Tahun 1780, Tahun keempat rezim Raja Jongjo
Ibukota Dinasti Qing (China), Yun Kyung

Narasi :
 
 
Pada tahun keempat rezim Raja Jongjo, Yeong Ahm berkunjung ke Yun Kyung sebagai duta. Saat mengunjungi perpustakaan besar di kota terlarang, tak sengaja ia menemukan sebuah buku. 
Memoir Park Dal Hyang


Ahm Yeong membaca sampul dalam buku tersebut. “Nama akhirnya Park, dia berasal dari Joseon,” gumamnya seraya menerawang.



Ia lalu membuka lembar demi lembar buku itu dengan antusiasme yang semakin nyata. Di saat itu, seorang rekannya datang menghampirinya dan bertanya apakah ia masih ingin tinggal di perpustakaan. Orang itu menyarankan agar ia segera pulang.
“Apakah kau tahu seorang Jenderal bernama Park Dal Hyang?” tanyanya.
“Park Dal Hyang?” ulang orang itu.
“Ya, dia seorang Jenderal tinggi yang hidup di masa Raja Sukjong. Ia juga dekat dengan Putera Mahkota So Yun.”
Sambil mencoba mengingat-ngingat, rekannya turut membaca buku itu sejenak. “Memoir Park Dal Hyang…” demikian ia mengeja.

Narasi :   
Maka dimulailah memoir mengenai Park Dal Hyang dari Joseon. Ini ditulis sekitar seratus tahun yang lalu.

Ahm Yeong kembali ke penginapan, Malam telah larut, namun ia lebih memilih meeneruskan membaca memoir itu. Rekannya terbangun. Ditegurnya Ahm Yeong yang masih saja terpaku pada buku itu daripada istirahat dan tidur.


“Anda belum tidur? Masih membaca buku itu?  Itu buku yang Anda pinjam hari ini, bukan?”
“Kau tahu Putera mahkota So Yun, anak sulung dari Raja Injo dan kakak Sulung dari Raja Sejong?” Ahm Yeong balik bertanya.
“Ada apa dengannya?”
“Apa jadinya dinasti Joseon seandainya dia yang menjadi raja? Bukankah banyak hal yang akan berubah? Mungkin saja dinasti Qing akan sudah diambil alih Joseon 100 tahun lalu. Jika yang menjadi raja adalah orang yang memiliki visi ke depan.”
“Kenapa tiba-tiba membahas itu? Apakah ada sesuatu di buku itu?”
Ahm Yeong tidak menjawab.
“Itu hanya mitos,” sambung temannya. “Katanya tak ada orang yang bernama Park Dal Hyang. Itu hanya fiktif. Kisah fiksi.” Lantas temannya kembali membaringkan tubuhnya seraya mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan yang mesti mereka kerjakan besok.

Narasi :
Mungkin saja ini hanya novel karena namanya tidak tercatat dalam sejarah, tetapi menurut instingnya (Yeon Ahm), kisah ini bukanlah fiksi.

Waktu seolah mundur ke belakang, ke masa seratus tahun yang lalu. Di sebuah kamp prajurit yang tengah atau hendak berperang. Seorang Jenderal berusia tidak muda lagi sedang menyendiri di dalam tendanya. Malam itu, ia sedang menulis sesuatu semacam catatan.

Narasi : 

Pada kenyataannya, Park Dal Hyang sungguh seorang jenderal. Namun, karena kisahnya terlalu mengejutkan Ia menggunakan nama samaran. Kita tidak tahu mengapa memoir Jenderal seorang Joseon bisa berada di Dinasti Qing, tetapi karena kisah ini ditulis dengan sangat baik, maka selaku generasi baru Joseon Yeon Ahm memutuskan menuliskannya kembali. Kisah yang diceritakannya ini adalah legenda dari Ksatria pemberani Park Dal Hyang, yang nama aslinya tidak dikenal. Namun Ia nyata dan menjalani hidupnya di Joseon bersama kawan-kawannya.


[Maka bisa dibilang drama ini bercerita dengan mengambil sudut pandang Yeon Ahm sebagai orang yang sedang menceritakan kembali perjalanan hidup seorang Park Dal Hyang berdasarkan memoir yang Ia tinggalkan.]
Here they are, The Musketeers (Samchongsa)…



Episode Pertama Season 1
“Pertemuan Pertama”


Tahun 1636, tahun ke 14 Raja Injo.


Narasi : Lelaki ini adalah Park Dal Hyang yang masih berusia 22 tahun.



Park Dal Hyang mengakhirkan latihannya. Seraya tersenyum Ia berteriak kea rah lautan lepas, “selamat tinggal semuanya! Aku akan ke Hanyang! (Hanyang merupakan ibukota Joseon).
Narasi : Kisah hidupnya dimulai dari sini. Saat Ia pertama kali meninggalkan kampung halamannya untuk ujian militer di ibukota, Ayah Dal Hyang tidak memberinya uang melainkan sepucuk surat untuk perjalanan panjangnya. 

Ayah Dal Hyang berkata begitu Dal Hyang tiba di ibukota, carilah menteri di distrik itu. Jika Dal Hyang bertemu orang itu maka semuanya akan beres.
“Kau tahu betul kan hubungan seperti apa yang aku miliki dengannya?” Ayahnya menegakkan badannya, “Aku siapa?” tanyanya.
“Ayah adalah sepupu dari kakak ipar Menteri Choi!” kata Dal Hyang bangga.
“Hahaha betul-betul…” Ayahnya tertawa senang sampai terbatuk-batuk, berbeda dengan wajah ibunya yang tertekuk dan masam melihat lagak suaminya. 

“Hubungan kami istimewa sekali, dia tidak akan menyangkalmu,” lanjut ayahnya. “Kalau kau menunjukkan surat ini, Ia akan menerimamu dengan tangan terbuka. Jadi, sampai kau lulus tinggalah di rumahnya, paham?”
Ibunya menyela, “Apa benar begitu?”
Ayah Dal Hyang menggertaknya menyuruhnya diam.
Dal Hyang kemudian berterima kasih dan pamit pergi.

