa mungkin menekan antuasias saya sebagai
#TeamLowExpectation. Bila memang bukan Taek, tolong jangan buat dia seperti
Chilbong. Saya gak bisa ngeliat Taek patah hati. Kata saya begitu.
Karena
terlalu khawatir dan takut, saya gak sadar sebenarnya sejak episode 10 karakter
Taek semakin menonjol dan kandidat satunya semakin invisible. Jika di awal drama, banyak protes yang merujuk pada
sedikitnya screentime Park Bo Gum,
maka di separuh perjalanan keadaan berbalik—kandidat satunya lebih sedikit
penampakannya. Gara-gara ini pula mulai bermunculan tudingan kalau Lee Woo Jung
mem-favoritkan Taek (Park Bo Gum?). Ckck. Pecundang sebenarnya mah suka gitu. Nyari-nyari alasan untuk
bisa disalahkan. Saya gak pernah protes kenapa screentime-nya Bogum sangat sedikit di awal. Protes dalam hati
mungkin pernah, tapi secara terang-terangan seingat saya tidak pernah. Lagian,
kalau mau sombong dikit, bukankah sewaktu pertama kali pengumuman cast, gak ada nama si itu. Wajar lah
fans Park Bo Gum protes.
Jika
berpegang pada premis awal, kandidat satunya hanya fokus pada keluarganya,
sedangkan Taek meliputi seluruhnya—hubungannya dengan ayahnya, hubungannya
dengan teman-teman dan tetangga di Ssangmundong serta love line-nya dengan Deokseon. Bukan tanpa alasan, di episode 1
gank Ssangmundong berkumpul di kamar Taek sebab kita akhirnya melihat episode
20, gank Ssangmundong pun berakhir di kamar Taek. Dari kacamata penulis—bukan
penonton, saya mengakui Reply 1988 sebagai script
terbaik yang pernah saya baca. Well-written. Jika pun
semisal ada plot-hole di beberapa
episode, saya bisa memaafkan sepenuh hati mengingat apa yang sudah diberikan
Lee Woo Jung pada saya sebagai pembaca/penonton. Ia memberikan warna kehidupan karakter-karakter di Reply 1988,
diceritakannya mereka—penghuni Ssangmundong ini dengan lugas, sederhana, dan
menyentuh. Coba tunjukkan pada saya drama yang memprioritaskan seluruh
tokoh-tokohnya? Tidak ada itu supporting
character. Terus terang setelah Reply 1988, saya semakin kritis dan
pilah-pilih menonton drama. Tidak ada drama yang saya tunggu dengan antisipasi
tingkat tinggi. Bahkan drama-drama yang sedang tayang saat ini hanya saya
donlot dan belum ditonton—kecuali Signal.
Kapan
saya mulai memiliki keyakinan Taek adalah suami Deokseon?
Sebut
saja keyakinan kecil. Episode 09.
Lalu
memasuki episode 15 saya semakin membulatkan keyakinan EonamTaek is real.
Kandidat satunya melewatkan satu kesempatan baiknya di tangga itu saat Deokseon
menangis. Masamu udah lewat, Mas. Wkwk
anggap saja saya ngomong gitu ke Mas Pilot. Meski demikian, saya tetap kalem
dong. Fans si Mas kan terkenal galak dan cepet esmosi kalau ada yang
nyoba-nyoba nyentuh doi. Yang kalem,
ngalah ae. Kata Baduk etiket.
Lucunya,
saya seolah sedang menunggu satu momen Suntaek yang akan melengkapi keyakinan
tapi saya gak tau momen seperti apa yang saya tunggu LOL.
Dan
tadaaaaaaa!
Episode
17. Wooop woopppppp! Kiss scene is coming. PAKSUUUU! HAHAHAHA. Masih inget reaksi temen-temen di LINE. Gokil paraaaaaah. Saya aja
yang ngikutin live recaps-nya di LINE
udah kayak ulat nangka, guling-guling di kasur, teriak-teriak di bawah bekapan
bantal, haha-hihi sendiri, senyum-senyum gak jelas, sampe-sampe adek saya
meringis ngeliat kakaknya bertingkah ngalahin orang lagi jatuh cinta HUAHAHAHA—udah
lama saya gak ngalamin apa yang namanya jatuh cinta.