Saat Ia menggiring kudanya, hendak meninggalkan kampung halamannya, ibunya datang menghampirinya membawa sekantong uang. Awalnya Dal Hyang menolak. Ia mengatakan tidak butuh itu. Ibunya tetap memaksa, perjalanan yang akan ditempuh Dal Hyang sangat jauh, Dal Hyang pasti akan membutuhkan uang. Dal Hyang meminta ibunya agar tidak usah khawatir, bila Ia cepat, dalam sebulan Ia akan tiba di Hanyang dan seperti kata ayahnya Ia bisa tinggal di menteri Choi.
“Mana bisa kau percaya begitu saja ucapan ayahmu?” ucap ibunya.
“Lalu harus percaya pada siapa lagi? Hanya dia yang pernah pergi ke Hanyang.” jawab Dal Hyang *Polos amat nih anak*
Ibunya mengomel pendek. Tampaknya ibu Dal Hyang sangat tidak bisa mempercayai ucapan suaminya. Dal Hyang akhirnya pergi diiringi tatapan sedih ibunya serta ayahnya yang belakangan datang selepas Dal Hyang memacu kudanya.
“Aku tak yakin kuda itu sanggup berjalan hingga ke Hanyang,” lirih ibu Dal Hyang menangis sedih.
“Kuda itu bahkan bisa sampai ke Ming!” sambar ayahnya.
Ibu Dal Hyang murka dengan tingkat kepedean suaminya. “Kau kira masuk akal? Kau tahu berapa usia kuda itu? Seusia puteramu! Kuda itu hidup selama 22 tahun! Masih ajaib dia bisa hidup! Ming jidatmu!”
Ayah Dal Hyang pura-pura tidak mendengar dan malah bergumam bahwa cuaca hari ini bagus.
“Kau sungguh-sungguh pernah ke Hanyang?”
Ayah Dal Hyang terbatuk-batuk kecil lantas cepat-cepat meninggalkan istrinya yang masih marah.
“Ujian di sini saja dia tidak lulus. Mana bisa dia ke Hanyang?”
Hahahahahah Dal Hyang sepertinya ditipu bapaknya sendiri. Kasian kamu naaaaaaaaak…
Sementara itu, Dal Hyang telah jauh meninggalkan kampung halamannya.
Narasi : Ia memulai perjalanannya dengan kuda tua yang bisa mati kapan saja serta surat untuk saudara jauhnya. Ia mempercaya ucapan ayahnya, namun kenyataannya sangat jauh dari itu…


Dan benar saja, pada jarak yang kesekian kuda Dal Hyang akhirnya terhempas kelelahan antara hidup dan mati.

Narasi : Kudanya pingsan di hari keempat perjalannya.

LOL, jaman Joseon ada juga ya Derek tapi yang ini versi tradisional dengan manusia sebagai tenaga dorong. Mobil eh kuda Dal Hyang diletakkan di atas gerobak besar dan didorong sejumlah pria memasuki sebuah perkampungan. 

Narasi : Perjalanannya tertunda sepuluh hari demi merawat kudanya. Ia tinggal di Pyungtak selama 20 hari karena cuaca buruk badai yang menutup jalan.

Setelahnya Dal Hyang melanjutkan perjalanan akan tetapi lagi-lagi Ia dihadang hambatan. Sejumlah petugas memalang jalan, orang-orang dilarang melintas dikarenakan ada seekor harimau liar yang sedang bergentayangan dan telah memangsa 4 orang manusia. Park Dal Hyang ngotot ingin lewat. Ia berargumen jika harimau itu sudah memakan empat manusia, pasti harimau itu sudah kenyang dan tidak akan menampakkan dirinya. Baru saja Dal Hyang menyentakkan tali kekang kudanya hendak menerobos blockade, terdengar auman harimau di kejauhan. Kuda Dal Hyang meringkik dan nyaris menjatuhkan Dal Hyang.
“Kurasa kudamu lebih pintar daripda dirimu, masih mau lanjut?” ejek si petugas.
Dal Hyang meringis, Ia terpaksa harus memutar jalan dan itu berarti akan memakan waktu yang lebih lama untuknya tiba di Hanyang.

Narasi : Ia tertunda 5 hari lagi karena harus memutar jalan melewati gunung. Sehingga akhirnya Ia tiba dua bulan setelah Ia meninggalkan kampung halamannya.
Sehari sebelum ujian.
Fiiuuuuuh!
Tetapi…. (Ada hal tak terduga menantinya di Hanyang).

Dal Hyang menemukan rumah menteri Choi. Seorang pelayan yang membukakan pintu untuknya  sedikit terkejut melihat wajah Dal Hyang dekil dan cemong hahahaha *puk-puk mantan pacar*

Dal Hyang mengenakan dirinya dan asal tempatnya. Ia dengan percaya diri menyerahkan surat dari ayahnya namun pelayan itu segera memotong kalimatnya, mengatakan bahwa mentri Choi sedang dalam perjalanan bisnis, beliau sedang tidak ada di situ.

Betapa terkejutnya Dal Hyang mengetahui hal itu. Pelayan itu lantas menyuruhnya segera pergi. Dal Hyang menahannya, Ia meminta agar diizinkan masuk dan tinggal di sana karena besok Ia akan mengikuti ujian keprajuritan (halah gw gak tau namanya apa, tapi kalau di Indo semacam test masuk kepolisian lah). Pelayan itu tertawa, di dalam sana ada banyak peserta yang datang untuk ikut ujian dan sudah tidak ada tempat lagi untuk Dal Hyang.

Kasihan Dal Hyang, dia mencari-cari penginapan tapi tak seorangpun menggubrisnya. Posisinya Dal Hyang itu seperti anak kampung yang datang ke kota dan tidak tahu bahwa situasi kota sangat jauh berbeda dari kampung halamannya.
I can feel you, my mantan pacar.

 Nahasnya, seseorang berniat mencuri kantong uang yang diberikan ibunya. Dal Hyang menyadari dan terjadi aksi rebutan uang koin miliknya belum lagi warga sekitar jalan itu turut meramaikan. Tangan Dal Hyang terinjak pulak. Kenapa jugaaaaaa itu kantong uang digantungin di luar, Dal Hyaaaaaaang! (Gemes, acak-acak rambutnya mantan pacar).

Berbekal sisa uang yang berhasil diselamatkannya, Dal Hyang tiba di depan sebuah penginapan yang disesaki calon tamu yang berjejer di gerbang depan. Dal Hyang diam-diam memotong antrian, Ia bisa lolos masuk. Namun, ujian kesabarannya belum selesai di situ (masih buanyaaaaak di depan sana menunggunya dengan manis). Sewa kamar di penginapan itu seharga 10 Nyang, sudah pake diskon loooh itu. Dal Hyang bertanya apakah Ia bisa meminta semangkok nasi karena Ia belum makan sejak kemarin. Pemilik penginapan itu meminta 2 Nyang lagi dan ditolak Dal Hyang.

Taraaaaaaa!