Kans
si Mas Pilot semakin tipiiiissss lebih tipis dari kulit bawang. So that’s our happiness. ㅋㅋㅋㅋ
Keyakinan
saya melesat dari 0,00000000% menjadi 1000000000000000000% HAHAHAHA.
Episode
18, Si Mas beneran bilang goodbye.
Masih mengharap ada Twist? No no no, Game
is over, war is over. Lovey dovey scene is coming. Suaminya udah jelas
Taek! EonamTaek! EonamRyu hanya dalam angan-angan dan mimpimu. Udah 2016
masih aja mimpiin EonamRyu? Wake up ladies! Or should I give you a smack on
your head? Pengen nyanyi untuk Si Mas, jalgayooooo
ne sojung-an saraaaaaang.... Haengbokhaeso-yooo~ hihihi *sarkas tingkat planet
Pluto*
Kita
tinggalkan Si Mas dan pendukungnya yang masih gagal move on.
Otomame
di Soompi memposting translate-an dari DC tentang kaitan Taek-Bora-Moosung dan
Raja serta Deokseon-Sunwoo-Sunyoung dan seorang Ratu. Kamu gak harus percaya.
Namanya juga usaha wkwk.
Taek-Bora-Moosung,
karakter yang mewakili Raja
1.
Taek dan Moosung (ayahnya) datang dari
Gimhae, Bonghwang-dong (makam Raja Suro terletak di Gimhae).
2. Legenda kelahiran Raja Suro adalah
Kujika-Turtle. Menurut legenda pendiri Geumgwang Gaya, Suro merupakan salah
satu dari enam raja yang berasal dari telur yang turun dari langit dalam sebuah
mangkuk besar terbungkus kain merah. Kujika merupakan doa dalam bentuk lagu
yang dinyanyikan pada ritual yang dilakukan para Shaman/Dukun yang aslinya
berasal dari Geumgwang/King Suro. Doa tersebut berisi tentang kura-kura dan
kita ketahui bersama Kura-kura merupakan lambang umur panjang.
3. Pada era Joseon, Raja-raja menggunakan
kura-kura sebagai segel. Segel di era Joseon lebih banyak menggunakan kura-kura
emas dan segel kerajaan menandakan keabsahan peraturan raja. Jadi inget Empress
Ki T_______T
4.
Taek melamar Deokseon menggunakan
kura-kura emas. HAHAHA. Untuk yang pertama kalinya saya ngeliat laki-laki
ngelamar bukan pake cincin dan bunga.
5.
Toko Moosung dinamakan Bonghwangdang
(Bonghwang = Phoenix = simbol untuk raja).
Simbol Phoenix
6.
Persamaan Bora dan Taek = merokok, bekas
luka di kepala (emang Bora ada bekas lukanya ya? Kok aku gak inget?), dan scene ketika Sunwoo menutupi kaki telanjang
Bora menggunakan selimut, scene berbeda
juga menunjukkan Deokseon melakukan hal yang sama pada Taek saat Taek ke rumah
Deokseon membawakan buah.
7. Jungbong selalu bersikap hormat pada
Taek dan Bora. Raja-raja kan selalu dihormati. Tapi Jungbong selalu hormat pada
siapa pun sih, bahkan pada pacar sendiri dia masih menggunakan Jondaemal.
8. Purple/Ungu, merupakan warna untuk Bora.
Warna ungu digunakan para raja-raja, warna bangsawan.
9. Saat pengenalan karakter di episode 1
Deokseon menyebut Bora sebagai orang yang memiliki kekuasaan paling besar di
keluarganya. Hanya raja yang punya kekuasaan semacam itu LOL.
10.
Film yang ditonton Taek dan Deokseon
yang berakhir Taek tertidur di bahu Deokseon berjudul The Last Emperor. DAN
HINGGA DETIK INI SAYA MASIH GAK NGERTI KENAPA TAEK NGAJAK DEOKSEON NONTON FILM
BEGINIAN. Deokseon-nya ngikut aja. Hadeeoh, Taek-ah yang romantis dikit
napaaaaah ㅠ.ㅠ
Pada
makan malam bersama di Beijing di episode 19, ada gambar The Last Emperor di
ruangan itu. Ketika kamera mengarah pada gambar The Last Emperor, nama Taek dipanggil.