Dal Hyang masuk ke kamarnya dan ternyata sudah ada dua orang lainnya yang  menyewa kamar itu. Tentu saja Dal Hyang kaget, pemilik penginapan datang menyerahkan selimutnya. Dal Hyang memprotes satu kamar untuk tiga orang? Pemilik penginapan itu tertawa mengejek. Beri aku 30 Nyang maka aku akan menyediakanmu satu ruangan besar untukmu! Katanya.

Saat itulah akhirnya Dal Hyang menyadari dan berani menyimpulkan bahwa ayahnya hanya membual, Ia tidak pernah datang ke Hanyang. Tetapi bukan hanya itu yang terjadi di malam pertamanya di Hanyang.

Di sekitar tempat itu, ada sejumlah orang seperti preman bertingkah mencurigakan. Mereka membawa pemukul berupa kayu besar dan seorang yang diduga pemimpin gerakan itu membawa secarik kertas berisi catatan nama.

Dal Hyang beserta kedua rekan sekamarnya sudah jatuh tertidur saat seorang laki-laki pemimpin gerakan datang membuka pintu kamar mereka.
“Apa Oh Yun Moo dari Chung Chung-Do ada di sini?” tanyanya.
“Itu aku,” sahut salah seorang pria.
Dal Hyang ikut terbangun.
“Kau Oh Yun Moo?” ulang orang asing itu.


“Benar. Ada apa mencariku?”
Orang asing itu memberi kode berupa suitan kepada rekan-rekannya. Dan datanglah gerombolan orang-orang yang tadi membawa kayu pentungan ke dalam kamar yang dihuni Dal Hyang serta dua orang lainnya yang salah satunya menajdi target orang-orang itu. 


Dal Hyang masih belum sadar sepenuhnya ketika penyeroyokan itu terjadi. Oh Yun Moo dipukuli hingga nyaris mati. Setelah memastikan Oh Yun Moo sekarat, orang-orang suruhan itupun pergi.
“Ada orang yang membayar orang-orang itu,” cetus salah satu rekan Dal Hyang.
“Kau bicara apa?” sela Dal Hyang.
“Kau tidak dengar? Para bangsawan membayar orang untuk memukuli siapapun yang berkesempatan lulus ujian agar mereka gagal. Aku dengar banyak yang dipukuli semalam.”

Dal Hyang menggenggam erat pedangnya. Kemarahan nampak dimatanya. Ia memutuskan mengejar dan member pelajaran kepada para preman itu. Dalam pengejarannya preman-preman itu berpencar sehingga menyulitkan Dal Hyang, saat itulah samar-samar dari kejauhan terdengar derap kaki kuda yang mendekat kea rah Dal Hyang. Dal Hyang berlari ke arah suara-suara itu.

Daaaaaaan mereka adalaaaaaaaah…. (Tunggu setelah pesan-pesan berikut ini :D)

Dal Hyang merentangkan tangannya menahan tiga pria berkuda di hadapannya.

“Maaf, boleh aku pinjam kudanya?”
“Apa?” tanya salah seorang pria yang paling muda.

An Min Seo
“Aku harus menangkap orang. Lihat! Mereka melarikan diri!” teriak Dal Hyang seraya menunjuk ke arah jalan yang gelap.
Ketiga orang yang kita tahu salah satunya merupakan putera mahkota Seo Hyun, satu dari tiga Musketeers kita, saling berpandangan.
“Minta saja pada orang lain, kami harus pergi.” tolak pria yang paling muda, An Min Seo.
Dal Hyang memohon setengah memaksa. Ia lalu melompat ke atas kuda pria itu tak peduli kemarahan pemiliknya. Pangeran Seo Hyun lirik-lirikkan dengan dua rekannya. Dal Hyang berdalih Ia harus menangkap orang-orang yang telah memukuli para peserta yang akan ujian besok. Pangeran  Seo Hyun bertanya apa yang dimaksud oleh Dal Hyang.
“Kau tidak tahu? Seseorang menyewa mereka agar orang-orang yang berbakat gagal. Kami sudah susah payah, tak punya uang dan dukungan. Tapi kami juga dipukuli! Orang yang sekamar denganku nyaris mati! Ini bukan terjadi sekali dua kali. Kita harus menghentikan mereka sebelum mereka melakukan hal yang sama pada yang lain!”
Pangeran Seo Hyun dan dua pria itu bertukar pandangan membuat Dal Hyang berteriak tak sabar, “kalian tak perlu membantu, cukup ijinkan aku meminjam kuda ini!”
“Ke mana mereka pergi?” tanya pangeran Seo Hyun.
Dal Hyang menunjuk arah.
Pangeran Seo Hyun lekas menuju arah yang ditunjuk Dal Hyang, diikuti oleh pria satunya. Sementara Dal Hyang dan pria yang lebih mudanya bergegas ke arah lain.

Dugaan Dal Hyang benar. Preman-preman suruhan itu masih melanjutkan misi penggebukan mereka. Target selanjutnya adalah  Nam Kim Soo dari Namwoon. Sebelum mereka sempat bergerak, pangeran So Yun dan satu rekannya sudah menghadang jalan mereka. Pangeran So Yun bertanya siapa yang membayar mereka untuk melakukan itu semua? 

“Kami adalah polisi, sebaiknya kalian menjawab!” kata rekan pangeran Seo Hyun, Heo Seung Po.
Bukannya menjawab, preman-preman itu justru berpencar dan melarikan diri.
Setelah berbagi tugas, seluruh preman-preman itu berhasil diringkus tentunya setelah melewati proses gedebak-gedebuk terlebih dahulu.
Dal Hyang meringis kesakitan di atas tubuh salah seorang preman yang tergeletak tak sadarkan diri. Pria yang se-kuda dengannya bertanya apakah Dal Hyang baik-baik saja? Aku baik-baik saja, katanya.
“Bagaimana denganmu?”
“Apakah kau sedang mencemaskanku?” Pria yang lebih muda itu tersenyum maniiiiiiiis (mukanya mirip mantan pacarku yang laiiin, Park Shi Ho).
Dal Hyang kikuk, “apakah aku tidak boleh mencemaskanmu?”
(Tunggu sebentar, ini dialog apaaaaaaaaah hah? Kalo antara laki-perempuan sih gak masalah xD. Ciri-ciri bromance ini mah).

Proses penangkapan itu berlangsung lancar di bawah pengawasan langsung Pangeran Seo Hyun. Mereka menyimpulkan itu adalah ulah Kim Wong Sung karena dua orang puteranya ikut dalam ujian esok hari. Dal Hyang heran mengapa semuanya bisa diselesaikan dengan cepat. Belum tau diaaa, siapa yang sedang dihadapinya. Itu pangeran mahkotaaaaaaaa, Dal Hyaaaang!
Pangeran Seo Hyun bertanya apakah Dal Hyang akan mengikuti ujian itu juga. Dal Hyang mengiyakan. Pangeran Seo Hyun berkata Dal Hyang tidak perlu mengkhawatirkan apa-apa lagi, rawat luka-lukanya dan mendoakan semoga Dal Hyang beruntung dalam ujiannya besok.
“Aku yakin kau lulus,” jamin Pangeran Seo Hyun.
“Aku juga lumayan percaya diri.” Dasar Dal Hyang pede tingkat dewa, ketularan bapaknya nih. 

Pangeran So Yun dan dua rekannya tersenyum penuh makna.
“Kuharap kau lulus dengan nilai tinggi, besok.” Ucap pangeran So Yun tulus sebelum menarik tali kekang kudanya mengajak kedua rekannya meninggalkan tempat itu.
“Tunggu!” tahan Dal Hyang.

Pangeran So Yun dan kedua rekannya menoleh.
“Meskipun Cuma sebentar, setidaknya kita perlu berkenalan. Aku Park Dal Hyang dari Gangwon-do! Siapa nama kalian?”
Background Music : siulan ala Three Musketeers film
“Samchongsa!” jawab pangeran So Yun setelah terdiam sejenak. Samchongsa dalam bahasa Indonesia, tiga pendekar.
“Apa?” Dal Hyang mengerutkan keningnya.
“Kami biasa dipanggil Tiga pendekar.”
Dal Hyang masih terheran-heran. Ia mengulang-ulang nama itu. Pangeran So Yun dan dua rekannya meninggalkan Dal Hyang.
“Sejak kapan kita jadi tiga pendekar?”
“Entahlah…” sahut Pangeran So Yun.
“Apa?”
“Aku hanya asal bicara. Aku tak tahu kenapa.”
Salah satu rekannya tertawa. Samchongsa, ia menyukai nama itu.
Narasi : Ini adalah pertemuan pertama mereka. Layaknya takdir.
Samchongsa tiba di sebuah penginapan. Mereka akan mengadakan pertemuan dengan mata-mata dari Qing di sana (kalau mereka sedang bertiga jalan bareng kita sebut saja pake julukan ini biar gak rempong.) samchongsa yang masih muda, An Min Seo menemukan sepucuk surat ikut terjatuh sewaktu Ia menambatkan kudanya.



Ia lantas teringat pada Park Dal Hyang yang tadi duduk di belakangnya. Ia membuka dan membaca isi surat itu dan seetika wajahnya berubah tegang.

Di dalam penginapan sedang ada pertunjukkan dan tarian music. Dan tau gak lagu apa yang menjadi pengiringnya? Lagunya Crayon Pop yang ada lirik, “Jumping! Jumping, everybody!” LOL awalnya aku gak tau tapi kok ngerasa familiar gitu ya? Setelah pikir lama-lama baru deh inget, lagu itu pernah dinyanyiin MBLAQ waktu konser di Jepang. Laaaah jadi ke mana-mana nih kite.

Pangeran So Yun dan samchongsa yang satunya lagi, Ho Seung Po naik ke lantai dua untuk bertemu tamu mereka dari Qing. Gara-gara genit, Ho Seung Po ditampar salah seorang gisaeng yang lewat hahahaha.

Di dalam sebuah kamar di penginapan itu, satu dari Qing/Cina dan seorang pria dari Joseon telah menunggu kedatangan Pangeran So Yun. Begitu melihat kemunculan sang pangeran, pria Joseon itu langsung mengenalkan mata-mata itu.
“Dia datang saat subuh. Sulit baginya datang diam-diam.”
“Aku ingin dengar tentang perang. Karena waktu kita tidak banyak.” Kata Pangeran So Yun sambil duduk.
Dari penjelasan mata-mata tersebut, diketahui bahwa telah terjadi perang besar-besaran oleh Qing. Mongol bahkan telah jatuh. Dinasti Ming hancur, para jenderal banyak yang melarikan diri. Hal itu tidak dilaporkan dengan benar di pemerintahan pusat.  Bahkan Ming berpikir sebentar lagi seluruh dinastinya akan jatuh. Artinya, perluasan perang itu lambat laun akan merambat ke Joseon.

Ho Seung Po sedang asik mengintip orang yang berjudi saat An Min Seo datang menghampirinya. Seung Po meminta Min Seo menggantikannya berjaga di depan kamar pertemuan karena Ia ingin sejenak menikmati keberadaan di penginapan tersebut. Min Seo menahan tangan Seung Po.


“Lihat ini sebentar.” Ucapnya sembari menyerahkan surat yang ditemukannya.
“Apa ini?” tanya Seung Po.
“Park Dal Hyang menjatuhkan ini.”
“Ini Cuma surat.”
“Isi suratnya bermasalah. Bacalah.”

Seung Po terkejut setelah membaca isi surat itu. Ini luar biasa, katanya. Min Seo bertanya apa yang harus mereka lakukan dengan surat itu.
“Di mana dia menginap?” tanya Seung Po. Tidak usah diragukan, sepertinya dia sudah punya rencana lain di dalam kepalanya.

Sementara itu, Park Dal Hyang seorang diri membersihkan lukanya. Ia masih juga penasaran dengan ‘samchongsa’. Diulanginya berkali-kali kata itu. Ia menyimpulkan samchongsa berarti Pendekar yang pintar menembak (?). Sewaktu membersihkan bajunya barulah Ia tersadar surat yang Ia selipkan di balik bajunya telah lenyap. Ia mencari ke mana-mana namun tidak menemukannya. Dua orang rekan sekamarnya, yang satunya babak belur dan satunya lagi merawat luka akibat penyeroyokan itu terheran-heran melihat Dal Hyang kalap mencari cari surat. Bukan surat dari ayahnya namun satu surat lain yang nampaknya sangat berharga baginya.