“Cheers to Master Choi’s consecutive wins!”
SAYA UDAH NONTON ULANG DAN SPEECHLESS. ㅠ.ㅠ OMG
SHIN PD AND LEE WOO JUNG-SSI YOU ARE SOOOO DETAIL ㅠ.ㅠ YOU
ALREADY WON MY HEART.
Deokseon-Sunwoo-Sunyoung,
karakter yang mewakili Ratu
1. Ketiga karakter ini memiliki ‘Sun’. ‘Sun’
merupakan karakter nama yang paling banyak digunakan pada nama-nama Ratu.
2.
Arti nama Deokseon, berbudi luhur
(Deok-i), sebuah kata yang paling sering digunakan merujuk pada ratu.
3.
Kesamaan Deokseon dan Sunwoo, lahir di
tanggal dan tahun yang sama dan juga sama-sama pake gips. Deokseon gara-gara
kesamber motor, Sunwoo gara-gara sok ngikutin dance pake kursi LOL.
4.
Simbol King Suro dan Queen Heo Hwang-Ok
(istrinya) adalah ikan!
5.
Ketika Taek dan Deokseon pertama kali
bertemu, Deokseon memberikan ikan gurame emas LOL
6.
Sunwoo memiliki gambar ikan di pintu
kamarnya.
7. Di
China (episode 9), ketika Deokseon ke kamar Taek ada dekorasi bergambar ikan di
ruangannya.
Ini enggak mungkin secara kebetulan Shin PD munculin simbol ikan di mana-mana kan?
8. Sunyoung menyukai Bungeoppang(kue kering
berbentuk ikan). Bungeoppang sering muncul di beberapa scene di Reply 1988. Dan kalau diingat-ingat, hanya antara Taek,
Deokseon, Moosung, Sunyoung dan Sunwoo.
9.
Di episode 19, Sunwoo membelikan
Sunyoung Bungeoppang. =Bungeoppang mengingatkan saya pada Jio MBLAQ yang nyanyi
di King of Mask Singet pake mask Bungeoppang ㅠ.ㅠ
10.
Ada mangkok ikan kosong di dalam rumah
Sunyoung.
11.
Di episode 3 aktor Kim Suro jadi cameo,
yang ngambil wiskinya Junghwan HAHAHA. Jauh-jauh hari emang udah ada firasat
kalau Junghwan gak akan pernah bisa bersama Deokseon. Lucunya, Deokseon yang
ngilangin wiskinya Junghwan.
Just
for fun : Di episode 1, Taetiso-nya Ssangmundong lagi ngumpul bareng di bale
depan lorong. Ngobrolin cem-macem berkisar isi rumah masing (suami dan
anak-anak mereka). Sunyoung menyinggung Si Mas Pilot yang baru saja kehilangan
sepatunya. Gak lama Si Mas Pilot nongol. Kalau kita di Indonesia, ucapan yang
keluar saat orang yang sedang kita bicarakan tiba-tiba muncul biasanya kayak
gini, “woi, panjang umur lo!”. Nah kalau di Korea, seperti ini “Looks like that kid can’t be a nobleman.”
Sunyoung
mengucapkan ini bersamaan kemunculan Mas Pilot. Celetukan Sunyoung berkaitan
dengan orang-orang Korea di jaman dulu. Hanya budak yang akan segera muncul
jika namanya dipanggil, bangsawan tidak. #pukpuk masnya. Di saat Taek
dilambangkan sebagai King... Mas Pilot gak pernah berbakat jadi bangsawan
tapi.... BUKAN SAYA YANG BILANG, TAPI EMAKNYA SUNWOO! HAHAHAHA. Saya gak tau
kenapa ini bisa bikin saya ngakak.
Mau tau alasan kenapa saya tidak pernah
benar-benar yakin Deokseon dan Taek akan berakhir bersama di ending? Tak lain
tak bukan karena teaser yang menunjukkan kelima sahabat dari Ssangmundong
sedang berlari bersama-sama, satu-satunya yang tidak tersenyum/tertawa hanya
Mas Pilot. Analisa dari tim tetangga semakin menambah kekhawatiran saya. Di
akhir teaser Deokseon dan Mas-nya berlari sejajar, sedangkan Taek di belakang. Mana
Si Mas-nya udah tersenyum. Akhirnya setiap kali ada momen bahagia Suntaek,
ingatan saya pun otomatis melesat ke teaser itu ㅠ.ㅠ
Saya sedih baca salah satu artikel yang
menyebutkan kalau Hyeri menyalahkan aktinganya sendiri karena karakter Deokseon
terlihat seperti Geumsappa (perempuan
yang gampang jatuh cinta). Jahat banget kalau ada yang nyalahin akting Hyeri
apalagi sampai nge-bash dia. Saya gak bisa ngebayangin aktris lain memerankan
Deokseon. Malah sebelum nonton Reply 1988, saya gak familiar dengan Hyeri,
cuman sebatas tau kalau dia salah satu member Girl’s Day, itu doang. Menurut
saya, Deokseon bukannya gampang jatuh cinta. Di tahun 1988-1989 usianya masih
sepantaran remaja, belum tamat SMA. Dia belum pernah punya pengalaman jatuh
cinta dan dicintai—taunya lewat baca novel romantis. Wajar saja kalau dia
penasaran bagaimana rasanya. Manakala temannya ngomporin tentang Sunwoo dan satunya lagi, dia ngikut-ngikut aja.
Tapi apakah Deokseon pernah benar-benar menyukai keduanya? Jawabannya, nggak.
Buktinya, setelah saat Deokseon masih bisa bersikap normal pada mereka. Tapi
dengan Taek, Deokseon takut mengonfirmasi secara blak-blakan tentang apa yang
terjadi di malam saat Taek menciumnya. Kenapa? Betapa pun inginnya Deokseon
bertanya, ia takut akan ada jurang besar yang memisahkan diriya dan Taek dan
Deokseon tidak bisa membayangkan bila itu benar-benar terjadi. Ia tidak ingin
kehilangan Taek—delulu saya udah mantep belon? ㅋㅋㅋㅋ
Kenapa dengan Sunwoo dan mas satunya,
Deokseon bisa blak-blakkan mengonfrontasi? Simple, karena posisi Taek dan dua
lainnya berbeda. Mau bukti? Obrolan Dong
Ryong dan Deokseon di tangga. Dong Ryong nyuruh Deokseon milih antara Taek dan
dirinya, Deokseon tanpa mikir panjang langsung menyebut nama Taek. Tiba saatnya
nama Sunwoo dan mas satunya, Deokseon gak mau jawab. Masih banyak litte gesture yang menunjukkan eratnya
hubungan Deokseon dan Taek bahkan tanpa disadari Deokseon. Salah satunya, ada scene yang menunjukkan Deokseon
meletakkan potongan daging kecil di atas nasi Taek. Dia melakukannya dengan
sangat natural. Taek selalu menjadi prioritas utama bagi Deokseon.
Bonus pics ikan di mana-mana kecuali rumah Si Mas LOL
Rumah Deokseon
Rumah Taek/Meja untuk papan baduknya ada ukiran ikannya
Tugu peringatan King Suro, ada ikan dan kura-kuranya
Jauh sebelumnya Taek sudah memberikan penghormatan resmi pada calon ayah mertuanya HAHAHA
Di grup LINE Suntaek bertebaran pics kodok, di sini bertebaran foto ikan xD
Anyway, bye~ing!
Anyway, bye~ing!
P.s : Enggak boleh nulis komen yang gak sopan ya ^^
[Trivia] Answer Me, Suntaek!
by
Azzy
on
2/09/2016 12:00:00 AM
Saya gak tau kenapa saya masih nulis postingan yang masih ada kaitannya dengan Reply 1988 padahal saya sudah mengucapkan selamat tinggal...


















