Dal Hyang keluar dari kamarnya bermaksud mencari surat itu di luar, di saat yang sama sebatang anak panah melesat tepat menancap di tiang dekat Dal Hyang berdiri. Beruntung Ia sempat merunduk dan tersentuh anak panah itu. Ia melihat sekeliling, terdengar derap kaki kuda tetapi tak nampak siapun di luar halaman.
“Apa ini?” Dal Hyang menatap batang anak panah itu sambil bertanya-tanya.
=Bersambung ke part 2=
Komentar :
Aaaaacccckkk baru inget kalo yang jadi An Min Seo ini yang pernah main di The Bridge of The Century sebagai adeknya Lee Hong Ki. Mengenai  keseluruhan dramanya akan aku komenin setelah part 2 diposting :D

Pengumumaaaan! *Minjem toa masjid deket kosan*

Akhirnya setelah menimbang dan seterusnya, aku mutusin mau bikin sinopsis The Three Musketeers sebagai proyek sinopsisku yang baru setelah IRIS 2 yang akhirnya gak pernah aku lanjutin lagi gara-gara patah hati hasil kerja kerasku dicuri bloger gak bertanggungjawab :D

Alasanku bikin sinopsis The Three Musketeers adalah karena plot cerita di episode perdana yang sudah aku tonton lumayan menjanjikan, karena Jung Yong Hwa, mantan pacar akoooh sebelum kenal Lee Joon *dikeplak*, ikutan main sebagai main role di drama yang tayang di TvN. Eniweeiiiii, akting mantan pacar akoooh udah ada peningkatan looooh, netizen Korea juga pada ngakuin. Tepuuk tangan dooong :D

Insya Allah, sinopsisnya akan diposting pada akhir pekan.Trus ada yang ngomong, "udah kayak blog elu rame aje neng!". *Nyengir* Ga rame juga ga papa, aku nulis sinopsis sebenernya juga salah satu caraku menumpahkan kegemesanku terhadap drama. The Three Musketeers ini menggoda banget untuk dijadiin bahan. Terlebih, ini drama Yong Hwa yang aku ikutin setelah aku menyerah dengan Marry Him If You Dare. Yaaah, itung-itung reuni sama mantan pacar laaah *dikit lagi gw dikepruk kayak krupuk nih ngaku-ngaku*

Aku coba membuat list drama yang sedang aku tonton sekarang. Let me see...

Minggu-Senin-Selasa :
- Discovery of Love
-The Three  Musketeers
-The Night Watchman's Journal

Rabu-Kamis :
- Fated to Love You
- It's Ok, That's Love

Jumat-Sabtu :
- Marriage Without Dating
- The Mermaid/Surplus Princess

Ckckck... I have no life *faint*

[Pengumuman] Proyek Sinopsis Baru

by on 8/19/2014 12:14:00 AM
Pengumumaaaan! *Minjem toa masjid deket kosan* Akhirnya setelah menimbang dan seterusnya, aku mutusin mau bikin sinopsis The Three Mus...
Pernah baca dongeng atau nonton The Little Mermaid? Kisah tentang seekor/seorang duyung yang melakukan pencarian cinta sejati. Ending-nya ngenes amatlah untuk si duyung, dia memilih menghilang menjadi blurb demi kebahagiaan sang pangeran.


Nah, salah satu stasiun tv kabel di Korea, TvN sedang menayangkan drama yang juga menceritakan kisah seorang puteri duyung yang mencari cinta sejati dalam waktu 100 hari. Sebelum terlalu jauh, aku ingetin deh. Drama ini bergenre komedi, ada romance-nya juga sih. Tapi dikiiit. Banyakan ngelawaknya. Aku aja sampe mukul-mukul bantal saking ngakaknya. Ada yang bilang Surplus Princess atau The Mermaid ini separuhnya parodi yang merepet ke S**s juga. Mari kita bedah satu-satu dimulai dari para casts hingga story line-nya.

Casts :
- Jo Bo Ah
 
 

Cewek cantik ini pernah bermain di drama TvN Shut Up! Flower Boy. Di The Mermaid, Jo Bo Ah dapet peran sebagai Puteri Duyung bernama Aileen, setelah berubah menjadi manusia Aileen mengubah namanya menjadi Kim Ha Ni.

- On Joo Wan as Lee Hyun Myung
Lee Hyun Myung adalah seorang job seeker yang udah frustasi gak dapet-dapet kerja juga. Pertemuan perdananya dengan Ha Ni sungguh sangat memalukan :D
- Song Jae Rim as Kwon Shi Kyung
 
Koki cakep, sok cool padahal aslinya narsiiiiiiiiiisnya kebangetan. Tepok jidat ngeliat dia selfie trus ngapdet akun socmed-nya. Sok cakep banget, hoel! Tapi, emang cakep sih :D

Aileen atau Kim Ha ni menyukai Shi Kyung, bahkan Shi Kyung adalah alasan utama mengapa dia ngebet pengen jadi manusia tanpa berpikir panjang akibat apa yang akan didapatkannya dari keingininannya itu. Gak jelas juga apakah Kwon Shi Kyung juga menyukai Ha Ni.

- Park Ji Soo as Yoon Jin A
 Cewek nyebelin yang mutusin pacarnya, Hyun Myung karena jatuh cinta sama Kwon Shi Kyung. Duh.

Untuk lebih jelasnya bisa langsung diliat di The Mermaid/Surplus Princess 

Storyline

Kim Ha Ni, seorang puteri duyung yang jatuh cinta pada Kwon Shi Kyung dan ingin menjadi manusia karena cintanya itu. Usai mencuri ramuan dari An Ma Nyeo, Ha Ni berubah menjadi manusia, ekornya telah berubah menjadi sepasang kaki. Ha Ni lalu meneumi Kwon SHi Kyung di sebuah pesta. Sebelumnya, karena sebuah kecelakaan kecil, Kwon Shi Kyung terjatuh ke dalam air dan ditolong Ha Ni. Hape Shi Kyung diselamatkan Ha Ni. Dasar Ha Ni, dia nyuri kesempatan nyipok Shi Kyung. Duyung mesum :D
Ha Ni ingin mengembalikan hape Shi Kyung. Sayang banget Ha Ni ini polosnya gak ketulungan, udah mau main nyipok Shi Kyung aja. Yoon Jin A ngambil kesempatan, dia ngaku-ngaku sebagai orang yang menemukan hape itu. Ada kesalahpahaman yang terjadi, Shi Kyung menyangka Ha Ni adalah penipu. Ha Ni sedih dong, Shi Kyung gak seperti yang dia harapkan. Trus dia minta balik jadi Duyung lagi sama Ma Nyeo. Ma Nyeo bilang gak bisa lagi jadi duyung. Ha Ni harus mencari cinta sejatinya agar bisa sepenuhnya menjadi manusia. Waktu yang tersisa hanya seratus hari. Jika ia gagal, maka Ha Ni akan musnah. Pelan-pelan menghilang. Benar-benar menghilang. Demi misinya itu, An Ma Nyeo membawa Ha Ni ke rumah sahabatnya yang sekaligus pemilik rumah kosan yang disebut Surplus House (makanya judul lain drama ini adalah Surplus Princess). Lee Hyun Myung juga tinggal di sana beserta lima lainya termasuk sang pemilik rumah, Lee Sun Kyu.

Perjuangan Kim Ha Ni a.k.a Aileen dimulai di situ. Siapakah cinta sejatinya? Apakah Ha Ni akan menemukan cinta sejatinya? Atau ia akan berubah menjadi gelembung lalu hilang selamanya? 

Personal Opinion :

Pertama kali denger Song Jae Rim mau main di drama ini, aku seneng banget. Udah lama ngarepin Jae Rim main drama bukan sebagai pemeran pendukung, tapi lead! Aku mulai suka Song Jae Rim ketika dia jadi pengawal pribadi raja di The Moon Embrace The Sun. Trus dia juga pernah berperan sebagai pembunuh bayaran di Two Weeks, Nail Shop Paris, Age of Generation. Selain Nail Shop Paris, peran Jae Rim di drama-drama yang sudah aku sebutin gak jauh-jauh dari eksyen gedebak-gedebuk. Begitu tau The Mermaid, Jae Rim jadi koki cakep, aku siap sedia nonton doong xD
Done nonton episode satu. Lucu sih, koplak. Komikal banget. Masa ada Puteri duyung keliaran di sungai Han? Trus punya hape smartphone, dan duyungnya sedikit terobsesi pada pantat. Ops. Iya, serius. Drama ini bisa bikin penontonnya terpingkal-pingkal liat kelakuan para pemerannya. Ditambah pula dengan sounds effect dan tulisan-tulisan penjelas persis di komik semakin menambah kelucuan dramanya. Perlu diketahui, tim produksi The Mermaid sama dengan tim produksi yang membuat SNL Korea. Itu looooh variety show yang banyak menampilkan parodi adegan 'ehem-ehem'. You know what I mean :D
Ga usah heran kalau di drama ini banyak scene yang ehm, hot :D

Setelah baca-baca di forum, banyak yang bilang Song Jae Rim bukan lead male-nya. Padahal aku kan niat nonton ini gara-gara dia. Masa tar aku liat dia jadi second lead male yang ngenes? Ogah banget. Jadinya aku ogah-ogahan nonton The Mermaid. Episode dua aku nonton pake skip-skip. Kalo bener Jae Rim gaka jadi lead male, aku gak mau ngelanjutin nonton. Paling banter berakhir kayak Doctor Stranger yang aku abaikan hanya karena lead female-nya bukan Kang So Ra hehehe.

P.s : Aku suka duyungnyaaa, imut-imut.

Surplus Princess/The Mermaid

by on 8/17/2014 08:38:00 AM
Pernah baca dongeng atau nonton The Little Mermaid? Kisah tentang seekor/seorang duyung yang melakukan pencarian cinta sejati. Ending-nya ...


Apa yang terbesit pertama kali di pikiranmu saat ada yang menyebut MBLAQ?
Jika pertanyaan itu ditujukan padaku, maka aku akan menjawab seperti ini :
MBLAQ itu…
Underrated
Yup! Sudah rahasia umum di dunia Kpop bahwa MBLAQ adalah salah satu dari sekian banyaknya boyband Korea yang masuk dalam kategori gak masuk dalam hitungan alias acapkali diabaikan para penikmat musik di sana. Sudah beberapa kali Comeback dengan album dan konsep yang berbeda namun hasilnya masih jauh dari kata sukses. Jarang menang di kompetisi music. Bila dibandingkan BEAST yang merupakan boyband seangkatan yang sama-sama debut di tahun yang sama, MBLAQ kalah jauh. Sebagai team, MBLAQ kurang populer, sebaliknya para member justru lebih dikenal saat melakukan kegiatan solo. Seungho dan G.O dengan musical, Lee Joon bermain film dan Drama serta mengisi model MV, Cheondung yang sesekali aktif di dunia modeling serta si bungsu hiperaktif, MIR yang banyak mengisi variety show sebagai MC dan guest star.
Apakah karena secara kualitas, MBLAQ kurang menjanjikan makanya mereka gak popular?
Big no!
Aku melihat sangat jelas bagaimana perjalanan MBLAQ dimulai ketika mereka pertama kali debut hingga saat ini. Ada perbedaan kualitas yang semakin menunjukkan kematangan dalam bermusik dan dance. Salah satu yang bikin aku setia menjadi fans mereka yaitu  lagu-lagu mereka yang tidak seperti kebanyakan lagu-lagu idol. Bahkan di beberapa album kelima personil berani menyalurkan bakat membuat lagu dan lirik. Dua album terakhir, G.O, Cheondung dan MIR turut menyumbangkan lagu. Iya, kata lainnya MBLAQ itu berani tampil beda di luar pakem yang sudah ada. Gak mainstream.

Gokil
Gak ada satupun variety mereka yang gagal membuat aku ngakak. Coba tengok Idol Army, Sesame Player, Hello Baby atau Idol Manager. Dijamin sakit perut. Ada tiga member yang sudah terjamin berbakat menjadi pelawak, G.O, MIR dan Lee Joon. Kalau Seungho dan Cheondung masih sedikit lebih waras dibandingkan tiga orang yang saya sebutkan di awal. Tapi, bisa ikutan larut juga dalam kekoplakan yang diciptakan personil lainnya.
Loyal
Seungho,
He is a real leader for me.
Aku bisa melihat aura kepemimpinan itu di diri namja bernama asli Yang Seungho. Di beberapa variety show terlihat bagaimana dia melindungi dan kerap mengambil alih kekacauan yang ditimbulkan member lain. Aku yakin kesolidan yang ditunjukkan MBLAQ hingga di tahun kelimanya sekarang  antara lain karena leader-nya yang bisa mengayomi seluruh member. Asal tahu saja, manajemen yang membawahi MBLAQ sangat sangat sangat menyebalkan dan bisa dibilang kurang becus mengurus artis-artisnya. Sudah terlalu sering A+ dibikin kecewa berkali-kali lipat. Aku kadang suka mikir, ketidakbecusan  manajemen  bisa bikin MBLAQ pecah suatu saat (amit-amit deh jangan sampai kejadian). Sebab itulah aku percaya, leader lah yang sedikit banyaknya berbuat demi kemaslahatan bersama.
Seungho gak suka bohong.
G.O,
Mom?
Hahahaha. Iya, G.O itu kayak ibunya MBLAQ. Doi demen ngomel, pembersih juga. Yang paling aku ingat di diri G.O itu, dia bisa bikin orang terpingkal-pingkal sementara dia-nya sendiri adem ayem  aja. Ada yang bilang kalau itu adalah salah satu ciri orang jenius. Iyap, G.O  pernah ngaku punya IQ 140 (kalau gak salah inget). G.O dan Seungho itu sudah seperti emak bapaknya MBLAQ. Dialog mereka di Double Talk, asli gokil. Aku seneng melihat kedekatan mereka. Gak dibuat-buat.
Lee Joon,
Pabo. Jujur, innocent, kikir.
Member yang mengenalkan aku pada MBLAQ. Gara-gara nonton We Got Married-nya Lee Joon aku jadi penasaran MBLAQ itu yang mana sih. Doi polos banget, asli! Lee Joon ini disayang sama K-netizen, mungkin karena kepolosannya itu sehingga orang-orang tidak bisa tidak menyukainya. Bisa nyanyi, nge-dance, acting dan ngemsi juga. Dibanding empat member lainnya, Lee Joon yang paling terkenal dan punya job yang banyak juga. MIR pernah berseloroh bahwa dia cemburu dengan kesuksesan yang diraih Lee Joon. Becanda aja kok. MIR kan sayang banget sama Lee Joon.
Menurutku lagi, Lee Joon bukannya kikir. Dia punya pemikiran yang tidak sederhana dalam mengambil keputusan. Contohnya, dia lebih memilih menggunakan uangnya untuk membantu penyembuhan bibinya ketimbang beli mobil mewah. Lee Joon pernah nyumbang di yayasan amal tapi merahasiakan namanya. Dia menyumbang pake nama asli. Baru ketahuan setelah pihak yayasan mengonfirmasi ke dia. Udah gitu, dia pake ngomong kalau nominalnya sedikit pula. Duh, Ijun oh Ijun….
Cheondung,
Misterius.
Adeknya Sandara Park 2NE1 ini emang rada-rada tertutup. Member lain juga ngakuin kok kalau Cheondung itu misterius. Menurutku wajar aja sih, melihat latar belakang masa lalunya yang agak rumit.
Aku baru nyadar, Dungie jaraaaaaaang atau bisa dibilang nyaris gak ada variety show yang dia ikuti sendirian. Pasti dia didampingi member lainnya. Dungie gak pe-de tampil di variety show, ngakunya gak jago ngomong. Kalau bareng member lain kan, dia ada yang bantuin gitu. Sama kayak G.O, Dungie jago bikin lagu. Dia bisa acting dan musikal juga. Aku paling suka Dungie di Sesame Player. Dia lepas banget di situ.
MIR,
Hiperaktif. Gak bisa diem. Cerewet, nyablak, apalagi yah? :D
Satu hal yang membuat aku sayaaaang sama MIR. Dia sangat peduli pada fans. Rajin menyapa fans di socmed. Pernah nih ya, ada satu kejadian A+ galau tingkat Negara gara-gara ada gossip JTC akan merger dengan SME. Langsung saja pada heboh, banyakan yang gak rela kalau MBLAQ digabungin dengan manajemen yang membawahi Super Junior SHINEE dan lain-lain itu. Di tengah-tengah kebingungan itu, tiba-tiba MIR memposting pic di Twitter, foto dia lagi di pantai, ada tulisan A+ dan tanda ‘love’ di pasir. Hasilnya, fans perlahan mulai tenang kembali. MIR juga seorang pekerja keras.
Jadi, secara team, MBLAQ bisa dibilang loyal, pekerja keras, konsisten, jujur, gokil, peduli dan seterusnya. *Yang gak setuju gak usah komen LOL*
Sekali lagi, kalau ada yang nyebut nama MBLAQ maka yang terbesit pertama kali di kepalaku adalah cinta :D
MBLAQ kurang popular. Benar tapi bukan berarti kualitas mereka buruk.
MBLAQ jarang menang acara music. Benar, tetapi bukan berarti lagu-lagu mereka jelek.
MBLAQ adalah MBLAQ. Music Boys Live in Quality.
Aku gak tau akan sampai kapan mereka berdiri sebagai team, tetapi aku akan berusaha tetap setia sebagai fans sekalipun nantinya aku akan sibuk dengan dunia nyata atau kejadian terburuknya mereka bubar, aku tetap dukung aktivitas membernya. Pada dasarnya, aku adalah Kdrama lover bukan Kpop Lover, MBLAQ adalah pengecualian.
Gak terasa udah dua tahun-an ini aku jadi A+. Kamu gimana?

P.s : Kangen MBLAQ pake banget TT______TT

 

Tiba-tiba Aku Ingin Menulis Ini…

by on 8/14/2014 05:10:00 AM
Apa yang terbesit pertama kali di pikiranmu saat ada yang menyebut MBLAQ? Jika pertanyaan itu ditujukan padaku, maka aku akan menjaw...
Doh, judul postingannya panjang amat yah? Padahal inti dari postingan ini, aku hanya ingin menulis drama-drama airing di Korea yang aku ikuti sampai saat ini. Oya, beberapa bulan kemarin aku sempat memilih vakum alias hiatus nonton drama. Nggak ada alasan khusus sih, cuman lagi jenuh aja ditambah drama-drama yang tayang di paruh pertama tahun 2014 nggak terlalu nemplok di hatiku. Iyasih, aku suka pemain-pemainnya seperti Lee Seung Gi di You're All Surrounded, tapi mungkin karena storyline-nya yang kurang greget aku jadi bosen dan malas ngelanjutin. Barulah ketika pulang lebaran ke rumah kemarin itu nonton YAAS walaupun harus dengan jurus skip. Doctor Stranger juga gak jauh beda nasibnya. Aku stuck di episode 6. Trus pas tau endingnya Park Hoon gak jadi ama Seo Hyun, aku patah hati dan beneran gak ada minat ngelanjutin. Hadeh, belakangan ini aku emang rada-rada gaje deh sama drama Korea. Sensitif pake banget. Begitu alur atau ceritanya mengecewakan aku langsung berhenti nonton atau tetap nonton tapi yah pake skip. Apa mungkin karena aku bener-bener lagi jenuh parah dan butuh sesuatu yang fresh dari drama Korea ini.

Dua hari lalu aku balik ke kosan, trus mulai donlot-donlot drama yang lagi airing. Ada beberapa dan berikut review singkatnya :

1. God's Quiz Season 4

Aneh, kan? Tanpa ngikutin season-season sebelumnya aku udah main tancep aja ke Season 4. Pengen sih nonton tiga season sebelumnya, tapi belum sekarang.

Drama ini menceritakan  tentang sebuah tim khusus di kepolisian yang tugasnya menyelidiki kematian orang-orang yang memiliki latar belakang penyakit langka. Aku tertarik nonton, selain karena genre-nya merupakan salah satu favorit-ku, aku juga menyukai karakter Dokter Han Jin Woo yang diperankan dengan sangat apik oleh Ryu Duk Hwan. Oppa satu ini asli imuuuttt sekali, tinggu badannya cuma 165 cm, kalah jauh dibanding aktor korea kebanyakan. Suka ketawa-ketawa sendiri liat Dokter Han jalan berdua sama Detective Kang, pacarnya. Timpang, tinggi-an ceweknya hahahaha #Pukpuk

Dokter Han sangat sangat sangat cerewet dan lucu! Ekspresinya komikal. Dijamin ngakak deh liat ulahnya. Apalagi kalau sudah adu mulut dengan Detective Nam. 'Kan detective Nam gak tau istilah-istilah medis, jadi setiap ada istilah medis nongol dalam rapat tim secara otomatis detective Nam langsung mengarahkan matanya pada dokter Han. Hahahaha. 

Melalui drama God's Quiz, kita bisa tahu banyak mengenai penyakit-penyakit langka. Ada satu point menarik dan menjadi salah satu scene yang aku tunggu di setiap episodenya. Monolog Dokter Han di akhir-akhir episode setelah kasusnya dituntaskan. Pesan-pesan yang disampaikan berdasarkan kasus yang mereka tangani sunggu menyentuh dan tanpa sadar membuatku menganggukkan kepala.

God's Quiz season 4 sebenarnya sudah selesai masa tayangnya di Korea, aku saja yang terlambat nonton karena keburu liburan. Aku sudah menontonnya sampai episode 09. Oiya selain dua pemeran utama yang sudah saya sebutkan, ada dua idol yang turut meramaikan, Jaekyung Rainbow dan Donghae Super Junior (Mantan boiden favorit eikeh dulu banget). Bocoran dari forum sebelah si Donghae koit di akhir episode. Itu artinya dia gak akan nongol bila nantinya ada season selanjutnya. Dan kalaupun ada season selanjutnya udah pasti akan menunggu waktu yang lama sebab Ryu Duk Hwan udah mau masuk wamil. Doi kan 87 line sama kayak Seungho dan G.O MBLAQ.

Untuk para kdrama lovers yang pernah menonton serial OCN seperti TEN dan Vampire Prosecutor, aku rekomendasiin God's Quiz deh, dijamin gak bosen kok :D

2. Fated to Love You

Huehehehehe.
Pertama kali denger ketawanya Lee Gun yang diperankan Om Jang Hyuk itu, rasanya aneh dan geli. Ketawanya lucuuuu. 

Drama Fated to Love You merupakan re-make drama asal Taiwan dengan judul yang sama. Di negara asalnya, drama ini menerima sambutan hangat oleh para penikmatnya. Untuk versi Koreanya sendiri, lead female-nya dipercayakan kepada Jang Nara yang pada 2013 lalu memerankan seorang guru bersama Choi Daniel di School 2013. Di Fated to Love You, Jang Nara berubah menjadi Kim Min Young. Gadis polos yang saking polos dan baik hati, dia susah nolak kalau ada orang yang meminta tolong padanya. Sekalipun itu orang asing yang ditemuinya di jalan ckckck.

Secara garis besarnya, drama ini menceritakan tentang Lee Gun dan Kim Min Young yang terpaksa harus menikah di atas perjanjian kontrak karena Min Young dihamili Lee Gun. Akibat cinta satu malam nih. Pertemuan mereka sebenarnya sudah ditakdirkan. Hanya saja untuk menuju sebuah kebahagiaan, mereka harus menempuh banyak hal. Termasuk perpisahan itu sendiri.

Lee Gun sebenarnya sudah memiliki kekasih yang akan ia lamar, namun menjelang keberangkatannya ke Macau atas undangan Lee Gun, Se Ra malah lebih memilih terbang ke New York demi sebuah pertunjukkan balet. Di Macau itulah Lee Gun dan Min Young bertemu kembali. Karena ulah kakak ipar beserta bosnya, Min Young dan Lee Gun meminum minuman yang sudah diberi obat kuat dan akhirnya entah mungkin atas turut campur takdir, keduanya tidur di kamar yang sama dan... tau lah ya apa yang terjadi kemudian.

Di drama ini kita gak akan melihat dua keluarga yang saling serangg karena gak setuju pernikahan kedua anaknya. Sebaliknya, nenek Lee Gun yang merupakan keluarga kaya raya sangat senang mengetahui cucunya menghamili anak orang. Astaga. Gara-gara Lee Gun juga sih, udah kepala empat tapi masih belum mau nikah.

Pernikahan Lee dan Min Young berjalan dengan baik. Tentu ada masalahnya karena mereka menikah bukan karena cinta. Tapi seperti kebanyakan drama yang setipe, pelan-pelan mereka jatuh cinta. Banyak moment yang bikin ngakak disebabkan tingkah Lee Gun. Gak nyangka loh, om yang biasanya dapet peran cool, di drama Fated to Love You kebagian karakter koplak. Ditambah lagi, dua pengawalnya yang gilanya gak jauh beda dengan bosnya. Satu sekretaris pribadinya, dan satu lagi pengacaranya. Jang Nara juga sangat cocok memerankan gadis lugu. Aktingnya gak usah diragukan. Mantapks.

Second male dan femalenya ada Choi Jin Hyuk (Emergency Couple, Heirs, Gu Family Book) dan satu lagi aktris lupa namanya. Dia pernah main di Good Doctor dan I Need Romance 3.

Yang suka romcom, boleh lah nonton Fated to Love You. Aku sih gak nonton versi Taiwannya makanya aku lumayan bisa menikmati story line-nya tanpa ada bocoran :D

3. Marriage Without Dating

Baru nonton sampe episode 5. Sejauh ini lumayanlah. Rada komikal juga, cuman setelah baca-baca sinopsisnya, aku agak kecewa karena tertipu judul dramanya. Kupikir dua tokoh utamanya akan menikah di awa episode ternyata gak. Malah sampai di episode 12, hubungan keduanya masih gak jelas. Tarik ulurnya itu lohhhh. Padahal komedinya udah dapat banget. Pemeran pria-nya agak mirip Seo In Guk menurutku. Yeon Woo Jin, sebelumnya pernah bermain di Man in Love. Trus pemeran ceweknya gak familiar buatku. Namanya Han Groo.

Drama lainnya yang masuk list antara lain, It's Ok, It's Love, Mermaid, sama drama barunya Jung Il Woo dan Yunho DBSK.